Kampung Adat Kuta Ciamis

Kampung Adat Kuta Ciamis

Kampung Adat Kuta merupakan sebuah komunitas adat berupa foklor atau Cerita rakyat yang perlu di lestarikan, dikembangkan, dan dimanfaatkan sebagai asset wisata budaya local daerah di Kab.Ciamis dan Jawa Barat, Karena Kampung adat kuta pada tahun 2002 mendapatkan Kalpataru oleh Presiden RI Mega Wati Soekarno putrid sebagai kategori penyelamat lingkungan dan adat istiadat di Indonesia.

Masyarakat tradisional yang disebarkan dalam bantuk relatif tetap atau dalam bentuk standar dan disebarkan di antara kolektif tertentu dari waktu yang cukup lama dengan menggunakkan kata klise (James Danandjaya, (2007 : 4). Jan Harold Brunvand seorang ahli folklor dari AS dalam James Danandjaja (2007 : 21) menyebutkan pembagian folklor dalam tiga kelompok besar yaitu :

Folklor lisan, yaitu folklor yang bentuknya memang murni lisan sebagai contoh adalah cerita rakyat, nyanyian rakyat, dll.

Folklor sebagian lisan, yaitu folklor yang bentuknya merupakan campuran unsur lisan dan bukan unsur lisan misalnya : teater rakyat, kepercayaan rakyat, adat istiadat, dll.

Folklor bukan lisan, yaitu folklor yang bentuknya bukan lisan walaupun pembuatnya diajarkan secara lisan, sebagai contoh adalah arsitektur, makanan, minuman, dll. Dari teori Jan Harold Brunvand di atas dapat diketahui bahwa salah satu jenis folklor adalah cerita rakyat yang masuk ke dalam golongan folklor lisan. Cerita rakyat merupakan cerita yang terdapat dalam kelompok masyarakat dan disebarkan dengan lisan secara turun-temurun dalam beberapa generasi. Isi dari cerita rakyat biasanya berisi berbagai nilai-nilai ajaran namun cerita itu bersifat anonim, maksudnya dalam cerita  rakyat  tidak  dapat  diketahui  dengan  pasti  siapa  pengarangnya. Salah satu efek dari folklor yang bersifat anonim ini adalah memungkinkan cerita rakyat ini mengalami perubahan seiring dengan perkembangan waktu serta kehendak informan sebagai pencerita yang berbeda-beda.

Penelitian terhadap folklor masih sangat perlu untuk dilakukan, selain itu untuk mendapatkan bentuk cerita yang lengkap, penelitian terhadap cerita rakyat perlu dilakukan guna menghindar kelenyapan, sehingga penelitian tersebut nantinya bisa menemukan hasil-hasil yang memberikan manfaat bagi manusia, misalnya saja mengenai nilai-nilai pendidikan yang ada  pada folklor adat istiadat  yang sedang diteliti.
Kampung adat Kuta merupakan  salah satu Kampung adat di Kabupaten Ciamis. Kampung adat  Kuta berada di Desa Karangpaningal Kecamatan Tambaksari Kabupaten Ciamis.

Secara administratif  masyarakatnya masih melaksanakan tata cara kebiasaaan adat istiadat kebiasaan nenek moyang secara turun temurun, mereka hidup dari hasil hutan, berkebun, bersawah dan berladang. Sebagai kelompok sosial, mereka juga memandang lahan, tidak saja sebagai lahan produksi, tetapi juga sebagai suatu yang suci yang disepati secara bersama-sama dengan adanya hukum adat yang berlaku secara turun temurun, dengan adat istiadat yang masih dijaga oleh masyarakat Kampung adat Kuta.

Adat-istiadat merupakan kebiasaan atau kesukaan masyarakat setempat ketika melaksanakan upacara adat, berkesenian, hiburan, berpakaian, olah raga dan sebagainya.

Terwujudnya adat istiadat ini diibaratkan menanam tumbuhan yang tidak terlalu kuat pohonnya seperti kacang panjang dan lada, kacang panjang atau lada menjadi kuat batangnya hanya jika tanah di sekitarnya selalu (digemburkan) sehingga kandungan oksigen dalam tanah lebih banyak dan akarnya mudah menembus tanah. Pohon dapat berdiri tegak dan makin tinggi jika diberi kayu anjungan. Pada saat orang lupa mengambak dan mengajung, maka tumbuhan menjadi kerdil atau mati, demikian pula pelaksanaan adat-istiadat ini di tengah-tengah masyarakat.

