PSGC Lolos ke Divisi Utama Liga Indonesia

PSGC Lolos ke Divisi Utama Liga Indonesia

Tim Persatuan Sepak bola Galuh Ciamis (PSGC) berhasil lolos ke Divisi Utama Liga Indonesia 2014-2015, setelah keluar menjadi runner up pada kompetisi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) pada Divisi I Liga Indonesia XVIII/2013 putaran II. Prestasi tersebut baru pertama kali diraih PSGC pada khususnya dan merupakan torehan sejarah bagi Kabupaten Ciamis.

Diakui manajer tim PSGC, Herdiat, prestasi yang diraih anak didiknya itu memberikan warna tersendiri, baik bagi PSGC maupun Pemerintah Kabupaten Ciamis. Pasalnya, sejak berdirinya Kabupaten Ciamis, keinginan untuk bertengger di papan divisi utama baru sebatas impian.

“Sekarang impian itu sudah menjadi kenyataan. Bagi kami, ini merupakan sejarah, baik bagi tim maupun pemerintahan. Mudah-mudahan dengan prestasi yang telah diraih ini, akan memberikan warna tersendiri bagi Pemerintah Kabupaten Ciamis,” ungkap Herdiat saat ditemui di Pendopo Pemerintah Kabupaten Ciamis sebelum menyambut kedatangan tim dari Jakarta, Senin (23/9/2013).

Dijelaskan Herdiat, pada kompetisi PSSI Divisi I Liga Indonesia 2013, PSGC berhasil mengantongi 10 poin setelah menahan imbang dengan Persibas Banyumas di Stadion Lebak Bulus Jakarta pada Minggu (22/9/2013). Diungkapkan dia juga, pada kompetisi di Divisi I ini, PSGC menjalani lima pertandingan.

“Kompetisi putaran kedua itu diikuti enam kesebelasan, yakni PSGC, Vila 2000, Maung Bandung, Persibas, Persik Kendal, dan Perserang,” tutur Herdiat.

Dalam kompetisi Divisi I Liga Indonesia XVIII/2013 Putaran II, dari 5 kali kesempatan bertanding, tim PSGC berhasil memenangkan pertandingan sebanyak 3 kali, kalah 1 kali, dan seri 1 kali. PSGC berhasil unggul pada pertandingan melawan Perserang (2-0), PS Kendal (3-1),dan Maung Bandung (5-3).

Namun pil pahit pun harus ditelan PSGC saat dikalahkan Villa 2000, sedangkan hasil seri saat bertanding melawan Persibas Banyumas (0-0). (A-198/A-88)***

[alert style=”white”] sumber: pikiran-rakyat [/alert]

BNNK Ciamis Rangkul Pecinta SCOOTER

BNNK Ciamis Rangkul Pecinta SCOOTER

Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Ciamis melalui Seksi Pencegahan kembali menggelar advokasi dalam upaya penegakkan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Kali ini giliran para pengurus Paguyuban Scooter Galuh (PASGAL) yang menjadi sasaran advokasi. Acara dilaksanakan pada Kamis (29/08/2013) lalu di Saung Sanggar Seni Rengganis Ciamispun berlangsung dengan penuh kekeluargaan dan keakraban.

Mengawali acara, Kepala BNNK Ciamis, Engkan Iskandar dalam sambutannya mengungkapkan harapannya atas peran serta yang maksimal dari para pecinta scooter yang tergabung dalam Pasgal, untuk berperan aktif dalam menegakan P4GN di wilayah Kabupaten Ciamis.

“Sebagaimana tertuang dalam Inpres Nomor 12 tahun 2011 tentang Jakstranas P4GN, yang kemudian di Kabupaten Ciamis ditindaklanjuti dengan Intruksi Bupati Nomor 1 Tahun 2012 Tentang Rencana Aksi Daerah dalam Pelaksanaan P4GN, maka Pasgal dan komunitas-komunitas lainnya yang berada di Kabupaten Ciamis, dituntut untuk bahu-membahu memberikan informasi yang benar tentang bahaya penyalahgunaan narkoba kepada sesama anggota dan komunitas lainnya” tegas Engkan Iskandar.

