Mari Elka Pangestu Jadi Warga Kehormatan Panjalu

Mari Elka Pangestu Jadi Warga Kehormatan Panjalu

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu dinobatkan sebagai Warga Kehormatan Panjalu, Ciamis, Jawa Barat, Sabtu (12/4/2014) malam.

“Tentunya saya merasa sangat bangga mendapatkan kehormatan ini. Semoga saya bisa membantu mengembangkan potensi wisata di Ciamis, khususnya Panjalu,” ujar Mari yang sebelumnya pernah mendapatkan gelar yang sama dari masyarakat Buton, Sulawesi Tenggara.

Mari berada di Panjalu dalam rangka kunjungan kerja selama dua hari di tiga kabupaten di Jawa Barat, yaitu Pangandaran, Tasikmalaya, dan Ciamis.

Dalam kunjungannya di Panjalu, Mari sempat melakukan peninjauan di beberapa obyek wisata di Panjalu seperti situs bersejarah Astana Gede Kawali, Masjid Panjalu, dan Situ Lengkong.

Kunjungan ditutup dengan pergelaran seni wayang golek dan dialog interaktif dengan masyarakat yang dipimpin oleh tokoh wayang golek Cepot di Alun-alun Panjalu.

Dalam kesempatan itu, Mari mengatakan Panjalu sebagai pusat

Mari mengatakan sebagai salah satu daerah yang kaya akan nilai-nilai sejarahnya, Panjalu sangat berpotensi untuk dikembangkan sebagai tempat wisata religi. Potensi lainnya yaitu berupa ekonomi kreatif yang terwujud dalam pentas seni dan beberapa kerajaninan.

Dengan potensi itu, Mari yakin Ciamis, khususnya Panjalu, tetap menjadi destinasi wisata pilihan pasca lepasnya Pangandaran dari Ciamis setelah pemekaran 2012 lalu.

“Panjalu ternyata punya sejarah yang cukup panjang. Sejak ratusan tahun lalu, masyarakat Panjalu sudah beradab dan berwawasan lingkungan terlihat dari adanya Situ Lengkong. Jadi saya rasa masyarakat tidak perlu khawatir karena nenek moyang telah melihat jauh segala hal. Segala sesuatu sudah tersedia,” katanya.

sumber: http://www.tribunnews.com/bisnis/2014/04/13/mari-elka-jadi-warga-kehormatan-panjalu , gambar: panjalu.desa.id

Panyipuhan Cidehem Panjalu

Panyipuhan Cidehem Panjalu

Jika berkunjung ke Karamat Cidehem di Desa Sandingtaman, Panjalu, cobalah untuk ngadehem di sisi mata airnya., maka mata air yang jernih tersebut akan ngaburukbuk dan mengeluarkan gelembung-gelembung udara. Percaya atau tidak, yang jelas itu adalah fakta yang terjadi saat Saya mencobanya di pagi hari. Fenomena alam yang aneh dan sedikit menggelikan ini sampai saat ini tidak dapat diketahui apa yang menyebabkan mata air itu ngaburukbuk.

Menurut Elim Mulyono, kuncen yang menggantikan Aki Bihi kuncen yang sudah meninggal dunia, Cidehem sareatnya merupakan tempat nyipuh atau membersihkan diri dari penyakit yang mengotori jiwa untuk semakin meningkatkan ibadah.

Cara mandinya juga memiliki tata cara yang unik, peziarah harus memakai kain putih yang di dodotkan dan sebelum ancrub harus membaca sahadat dan ngadehem tiga kali, baru setelah itu teuleum tiga kali, nangkeup dan ngangkat batu juga tiga kali.

