APAL TEU LUR? : " Ada gong perdamaian dunia (World Peace Gong) di Karangkamulyan dengan diameter 333 cm, yang diberi gambar bendera dari 218 negara di dunia, serta sepuluh agama yang ada di dunia. "

Mengenal Iket Sunda

Iket-Barangbang-Semplak

Dalam setiap kebudayaan, banyak sekali hal yang bisa kita lihat dan perhatikan, serta kita nikmati,diantaranya adalah, suara, gerak, keindahan, adat, pakaian dan keragaman lainya tergantung dari orang yang menikmati, serta melakukannya.

Namun dari keseluruhan ragam kebudayaan tersebut, ada satu hal yang tidak pernah lepas dalam pelaksanaanya;yaitu pakaian atau busana. Setiap ritual acara yang bersangkutan dengan kebudayaan, tentu para pelaku tidak akan lepas dari pakaian pendukung untuk kelangsungan acara tersebut, seperti halnya dalam pagelaran seni suara, seni ketangkasan, upacara adat, bahkan sampai pernikahan pun tidak lepas dari pakaian adat.

Yang tidak lepas dari kelengkapan busana tersebut adalah IKET. Namun untuk kampung adat, iket merupakan hal yang tidak asing lagi dan dalam masa sekarang ini diperkotaan,para pemuda sudah menggunakan iket dalam kesehariannya.

Iket sendiri pada waktu jaman dahulu, merupakan sebagai penutup kepala dan fungsi lainnya adalah sebagai alat untuk membawa sesuatu, bahkan juga menjadi salahsatu senjata untuk bela diri ( menurut beberapa sumber dari artikel lain, dan diperkuat dengan hasil pernyataan beberapa sesepuh di kampung kampung  ).

Namun lain motif lain harga dan lain derajat bagi yang memakai iket, salah satu hal yang mempengaruhi hal ini adalah dari teknik dan jenis kain, sehingga semakin bagus tentu semakin mahal, dan hanya bisa dibeli oleh orang yang mempunyai kemampuan lebih,namun yang paling utama adalah makna dari iket itu sendiri.

Selembar kain yang berbentuk Segi empat, dengan kotak dibagian dalamnya dengan posisi miring, walau mrip taplak meja namun mengandung falsafah yang luas baik dari makna dasar, atau pun dari cara mengikatnya, serta dimana dan kapan iket dipergunakan.

Lantas apa itu yang dimaksud dengan IKET? dari hasil yang saya telusuri dari beberapa sesepuh di Bandung dan kampung adat, bentuk dasar iket idealnya harus berbentuk bujur sangkar, bagian tengahnya ada bagian bujur sangkar dengan posisi diagonal ( tidak se arah dengan bentuk dasar kain )

Iket Sunda bisa dilihat dari:

  1. Tempat pembuatan (Daerah): Sumedang,Garut,Ciamis,Tasik.dsb.
  2. Motif/corak: Kopi pecah, Hanjuang, Kembang Boled,dsb
  3. Cara: Barangbang Semplak, Paros, Udeng, Bendo, dsb
  4. Makna yang terkandung dalam ka-Sunda-an.

Dalam aplikasi keseharian, terkadang kita suka melihat seseorang yang menggunakan iket, yang bermotif dari daerah timur, dengan mengatakan bahwa ini iket sunda, menurut pendapat saya itu bisa saja mungkin yang ia terapkan adalah pola ikatan dan makna kasundaanya, atau bahkan terbalik, dengan motif dari jawa barat namun iket nya dibuat seperti dari daerah timur….

Namun jauh lebih baik lagi bagi warga Jawa Barat,mengandung 4 aspek tersebut diatas, tentu memajukan pengrajin kain di Jawa Barat.

RUPA IKET

Analisa saya, terbagi menjadi 3 rupa ( model ) yaitu;

1. Rupa Iket Réka-an baheula; adalah rupa iket yang sudah terdapat di kampung-kampung adat, dan sudah menjadi pola kebiasaan sehari-hari dalam penggunaanya, tanpa tercampur oleh budaya atau elemen dari luar.

Sebagai contoh biasanya kakek-kakek yang sering menggunakan iket, tentu beliau sudah menggunakan rupa iket tersebut tatkala masih remaja/anak-anak, dan sampai sekarang tetap menggunakannya, walau hanya mengetahui 1 jenis rupa iket yang dikenakannya.

Namun terkadang juga, karena pengaruh kunjungan wisata dari kota/tempat lain, terkadang ada ketertarikan melihat rupa iket tamu tersebut, yang pada akhirnya terjadi transformasi bentuk, bahkan meniru nya.

2. Rupa Iket Réka-an Kiwari; adalah rupa iket hasil karya dari pribadi, dengan kreasi yang disenanginya, namun pada prinsipnya adalah tetap menggunakan kain juru opat. Iket Reka-an ini, sebagai bentuk dari penemuan atau imajinasi atau bahkan surup-an dari hal hal tertentu.

Tidak menutup kemungkinan Rupa Iket Reka-an ini, adalah hasil dari rupa iket Buhun, yang terkuak kembali setelah bertahun-tahun tidak diketahui, dan hal ini bisa dibuktikan dengan metode saksi hidup/bukti dari ingatan seseorang dari generasi penerusnya.

3. Rupa Iket Praktis; adalah rupa iket yang sudah jadi, seperti halnya peci atau bendo, dan tinggal memakai saja.

Sedikit dipertegas, apakah yang kita kenakan adalah rupa Iket réka-an baheula / kiwari? namun setidaknya kita sudah “ngamumulé” bahkan “nanjeurkeun” serta “ngawanohkeun” iket ka balaréa…

”Caringcing pageuh kancing, saringset pageuh iket”

referensi: http://pulasara-iket.com 

Posting Lainnya

Rumah Adat Citalang
Rumah Adat Hasan Maulani
Saung Nike Ardilla
Burung Pleci, Primadona Baru di Pangandaran
PiSS1024FM Ciamis

Berikan Komentar Lewat Account Facebook

2 Responses to “Mengenal Iket Sunda”

  1. Dian Galuh

    Jan 11. 2013

    ciamis is the best pokona,

    Reply to this comment
  2. curdi

    Apr 27. 2013

    Meser iket dmana kang tokona?
    Abbdi peryog pisan….

    Reply to this comment

Leave a Reply

Connect with Facebook

Monday Oct 20 - 4:08am - Terima Kasih Pak SBY & Selamat Bekerja Pak Jokowi-JK http://t.co/GwHlGyIW89 <> Thursday Oct 16 - 5:22am - *BERAPA HARGA ANAK KITA?* (Sebuah Renungan) Berapa harga anakmu? Bingung pasti... Karena nilai anak tak bisa... http://t.co/UbPJOR6r42 <> Tuesday Oct 14 - 1:52am - Informasi sareng Motivasi (Mungpung enjing keneh..,urang silih pada emutan bilih lepat mangga di comen ) TEU... http://t.co/GudHM41BJg <> Wednesday Oct 1 - 2:38am - Yaa Allah rabbKu, bila rejeki kami jauh dekatkan dia, bila rejeki kami sedikit perbanyaklah dia. Bila rejeki kami... http://t.co/9uhqmOlIs8 <> Thursday Sep 25 - 6:46am - Khas, Comro alias Comet Cimari http://t.co/J2wJgkxN61 <>
Informasi Lainnyaclose