Harapan senada pun diungkapkan oleh Kasat Binmas Polres Ciamis, AKP. Suyadi yang juga menjadi narasumber dalam kegiatan advokasi tersebut.  Bahkan dalam uraiannya, Suyadi menekankan perbedaan antara komunitas pecinta motor atau club motor dengan geng motor.

“Salah satu ciri yang paling menonjol adalah, para pecinta motor yang tergabung dalam suatu komunitas motor pasti akan melakukan hal-hal positif, termasuk ikut aktip melaksanakan P4GN, sedangkan geng motor kerap meresahkan” ungkap Suyadi.

Ketua Pasgal, Agus S. Markusi menyambut baik kegiatan tersebut. Bahkan Agus mengaku bangga pihaknya bisa mendapatkan kesempatan untuk diajak berperan aktif dalam penegakan P4GN. “Suatu kesempatan berharga bagi kami bisa mengikuti kegiatan advokasi ini. Apalagi kami menyadari bahwa kami sangat kekurangan informasi tentang Narkoba” pungkas Agus.

[alert style=”white”] Sumber : Press Release BNNK Ciamis (ciamiskab)[/alert]

4 Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Ciamis Pada Pilkada Tahun 2013

4 Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Ciamis Pada Pilkada Tahun 2013

Bertempat di Gedung Islamic Centre Kabupaten Ciamis tepat pada pukul 11.35 WIB dilakukan pengundian nomor urut pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Ciamis.

Nomor urut 1 adalah pasangan H. Iing Syam Arifin dan Jeje Wiradinata, Nomor Urut 2 Bagus Arif Wiwaha dan H. Akasah, Nomor Urut 3 Budi Kurnia dan Hj. Mita Permatasari dan nomor urut 4 pasangan H. Heddy Suhendra dan H. Yedi.

Berdasarkan informasi dari KPUD Ciamis, Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Ciamis pada PILKADA 2013 akan diselenggarakan pada 22 September 2013.

4 Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Ciamis Pada Pilkada Tahun 2013

Berikut Informasi Para Calon tersebut:

sajiwa-H. Iing Syam Arifin dan Jeje Wiradinata

Nomor Urut 1, H. Iing Syam Arifin dan Jeje Wiradinata

“Sajiwa” adalah nama untuk pasangan H. Iing Syam Arifien – H. Jeje Wiradinata, yang dideklarasikan di Taman Raflesia, Alun-alun Ciamis, Minggu (30/6/2013). Pasangan incumbent ini diusung oleh koalisi pelangi (merah, kuning, hijau) yang terdiri 3 partai besar (PDIP, Golkar, dan PPP) dan menguasai 24 kursi di DPRD Ciamis, atau hampir 50% suara dewan.

Iing wabup incumbent, berasal dari PPP. Ia lahir sebagai anak seorang pimpinan pondok pesantren. Lulus APDN, dilanjutkan studi di IIP, Iing kemudian menjadi PNS selama 3 tahun di Bandung. Selepas itu berkarir di Ciamis hingga menjadi Kepala Kimprasda, sebelum menjadi Wakil Bupati. Ia aktif di beberapa kegiatan yayasan, pramuka, dan balawisata. Sedangkan H. Jeje Wiradinata dalah ketua DPC PDIP Kab Ciamis, dan pernah menjadi Ketua DPRD Kabupaten Ciamis. Pasangan “Sajiwa” mengusung konsep SEMPURNA (Sejahtera, Agamis, Mandiri, Produktif dan Profesional).

berkah-Bagus Arif Wiwaha dan H. Akasah

Nomor Urut 2, Bagus Arif Wiwaha dan H. Akasah

“Berkah” adalah singkatan untuk pasangan H. Bagus Arief Wiwaha – Drs. H. Akasah MBA. Bagus merupakan putra dari mantan Bupati Ciamis, H. Momon Gandasasmita, SH. Dengan demikian Bagus berhadapan dengan kakaknya sendiri, Hj. Mita dari pasangan “BUMI”.