“Numutkeun sepuh mah didieu teh tempat mersihan diri Ki Aji Bukas Tangan, jawara kahot anu insyaf, janten salah sahiji ulama nu nyebarkeun agama Islam di daerah Citaman. Luhureun cidehem nu katelahna pasaleman aya tempat anu disebat lingga, nyaeta batu demprak. Ceunah mah sok dianggo solat Aji Bukas Tangan dugi ka nyilemna”

Panyipuhan Cidehem Panjalu

dalam versi lain Sang Beukas Tangan merupakan salah satu lawang gada kerajaan Panjalu yang menjadi batas wilayah mandala kerajaan Panjalu yang dikenal dengan Batara salapan. Yang terdiri dari Sri Manggelong, Sri Manggulang, Kebo Patenggel, Sri Keukeuhseukeurweuleuh, Lembu Dulur, Batara Terus Patala, Sang Ratu Lahuta, Sang Aji Bukas Tangan dan Sri Pakuntilan.

Dipinggir mata air terdapat dua buah batu yang berbeda dengan batu-batu lainnya. Permukaan batu tersebut tampak racak seperti bekas garukan kuku yang tajam. Mengenai hal itu Pria yang dipanggil elim itu memperkirakan bahwa itu merupakan bekas kuku maung nu ngancik saat Aji Bukas Tangan membuang seluruh ilmu kadugalannya.

“Salian ti ngaburukbuk kaanehan nu sanesna, mun kawenehan sok seueur lauk emas warna-warni, jiga aya nu ngahaja melakan. Komo basa hieum keneh ku tatangkalan ageung mah, saban wayah mun ngadehem pasti ngaburukbuk, namung saparantosna caang kieu, mun hoyong ngaburukbuk kedah enjing-enjing ngadehemna”

Selain keunikannya Cidehem juga merupakan sumber air yang tidak pernah kering bagi masyarakat setempat. Sayangnya kini tempat itu kini sedikit kurang natural dengan dibangunnya dinding penahan air dari tembok, juga kerimbunan pepohonan untuk menyerap dan menyimpan air manakala kemarau sebagian besar sudah ditebang. (tapakkaruhun-Pandu Radea)

[alert style=”white”] sumber: https://www.facebook.com/pandu.radea [/alert]

Sukahaji Water Boom, Cihaurbeuti

Sukahaji Water Boom, Cihaurbeuti

Sukahaji Waterboom berlokasikan di jalan Cihaurbeuti desa Sukahaji Kabupaten Ciamis. Dibangun diatas tanah 10.000 m2 dan didesain khusus sebagai Taman Rekreasi Air dan bermain dengan konsep nuansa alam yang eksotik dengan pemandangan Gunung Galunggung.

Berbagai macam aktivitas permainan atraksi Air dan taman bermain anak-anak yang menarik, unik, dan mengasyikkan dan penuh petualangan bagi anak-anak, sampai dengan remaja yang dapat anda nikmati.

Sukahaji Water Boom Cihaurbeuti

Kontak:
Sukahaji Waterboom Ciamis
JL. Cihaurbeuti , Ciamis, Jawa Barat, Indonesia
0813-1140-8584

Email: [email protected] / [email protected]

[alert style=”white”] referensi: http://waterboomsukahaji.co.nr/, http://www.facebook.com/Sukahaji.Waterboom.Ciamis [/alert]

Goa Donan, Wisata Leluhur Ciamis yang Terabaikan

Goa Donan, Wisata Leluhur Ciamis yang Terabaikan

Penggalian dan pemanfaatan kawasan wisata di Kabupaten Ciamis hingga kini belum menunjukan peningkatan. Terbukti, masih banyak potesni wisata yang belum tergarap secara maksimal bahkan tidak tersentuh pemeliharan.

Satu di antara potensi wisata tersebut adalah Goa Donan yang terletak di Dusun Cintamaju Desa Tunggilis Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Ciamis.

Saat ini, Goa Donan yang sempat menjadi kebanggaan masyarakat Tunggilis, sejak 20 tahun lalu tak lagi tersentuh peraswatan. Alhasil Goa Donan yang dulu menjadi pusat digelarnya kegiatan masyarakat setempat, kini hanya menyisakan bangunan tak terawat yang penuh semak belukar.