Sehingga apabila dibiarkan berlarut-larut ada kemungkinan akan memudar bahkan lenyap atau hilang karena kemajuan jaman. Keberadaan Kampung adat Kuta dan masyarakat pendukungnya diproyeksikan dalam suatu bentuk adat istiadat, hukum adat, ritual adat dan, rumah adat yang masih dipegang teguh secara turun temurun sampai sekarang. Kampung adat Kuta masih mempertahankan nilai-nilai adat istiadat melalui hukum adat yang berlaku di daerahnya. Misalnya untuk masuk ke hutan keramat hanya hari senin dan jumat, tidak boleh meludah, mengambil barang-barang yang ada di hutan keramat, tidak boleh memakai perhiasan, tidak boleh mengunakan pakaian serba hitam, larangan menggunakan alas kaki, larangan memakai pakaian dinas. Bahkan kekhasan kampung adat kuta yang berbeda dengan kampung adat lain yaitu di kampung adat Kuta menguburkan orang yang meninggal dunia ke kampung lain, tidak boleh atau larangan membuat sumur, sampai sekarang hukum adat tersebut masih berlaku.

Pada umumnya, cerita asal usul kampung kuta terbagi dua bentuk paparan, yaitu kampung kuta pada masa kerajaan galuh dan masa kerajaan Cirebon, namun keduanya ternyata memiliki  kesamaan. Dalam beberapa dongeng buhun mereka menganggap dan mengakui sebagai keturunan ratu galuh, dan keberadaannya di kampung kuta sebagai penunggu atau penjaga kekayaan ratu galuh. Tersebutlah seorang raja bernama Prabu Sukaresi ( Prabu Adimulya Permana Dikusuma th.742-752 Masehi ) mengembara bersama beberapa pengawal terpilih yang berpengalaman.

Pengembaraan dilakukan untuk mencari daerah yang cocok dijadikan pusat pemerintahan kerajaan, saat untuk pusat kerajaan. Prabu Ajar  Sukaresi segera memerintahkan pengawalnya untuk membangun peristirahatan, dia sendiri akan meneliti dan meninjau secara sesama daerah sebrang cijolang tersebut.

Setelah penelitian, Prabu Ajar Sukaresi mengajak pasukannya untuk memulai persiapan membuka  daerah yang akan dijadikan pusat kerajaan. Bekas tempat peristirahatan sementara di tepi sungai cijolang tadi, sekarang di sebut dodokan artinya bekas tempat peristirahatan raja.

Pada suatu hari, Prabu Ajar  Sukaresi berkeliling daerah ternyata daerah tersebut dikelilingi tebing tinggi, melihat kondisi ini, Prabu Ajar Sukaresi, Beranggapan bahwa daerah ini, tidak dapat berkembang dang di perluas karena dibatasi tebing. Dengan terpaksa, persiapan yang telah dilaksanakan untuk membangun pusat pemerintahan di tinggalkan. Karena letaknya berada di sebuah lembah yang di kelilingi tebing, maka daerah ini di sebut Kampung Kuta.

Untuk selanjutnya, karena dilator belakangi oleh beberapa alasan, maka Raja Galuh tidak jadi membangunya di kampung kuta, melainkan di Desa Karangkamulyan sekarang kecamatan Cijengjing, untuk memelihara Kampung Kuta, Raja Galuh Mempercayai Raja Cirebon,dan Rja Solo X untuk mengutus orang kepercayaannya, yaitu Raksa Bumi dari Cirebon dan Bata Sela dari Solo. Diantara dua orang yang ditugaskan, yang paling cepat dating ke Kampung Kuta Yaitu traksabumi. Kemudian traksa bumi menetap di Kampung Kuta dengan Memelihara keutuhan daerah Kampung Kuta dengan sambutan Ki Bumi yang di beri gelar Kuncen ( Juru Kunci).Ki Bumi menjaga beberapa peralatan/perbekalan yang belum sempat dibawa kota Raja Baru ( Karangkamulyan).Untuk selanjutnya Ki Bumi tersebut merupakan leluhur yang menurunkan kuncen Kampung Kuta sampai sekarang .