Bagus dikenal sebagai seorang pengusaha. Sedangakan Drs. H. Akasah MBA. adalah mantan kadisdik Kabupaten Ciamis, yang juga aktif sebagai ketua AMS. Ia adalah muka lama di Partai Golkar, tetapi pada pencalonannya ini mendampingi Bagus yang hanya diusung Partai Demokrat.

bumi-Budi Kurnia dan Hj. Mita Permatasari

Nomor Urut 3, Budi Kurnia dan Hj. Mita Permatasari
“Bumi” merupakan singkatan nama dari Budi Kurnia S.Ag., M.Pd – Hj. Mita Permatasari. Pasangan ini diusung oleh koalisi 234 Plus yang terdiri dari PKB, PAN, PBB, Hanura, Gerindra, dan PKS. Pasangan tersebut dideklarasikan pada Sabtu (29/06/2013), di Pesantren Miftahul Ulum Bangunsirna Ciamis.

Budi adalah PNS aktif dengan jabatan Kasubag Agama di lingkungan Bagian Kesra Setda Kabupaten Ciamis. Alumni HMI tersebut juga merupakan Ketua DPD KNPI Kabupaten Ciamis. Pasangannya, Hj. Mita, merupakan putri dari mantan Bupati Ciamis, H. Momon Gandasasmita SH. Ia dikenal sebagai pengusaha yang juga tercatat mengetuai yayasan pendidikan tinggi di Garut.

H. Heddy Suhendra dan H. YediNomor Urut 4, H. Heddy Suhendra dan H. Yedi

Mengusung visi “Lugas, Cerdas dan Kerja keras”, Ir. Heddy Suhendra M.A. tercatat sebagai seorang pensiunan, yang sekarang sukses menjadi pengusaha di bidang pertambangan.

[alert style=”white”] referensi: ciamiskab, ciamis.info, kpu-ciamis, dan sumber lainnya[/alert]

 

 

Sukahaji Water Boom, Cihaurbeuti

Sukahaji Water Boom, Cihaurbeuti

Sukahaji Waterboom berlokasikan di jalan Cihaurbeuti desa Sukahaji Kabupaten Ciamis. Dibangun diatas tanah 10.000 m2 dan didesain khusus sebagai Taman Rekreasi Air dan bermain dengan konsep nuansa alam yang eksotik dengan pemandangan Gunung Galunggung.

Berbagai macam aktivitas permainan atraksi Air dan taman bermain anak-anak yang menarik, unik, dan mengasyikkan dan penuh petualangan bagi anak-anak, sampai dengan remaja yang dapat anda nikmati.

Sukahaji Water Boom Cihaurbeuti

Kontak:
Sukahaji Waterboom Ciamis
JL. Cihaurbeuti , Ciamis, Jawa Barat, Indonesia
0813-1140-8584

Email: [email protected] / [email protected]

[alert style=”white”] referensi: http://waterboomsukahaji.co.nr/, http://www.facebook.com/Sukahaji.Waterboom.Ciamis [/alert]

Lima Pemain Mantan Persib Gabung PSGC

Lima Pemain Mantan Persib Gabung PSGC

Lima mantan pemain Persib masing-masing Yaris Ryadi, Jajang Hasan, Irwan Wijasmara, Ervina, dan Budiman Yunus, hampir dipastikan segera bergabung dengan squad PSGC Ciamis setelah mengikuti seleksi di Stadion Galuh Ciamis beberapa hari terakhir. Bahkan Yaris Ryadi dan Budiman Yunus sudah menandatangi kontrak.

Para mantan pemain Persib ini akan memperkuat PSGC untuk menghadapi lanjutan Kompetisi Divisi I PSSI 2012-2013 yang bakal bergulir Juni nanti. PSGC menargetkan lolos masuk Divisi Utama PSSI.

“Dengan bergabungnya sejumlah pemain berpengalaman tersebut, harapannya PSGC sukses di Kompetisi Divisi I dengan target masuk Divisi Utama. Mudah-mudahan tercapai,” ujar assisten Manejer PSGC, Aep Saefulloh di sela-sela memantau latihan PSGC di Stadion Galuh Ciamis Minggu (12/5) siang.

Dengan stadion yang layak tentunya sudah saatnya Ciamis memiliki kesebelasan yang bertanding di arena kompetisi yang lebih bergengsi.