Data yang dihimpun, Goa Donan itu mulai dibuka untuk umum sejak tahun 1976 silam. Saat itu, goa tersebut banyak dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah. Bahkan Goa Donan ini dahulunya sering di pergunakan untuk lokasi hiburan rakyat pemutaran film layar tancap.

Kuncen Goa Donan, Marjuk menyebutkan,selain digunakan untuk menggelar even hiburan rakyat seperti layar tancap, Goa Donan juga memiliki daya tarik tersendiri. Pasalnya, goa sepanjang 400 meter tersebut banyak ditemukan batu-batu stalagnit.

“Goa Donan itu umurnya sudah mencapai satu abad lebih. Selian itu, goa tersebut memiliki panjang sekitar 400 meter. Bagi pengunjung yang mau masuk kedalam goa harus membawa lampu senter untuk penerangan,” ungkap Marjuk, Rabu (27/3/2013).

Marjuk mengaku, menyesalkan sikap dan minimnya perhatian Pemkab Ciamis dan dinas terkait. Sehingga Goa Donan yang harusnya menjadi satu wisata unggulan Ciamis, kini tak ubahnya menjadi sarang semak-semak belukar.

Kepala Desa Tunggilis Ilan Gumilar menambahkan, sejak beberapa tahun lalu, pihaknya sudah beberapa kali menyampaikan kondisi terbengkalainya Goa Donan ke Pemkab Ciamis melalui Disbudpar. Namun, hingga kini belum ada tanggapan sama sekali.

” Warga berharap, pemerintah mampu membuka kembali aset yang terbengkalai itu. Selain itu, Goa Donan juga membutuhkan renovasi agar tidak terlihat kumuh, karena goa tersebut layak dijadikan tempat wisata unggulan di Kabupaten Ciamis,” tandasnya. [den]

[alert style=”white”]sumber: inilahkoran.com[/alert]

Wisata Pantai Karapyak

Wisata Pantai Karapyak

ADA sejumlah objek wisata pantai di Kabupaten Ciamis selain Pantai Pangandaran dan Pantai Batu Hiu. Keindahan alam dan pantai yang satu ini melebihi keindahan pantai di Pangandaran maupun Batu Hiu. Pantai yang dimaksud adalah Pantai Karapyak, terletak di Desa Bagolo, Kec. Kalipucang, Kab. Ciamis. Sekitar 20 km dari Pantai Pangandaran atau 78 km dari Alun-alun Kota Ciamis.

Untuk menuju lokasi ini tidak begitu sulit, karena akses masuk ke sana sudah bagus, bahkan ada penunjuk jalan yang bisa mengarahkan wisatawan ke Pantai Karapyak. Yang patut disayangkan, belum adanya angkutan umum yang bisa membawa pengunjung ke Pantai Karapyak, sekalipun ojek. Hanya pengunjung yang mempunyai kendaraan pribadi atau kendaraan sewaan yang bisa mencapai Pantai Karapyak.

Keindahan Pantai Karapyak memang belum bisa mengalahkan Pantai Pangandaran. Namun bukan berarti tidak layak dikunjungi dan dijadikan objek wisata. Pantai ini mempunyai kelebihan hamparan pasir putih yang memanjang sepanjang kurang lebih 5 km dipadu dengan tonjolan batu karang. Keindahan semakin kentara, ketika ombak laut mulai surut, ikan hias berenang ke sana kemari di sela-sela batu karang. Kepiting kecil dan kumang (kepiting berumah) keluar masuk lubang pasir sambil membawa makanan. Tak hanya itu, cangkang kerang dan hewan moluska lainnya serta karang putih berserakan di sepanjang pantai, menggoda kita untuk mengambil dan mengumpulkannya untuk dijadikan suvenir laut.

Batu karang yang menghampar dan menjorok hampir ke tengah lautan, memang menjadi surga bagi ikan laut. Ada puluhan ribu bahkan puluhan juta ikan hias yang hidup di sana, jelas membuat Pantai Karapyak lebih hidup dan menantang. Selain hamparan pasir putih dan batu karang, pantai ini pun mempunyai tebing-tebing curam nan indah, yang siap mengundang para petualang untuk menjelajahi tiap jengkal tebing karangnya. Di bawah tebing curam, deburan ombak siap mengolah adrenalin hingga ubun-ubun. Buih-buih ombak di bawah tebing curam seolah menanti cucuran keringat petualangan Anda.

