APAL TEU LUR? : " Gua Jepang Pananjung dibuat selama periode perang Dunia Kedua ( 1941 – 1945 ) dengan menggunakan kerja paksa selama kurang lebih 1 tahun. "

Ngabuburit di Jembatan Cirahong

Ngabuburit di Jembatan Cirahong

SAAT bulan Ramadan seperti sekarang, Jembatan Cirahong yang berada di perbatasan Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, dengan Kecamatan Manonjaya di Kabupaten Tasikmalaya, menjadi lokasi ngabuburit warga. Tak hanya dari dua kebupaten tersebut, warga datang juga dari daerah tetangga seperti Kota Banjar.

Seperti terlihat Selasa (7/8), sejak pukul 16.00 warga sudah berdatangan ke Cirahong untuk melihat kereta api melintas di atas jembatan. Biasanya kereta muncul pukul 16.30 jika tidak ada halangan. Ada juga yang muncul saat sekitar pukul 18.00, sehingga kereta yang lewat pada jam ini kerap dijadikan patokan telah tibanya waktu untuk berbuka.

Suara khas kereta di atas, serta alunan irama dari bilah-bilah kayu jembatan yang dilewati mobil dan motor di bagian bawah, menjadi irama khas Cirahong. Suara tersebut berpadu, menyusun nada unik yang mengundang banyak masyarakat untuk menyambanginya.

Tak terkecuali bagi Ade Juhayana dan rekan-rekannya dari Divisi Anak Muda Pecinta Alam (Dampal) SMA Pasundan Tasikmalaya. Mereka sengaja ngabuburit di Cirahong. Ramlay, panggilan akrab Ade, menjajal ekstrimnya jembatan dengan cara berlatih memanjat.

Menurutnya, bergelantungan pada seutas tali di bawah jembatan yang panjangnya mencapai 202 meter dan di atasnya ada kereta api lewat, punya sensasi yang sangat berkesan. Saat ada kereta api lewat jembatan terasa bergoyang. Alunan khas kayu yang terlintasi kendaraan menambah suasanya lebih berbeda. “Itu yang kami tunggu-tunggu, saat bergelantungan dan kebetulan ada kereta lewat ini anugerah luar biasa,” kata Ade.

Kipli, Raden, dan Tiwan, yang merupakan senior Ade, merasakan betul dengan bergelantungan di atas jembatan sangat tidak terasa. “Ujug-ujug poek we teu karasa nyerelekna,” ujar Tiwan.

Soal makanan untuk berbuka, jangan khawatir. Karena banyaknya warga yang ngabuburit, banyak pula pedagang makanan. Cirahong pun berkembang menjadi lokasi ngabuburit yang menyenangkan. Tak heran, pemandangannya yang khas banyak dijadikan obyek fotografi.
Petang kian menjelang, pengunjung berangsur pulang. Masih ada kereta yang akan lewat esok hari… (Abdul Latif/ ”KP”)***

referensi: kabarpriangan

Posting Lainnya

Bulaksetra Bakal Jadi Tempat Wisata
Goa Donan, Wisata Leluhur Ciamis yang Terabaikan
Lima Pemain Mantan Persib Gabung PSGC
PERSIB Rencanakan Pemusatan Latihan di Ciamis
Sergio van Dijk: Stadion Galuh Cukup Memadai

Berikan Komentar Lewat Account Facebook

No comments.

Leave a Reply

Connect with Facebook

Monday Oct 20 - 4:08am - Terima Kasih Pak SBY & Selamat Bekerja Pak Jokowi-JK http://t.co/GwHlGyIW89 <> Thursday Oct 16 - 5:22am - *BERAPA HARGA ANAK KITA?* (Sebuah Renungan) Berapa harga anakmu? Bingung pasti... Karena nilai anak tak bisa... http://t.co/UbPJOR6r42 <> Tuesday Oct 14 - 1:52am - Informasi sareng Motivasi (Mungpung enjing keneh..,urang silih pada emutan bilih lepat mangga di comen ) TEU... http://t.co/GudHM41BJg <> Wednesday Oct 1 - 2:38am - Yaa Allah rabbKu, bila rejeki kami jauh dekatkan dia, bila rejeki kami sedikit perbanyaklah dia. Bila rejeki kami... http://t.co/9uhqmOlIs8 <> Thursday Sep 25 - 6:46am - Khas, Comro alias Comet Cimari http://t.co/J2wJgkxN61 <>
Informasi Lainnyaclose