Menurut pelatih PSGC, Heri Rafni Kotari, ke-5 mantan pemain Persib tersebut sudah melewati tahap seleksi akhir, bahkan dua pemain di antaranya sudah tekan kontrak yakni Budiman Yunus dan Yaris Ryadi.

Selain ke-5 mantan pemain Persib tersebut, kata Heri, ada lima pemain lainnya yang ikut seleksi masing-masing Rediana (PSCS Cilacap), Ardi (Persisam Samarinda), Irfan (Persita Tanggerang), Edwin (Perseman Manokwari) dan Ardi (Persipasi Bekasi). “Namun Edwin terpaksa dicoret karena tidak sesuai dengan kriteria seleksi,” ujar Heri Rafni Kotari yang juga mantan pemain Persib ini. (sta)

[alert style=”white”] sumber: tribunnews [/alert]

Peninggalan Kerajaan Galuh Ciamis

Peninggalan Kerajaan Galuh Ciamis

Banyak generasi muda Ciamis khususnya yang mungkin tidak mengetahui peninggalan Kerajaan Galuh sebagai nenek moyanknya, berikut adalah peninggalan-peninggalan dari Kerajaan Galuh Ciamis.

Keberadaan Kerajaan Galuh diketahui melalui sumber-sumber sejarah baik yang berupa prasasti, candi maupun artefak lainnya.

Prasasti dari masa Kerajaan Galuh

  • Prasasti Mandiwunga
  • Prasasti Cikajang
  • Prasasti Rumatak
  • Prasasti Galuh

Kepurbakalaan peninggalan Kerajaan Galuh

No. Kawasan Situs Artefak Koordinat
1. Sumedang Gunung Tampomas (Cimalaka) Teras berundak 108°05’BT, 06°47’LS, ±1020m dpl
Batu Kukus
Pabeasan
Astanagede (Darmaraja) Teras Berundak 108°05’BT, 06°53’LS, ±230m dpl
Embah Jalul
Lembu Agung
Dalem Demang
Astana Cipeueut (Darmaraja) Teras berundak 108°05’BT, 06°53’LS, ±230m dpl
2. Garut Cangkuan (Pulo-Leles) Struktur bangunan 107°55’BT, 07°06’LS, ±704m dpl
arca Nandi, Siwa,
Siwaguru
Neolitik
Megalitik
Ranca Gabus (Cibeureum) Teras Berundak (di 8 bukit) 107°57’BT, 07°07’LS, ±702m dpl
Pasir Lulumpang (13 teras)
Pasir Kiarapayung (10 teras)
Pasir Tengah (15 teras)
Pasir Kolecer (13 teras)
Pasir Astaria (19 teras)
Pasir Luhur (15 teras)
Pasir Gintung (12 teras)
Pasir Tunjung (19 teras)
3. Tasik Malaya Indihiyang struktur bangunan 108°12’BT, 07°11’LS, ±420m dpl
Sisa fondasi
Lingga-yoni
Lumpang, umpak
Batu
4. Ciamis Batu Kalde (Pangandaran) struktur bangunan 108°39’BT, 07°34’LS, ±03m dpl
Kanduruan (Batulawang-Banjar) serakan batu 108°32’ BT, 07°24’LS, ±43m dpl
Menhir
Stone-Cist
Kalipucang struktur batu 108°45’BT, 07°39’LS, ±50m dpl
Arca yoni, Nandi
Lingga
Ronggeng struktur bangunan 108°29’BT, 07°24’LS, ±98m dpl
Lingga, Yoni, Nandi
Karang Kamulyan (Cisaga) Batu Pangcalikan 108°29’BT, 07°21’LS, ±40m dpl
Sanghiyang Bedil
Panyambungan Hayam
Lamban Peribadatan
Cikahuripan
Panyandaan
Sri Bagawat Pohaci
Pamangkonan
Makam Adipati Panaekan
Gunung Padang (Cikoneng) Teras berundak (5 teras) 108°16’BT, 07°17’LS, ±430m dpl
Mata air
Kawali (Kawali) Teras berundak (5 teras) 108°23’BT, 07°11’LS, ±415m dpl
Prasasti batu (6 prasasti)
Batu Tapak
Batu Pangeunteungan
Batu Panyandaan
Batu Panyandungan
Sejumlah besar menhir
Kerakal andesit
5. Kuningan (Ciniru) Sukasari Lapik persegi 108°30′ BT, 07° 03′ LS, ± 310 m dpl
Yoni, Lumpang
Susukan (Ciawigebang) Lapik persegi 108°34’BT, 06° 57′ LS, ± 303 m dpl
Yoni, meja batu (?)
Ciarca (Darma) serakan batu 108° 25′ BT, 06° 58′ LS, ± 945 m dpl
Lapik, Yoni
menhir
Hululingga Teras berundak 108° 25′ BT, 06° 58′ LS, ± 945 m dpl