[alert style=”white”]oleh: Eman Hermansyah Sastrapraja (Kasi Sejarah dan purbakala Disbudpar Kab. Ciamis)[/alert]

Karangkamulyan

Karangkamulyan

Obyek Wisata Karangkamulyan terletak di Desa Karangkamulyan Kecamatan Cijeungjing dengan jarak 16 Km dari Kota Ciamis ke arah timur. Cagar Budaya ini merupakan peninggalan pusat Kerajaan Galuh Pusaka yang dikukuhkan oleh Sanghyang Permanadikusuma. Disini bisa melihat tempat-tempat bekas peninggalan dari legenda Ciung Wanara salah seorang putra Sanghyang Permanadikusuma.

Peninggalan tersebut antara lain :

  1. Batu Pancalikan, yaitu bekas singgasana dan tempat bermusyawarah Raja.
  2. Panyambungan Ayam, yaitu tempat bekas Ciung Wanara menyambung ayam dengan Bondan Sarati.
  3. Sanghyang Bedil.
  4. Lambang Peribadatan.
  5. Sumber air Citeguh dan Cirahayu.
  6. Makam Adipati Panaekan.
  7. Pamangkonan.
  8. Batu Panyandaan.
  9. Sungai Patimuan.
  10. Leuwi Sipatahunan, tempat bayi Ciung Wanara dibuang (dibuang di Sungai Citanduy).

Dilokasi ini dibangun Gong Perdamaian Dunia sebagai lambang persaudaraan perdamaian dan gong ini merupakan gong perdamaian terbesar yang terdapat di dunia.

[alert style=”white”]referensi: ciamiskab [/alert]

Astana Gede

Astana Gede

Obyek wisata Astana Gede berlokasi di Desa Kawali Kecamatan Kawali dengan jarak 21 Km dari Kota Ciamis ke arah utara. Terdapat beberapa buah batu-batu bertulis (prasasti) yang merupakan cikal bakal bukti keberadaan Kerajaan Sunda yang dibuat pada masa Pemerintahan Prabu Niskala Wastu Kencana.

Salah satu dari Batu Bertulis tersebut bertuliskan “Mahayuna Ayuna Kadatuan” yang dijadikan sebagai moto juang Kabupaten Ciamis. Selain Batu Prasasti, terdapat pula peninggalan lainnya berupa:

  1. Seperangkat Batu Desolit, yaitu batu tempat pelantikan Raja yang disebut Palangka.
  2. Batu Telapak Kaki dan Tangan dengan garis retak-retak menggambarkan kekuasaan dan penanggalan (kalender).
  3. Terdapat 3 (tiga) buah Batu Menhir, Batu Panyandaan, Batu Panyandungan dan Batu Pamuruyan (alat untuk bercermin).

[alert style=”white”]referensi: ciamiskab[/alert]

Situ Lengkong Panjalu

Situ Lengkong Panjalu

Situ Lengkong Panjalu merupakan perpaduan antara objek wisata alam dan objek wisata budaya. Situ Lengkong Panjalu terletak di Desa Panjalu Kecamatan Panjalu dengan jarak 42 Km dari kota Ciamis ke arah utara. Di   objek   wisata ini kita bisa menyaksikan indahnya Danau ( Situ) yang  berudara sejuk dengan sebuah pulau (nusa) ter dapat ditengahnya yang disebut Nusa Larang, di Nusa itu terdapat makam Hariang Kencana, putra dari Hariang Borosngora, Raja Panjalu yang membuat Situ Lengkong pada masa beliau menjadi Raja Kerajaan Panjalu.

Untuk menghormati  jasa para leluhur Panjalu, maka sampai saat ini warga keturunan Panjalu biasa melaksanakan semacam upacara adat yang disebut Nyangku,  acara ini dilaksanakan pada tiap-tiap Bulan Maulud dengan jalan membersihkan benda – benda pusaka yang disimpan disebuah tempat khusus  ( semacam museum ) yang disebut Bumi Alit.

Kegiatan yang bisa dilaksanakan disini antara lain berperahu mengelilingi nusa, camping dan sebagainya.

[alert style=”white”]referensi: ciamiskab [/alert]

Page 20 of 20« First...10...1617181920