Selain menawarkan sejuta keindahan dan petualangan, Pantai Karapyak terbilang masih alami dan perawan. Ini ditandai masih bersihnya pantai dari serbuan sampah plastik maupun sejenisnya. Kondisi alamnya pun masih alami dan terawat. Hanya sayang, pantai ini kurang diminati wisatawan domestik maupun mancanegara. Ini terlihat dari masih jarangnya warung-warung maupun penginapan yang dikembangkan warga setempat.

Hal ini lebih diakibatkan gelombang ombaknya yang tinggi dan menyeramkan, juga pantainya yang curam karena terhubung langsung dengan batu-batu karang. Juga kurangnya akses masuk ke lokasi tersebut. Padahal di Karapyak sudah didirikan menara pengawas pantai serta sarana lainnya yang siap memanjakan para wisatawan. Terlebih pantai ini lokasinya sangat dekat Pulau Nusakambangan. Cukup dengan menyewa perahu, Anda bisa menginjakkan kaki di pulau yang mengundang sejuta misteri ini. Tak hanya itu, Anda pun bisa berjalan-jalan menyusuri muara Sungai Citanduy atau lebih dikenal dengan sebutan Sagara Anakan. Jauh di tengah laut, berdiri tegak dua batu karang yang membentuk pintu masuk ke Sagara Anakan. Menurut nelayan setempat, Maryono, batu karang tersebut dijadikan benteng pertahanan Dermaga Sagara Anakan dari serbuan ombak yang ganas.

[alert style=”white”]referensi: mypangandaran.com [/alert]

Curug Tujuh Panjalu

Curug Tujuh Panjalu

Curug Tujuh adalah sebuah tempat pariwisata didaerah Panjalu. Dimana Panjalu ini juga terkenal dengan Situ Panjalu-nya (Situ=Danau).

Dinamai Curug Tujuh, karena terdapat tujuh buah Air Terjun yang tidak begitu berjauhan letaknya, dapat dicapai semuanya dengan waktu sekitar 2-3 jam saja.

Jarak dari Tasikmalaya – Curug 7 adalah sekitar 35km, 30 km pertama jalan aspal antar kota yg cukup lebar, 5 km terakhir jalan aspal yg cukup utk 2 mobil, terdapat tanjakan yg lumayan. Di gerbang masuk terdapat cukup tempat parkir untuk 20 mobil.

Curug 1

Curug 1 jaraknya dari gerbang hanya sekitar 50 m. Disinilah pengunjung terbanyak berada, karena dekat dan paling besar.

Curug 2

Tidak bisa dituruni, kita hanya berjalan diatas air terjunnya, lagipula curug ini tidak begitu besar. Curug ini cukup jauh dari curug 1, sekitar 1km ambil jalan kekiri curug 1. Saya heran, kenapa penomoran curug ini tidak sesuai dengan jalur jalan, dikiri ada 4 curug nomor 2,5,6,7 dikanan 2 curug nomor 3,4 ditengah curug nomor 1.

Curug 3

Indah dan bisa dipakai main air. Curug ini tidak begitu jauh dari curug nomor 1. Dari curug nomor 1 ambil jalan ke kanan, sekitar 50 meter.

Curug 4

Curug ini cukup sulit ditempuh, berada diatas curug nomor 3. Medannya menanjak. Bisa untuk main air, meski banyak batu2.

Curug 5

Curug ini juga tidak bisa dipakai mandi. hampir sama dengan curug 3

Curug 6

Curug ini juga tidak bisa dipakai mandi. hampir sama dengan curug 3

Curug 7

Curug ini juga tidak bisa dipakai mandi. hampir sama dengan curug 3

[alert style=”white”]referensi: kaskus, candra-d [/alert]

Page 1 of 612345...Last »