[alert style=”white”] referensi: id.wikipedia.org, ilustrasi: pholoroid.blogspot.com [/alert]

Sekilas Asal Mula Kawali Ciamis

Sekilas Asal Mula Kawali Ciamis

Kawali adalah sebuah kota kecamatan yang berada di kabupaten Ciamis propinsi Jawa Barat-Indonesia. Kawali terbagi menjadi 11 Kelurahan / desa:

  1. Citeureup
  2. Karangpawitan
  3. Kawali
  4. Kawalimukti
  5. Linggapura
  6. Margamulya
  7. Purwasari
  8. Selasari
  9. Sindangsari
  10. Talagasari
  11. Winduraja

Asal mula kata Kawali menurut sejarah berdirinya kota Kawali diambil dari dua kata (Bhs.Sunda) yaitu Cai dan Kuali.Cai=Air,dan Kuali=wajan,penggorengan.Cai Kuali disingkat menurut lafal lidah Sunda menjadi Cikawali yang artinya air kuali.Ini dikaitkan dengan adanya satu sumber mata air dengan bentuk seperti kuali yang tidak pernah kering walau musim kemarau panjang.Begitupun struktur daerah Kawali kalau kita lihat dari daerah paling atas atau pegunungan menyerupai kuali dengan pusat kotanya berada di Alun-Alun Kawali.

“Cerita lain mengatakan bahwa asal usul nama Kawali bermula dari peristiwa Ajar Sukaresi ketika kesaktiannya diuji oleh Bondan seorang Raja Galuh.Pada suatu hari datanglah Bondan bersama Pangrenyep ke pertapaan Ajar, Bondan sengaja mendandani istrinya dengan cara menyimpan kuali di perut pangrenyep dengan maksud supaya disangka mengandung. Kemudian disuruhnya Ajar Sukaresi itu untuk menerka, apakah kandungan yang ada di perut istrinya itu akan melahirkan anak bayi laki-laki atau bayi perempuan. Kemudian Ajar menerka bahwa kandungan perut Pangrenyep itu akan melahirkan bayi laki-laki”.

Cai Kawali Kota kecamatan Kawali adalah aset berharga untuk kabupaten Ciamis.Di Kawali terdapat satu situs sejarah peninggalan raja pajajaran ini dibuktikan dengan adanya Prasasti Batu Tulis di Astana Gede Kawali,yang erat kaitannya dengan Prasasti Batu Tulis Bogor.Kawali merupakan Aset sejarah dan budaya yang mempunyai nilai luhur, warisan sejarah dan budaya yang sangat berharga sebagai cerminan peradaban budaya para pendahulu kita yang tinggi, penuh cita rasa, etika dan estetika serta sakral, sebagai peninggalan dari masa kerajaan Sunda sewaktu pusat kerajaan Sunda Galuh di Kawali.

Pesona yang dipunyai kota kecamatan Kawali akan saya bahas di artikel selanjutnya.Kekurangan serta kelebihannya dalam meng-arsipkan dokumen sejarah ini mohon maklum,sekiranya ada penambahan materi atau perbaikan dari nonoman Galuh,saya akan berbangga dan bersenang hati.Terima Kasih tak terhingga untuk ikut mencintai fakta sejarah bangsa kita.

[alert style=”white”]referensi: TATAR GALUH CIAMIS/Uus Suryaman Rukmana [/alert]

Goa Donan, Wisata Leluhur Ciamis yang Terabaikan

Goa Donan, Wisata Leluhur Ciamis yang Terabaikan

Penggalian dan pemanfaatan kawasan wisata di Kabupaten Ciamis hingga kini belum menunjukan peningkatan. Terbukti, masih banyak potesni wisata yang belum tergarap secara maksimal bahkan tidak tersentuh pemeliharan.

Satu di antara potensi wisata tersebut adalah Goa Donan yang terletak di Dusun Cintamaju Desa Tunggilis Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Ciamis.

Saat ini, Goa Donan yang sempat menjadi kebanggaan masyarakat Tunggilis, sejak 20 tahun lalu tak lagi tersentuh peraswatan. Alhasil Goa Donan yang dulu menjadi pusat digelarnya kegiatan masyarakat setempat, kini hanya menyisakan bangunan tak terawat yang penuh semak belukar.

Data yang dihimpun, Goa Donan itu mulai dibuka untuk umum sejak tahun 1976 silam. Saat itu, goa tersebut banyak dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah. Bahkan Goa Donan ini dahulunya sering di pergunakan untuk lokasi hiburan rakyat pemutaran film layar tancap.

Kuncen Goa Donan, Marjuk menyebutkan,selain digunakan untuk menggelar even hiburan rakyat seperti layar tancap, Goa Donan juga memiliki daya tarik tersendiri. Pasalnya, goa sepanjang 400 meter tersebut banyak ditemukan batu-batu stalagnit.

“Goa Donan itu umurnya sudah mencapai satu abad lebih. Selian itu, goa tersebut memiliki panjang sekitar 400 meter. Bagi pengunjung yang mau masuk kedalam goa harus membawa lampu senter untuk penerangan,” ungkap Marjuk, Rabu (27/3/2013).

Marjuk mengaku, menyesalkan sikap dan minimnya perhatian Pemkab Ciamis dan dinas terkait. Sehingga Goa Donan yang harusnya menjadi satu wisata unggulan Ciamis, kini tak ubahnya menjadi sarang semak-semak belukar.

Kepala Desa Tunggilis Ilan Gumilar menambahkan, sejak beberapa tahun lalu, pihaknya sudah beberapa kali menyampaikan kondisi terbengkalainya Goa Donan ke Pemkab Ciamis melalui Disbudpar. Namun, hingga kini belum ada tanggapan sama sekali.

” Warga berharap, pemerintah mampu membuka kembali aset yang terbengkalai itu. Selain itu, Goa Donan juga membutuhkan renovasi agar tidak terlihat kumuh, karena goa tersebut layak dijadikan tempat wisata unggulan di Kabupaten Ciamis,” tandasnya. [den]

[alert style=”white”]sumber: inilahkoran.com[/alert]

NYANGKU di Panjalu

NYANGKU di Panjalu

Kegiatan “NYANGKU” merupakan kegiatan tahunan masyarakat Panjalu Kabupaten Ciamis yang biasa dilaksanakan di minggu terakhir bulan Maulid pada hari Senin atau Kamis. Kegiatan “NYANGKU” mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Daerah Kabupaten Ciamis, Kepolisian, TNI dan seluruh elemen masyarakat Kabupaten Ciamis sebagai aset kebudayaan peninggalan leluhur Panjalu yang sangat berharga yang wajib dilestarikan. “NYANGKU” diawali dengan arak-arakan benda pusaka menuju Alun-alun Kecamatan Panjalu. Di Alun-alun Panjalu barulah prosesi pembersihan pusaka-pusaka dilaksanakan satu-persatu dengan penuh khidmat. Sedangkan air yang digunakan untuk membersihkan pusaka-pusaka tersebut berasal dari berbagai sumber mata air di seputar provinsi Jawa Barat.

Kegiatan “NYANGKU” kali ini dilaksanakan pada hari Senin (4/2) bertempat di alun-alun Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis. Seperti dituturkan oleh Ketua Panitia Penyelenggara Bapak Ucup dalam sambutannya, ”Arti kata “NYANGKU” berarti “membersihkan”. Jadi pada hakikatnya, menurut Ucup, NYANGKU adalah ritual untuk membersihkan pusaka-pusaka peninggalan para leluhur Panjalu yang salah satu peninggalan tersebut berbentuk pedang yang diberikan Sayidina Ali Rodhialloh huanhu kepada Prabu Boros Ngora (Raja Panjalu saat itu).

Ucup juga menuturkan, bahwa Upacara nyangku ini merupakan acara melestarikan dan memelihara pusaka para leluhur, bukan berarti ‘menyembah pusaka’ karena hal tersebut termasuk musyrik. Karena masyarakat Panjalu yang religius sebagai Umat Muslim tetap menyembah dan meminta pertolongan kepada Allah SWT. Demikian paparan Bapak Ucup sebagai Ketua Panitia Penyelenggara Upacara “NYANGKU” dalam laporannya di awal upacara “NYANGKU”.

Kegiatan  berupa budaya pembersihan benda-benda pusaka peninggalan para leluhur Panjalu ini sama seperti budaya “Sekatenan” di Yogyakarta dan “Upacara Panjang Jimat” di Cirebon,” tambah Ucup. Budaya ini adalah merupakan kekayaan warisan masyarakat Panjalu. Oleh karena itu panitia mengajak warga masyarakat Panjalu pada khususnya dan warga masyarakat Tatar Galuh Ciamis pada umumnya yang peduli terhadap kebudayaan warisan leluhur Panjalu  untuk melestarikan “NYANGKU” sebagai kebudayaan Panjalu yang tidak boleh punah sampai kapanpun.

Ucup juga menjelasakan, bahwa Upacara “NYANGKU” ini telah dikenal sampai ke mancanegara seperti, Timur Tengah, Asia bahkan Amerika Serikat. Untuk penyempurnaan pada pelaksanaannya, panitia fokus pada sistem penyelenggaraan dan SDM pelaksananya. Perhatian terhadap Upacara “NYANGKU” datang dari berbagai pihak dan berbagai daerah di Nusantara khususnya pihak-pihak yang ‘concern’ terhadap budaya tanah air, misalnya perhatian dari Universitas Padjadjaran-Bandung melalui dukungan Profesor Nina Lubis untuk menyusun sejarah Panjalu secara lengkap dan terintegrasi.

Dalam kesempatan tersebut Ketua Panitia Penyelenggara menyampaikan ucapan terima kasih atas perhatian penuh dari Pemerintah Daerah Kabupaten Ciamis, khususnya dalam pembangunan infrastruktur sarana dan prasarana pendukung pelestarian kebudayaan di Panjalu. Seperti penataan Alun-alun Kecamatan Panjalu dengan pembuatan panggung permanen, sehingga sangat menunjang  acara seperti “NYANGKU”. Tinggal pembinaan sumber daya manusia (SDM) pengelolanya agar lebih baik lagi. Selanjutnya sampai saat ini koordinasi antara para kepala desa, camat sampai tingkat kabupaten telah berjalan dengan baik terutama konsentrasi terhadap bidang kesehatan, pendidikan dan kepariwisataan,” demikian penuturan Bapak Ucup.

Pesan terakhir Bapak Ucup, ”Jadikanlah kegiatan ini sebagai salah satu bentuk upaya pelestarian budaya leluhur, jangan dijadikan kegiatan penyembahan kepada pusaka, karena sebagai Umat Muslim masyarakat Panjalu tetap menyembah, berdo’a dan memohon kepada Allah SWT Tuhan Yang Maha Kuasa  seperti halnya kegiatan “NYANGKU” ini dirangkaikan dengan kegiatan peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW, Bazar dan pentas kreasi seni kebudayaan setempat.

Bupati Ciamis H. Engkon Komara yang berkesempatan hadir dalam acara “NYANGKU” sangat mengapresiasi kegiatan yang digelar. Sedangkan kegiatan “NYANGKU” ini pula memiliki arti khusus bagi Bupati Engkon karena secara keturunan, Bupati Engkon Komara juga lahir dari keturunan keluarga besar Panjalu  tepatnya yaitu di daerah Sandingtaman Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis.

Dalam sambutannya, Bupati Ciamis menceritakan sekelumit sejarah Panjalu khususnya di masa kepemimpinan Prabu Boros Ngora di Panjalu. Bupati Ciamis mengajak warga masyarakat Kabupaten Ciamis untuk melestarikan kebudayaan yang ada di Tatar Galuh Ciamis, termasuk kebudayaan “NYANGKU” sebagai salah satu warisan berharga dari nenek moyang Ciamis.

Masih dalam sambutannya, Bupati Engkon menyampaikan dampak positif dari penyelenggaran acara ini yaitu bahwa Generasi Muda menjadi tahu dan mengerti tentang asal-usul leluhurnya. Apalagi dengan dapat menyaksikan langsung secara khidmat upacara yang digelar pada hari ini. Bupati Ciamis juga mengamanatkan, ”Jangan sampai kegiatan ini disalahpersepsikan sebagai upacara menyembah pusaka (keris) karena hal tersebut hukumnya ‘musyrik’. “Tetapi mari kita kaitkan arti upacara “NYANGKU” ini dengan kehidupan kita sehari-hari yang harus senantiasa introspeksi apakah kita sudah bersih atau belum. Seperti halnya upacara “NYANGKU” ini, maka marilah kita selalu berupaya untuk membersikan diri dalam kehidupan kita,” demikian pesan dalam sambutan Bupati Ciamis.

Kelestarian terhadap Budaya Panjalu dengan situs dan kebudayaan religinya sempat menarik perhatian mantan Presiden Republik Indonesia KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) berkunjung ke Panjalu beberapa tahun silam. Hal ini menunjukkan bahwa Panjalu memiliki objek wisata yang sangat potensial yang dapat meningkatkan kesejahteraan warga masyarakat Panjalu dan sekitarnya dalam segi perekonomian,” demikian disampaikan Bupati Ciamis menutup sambutannya.

[alert style=”white”] Sumber : Press Release Humas Setda Kabupaten Ciamis/ciamiskab[/alert]

Galuh Ontel Eling Sadaya (GOES)

Galuh Ontel Eling Sadaya (GOES)

Ciamis Car Free Day 3

Komunitas sepeda Ontel Ciamis yang tergabung dalam Galuh Ontel Eling Sadaya (GOES)

[alert style=”white”] foto: ciamiskab, GOES Ciamis [/alert]

ICAKAN Mega Wisata Indonesia, Ciamis

ICAKAN Mega Wisata Indonesia, Ciamis

Berlokasi di Dusun Cikacang, Desa Sukamulya, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis. Lokasi Icakan mudah dijangkau dan dekat pusat kota Ciamis.

ICAKAN ini terletak tidak terlalu jauh dari pusat Kota Ciamis. Untuk tiba di gerbang menuju ICAKAN ini jauhnya hanya sekitar 3 km ke arah Cirebon. Hanya memang dari gerbang menuju lokasi dirasa cukup jauh karena suasana desa yang membuat kita betah berlama-lama di jalan, selain juga karena jalan yang agak berliku karena merupakan jalan desa. Akan tetapi, semakin lama semakin menanjak ke arah gunung membuat kita semakin penasaran, seperti apakah gerangan kawasan wisata ini?

Menjelang tikungan terakhir, baru terlihat ICAKAn ini secara keseluruhan karena diselingi lembah yang cukup lebar sehingga jarak dan bidang pandak cukup untuk dapat melihat hampir keseluruhan kawasan.

Begitu memasuki gerbang lokasi, langsung disuguhi pemandangan yang sangat menarik, di kiri ada danau yang cukup besar dengan restauran di tepinya, di kanan adalah area parkir kendaraan, sementara pemandangan lurus adalah pemandangan lepas ke arah lembah di kejauhan, walau sayang sekali sedikit terhalang oleh kehadiran patung gorila di tengah persimpangan. Tata letaknya menurut saya sudah cukup baik dengan membagi kawasan menjadi beberapa bagian dengan fungsi berbeda. Ada area main kuda, area sepeda air (bentuknya memang mirip sepeda, tapi di air), area futsal, area berenang, danau dengan perahu angsanya, area flying fox, area untuk menikmati pemandangan, dan area untuk aktifitas otubond atau petualangan.

[alert style=”white”]video: youtube, referensi: dianheri.alami-group.net [/alert]

Page 5 of 20« First...34567...1020...Last »