APAL TEU LUR? : " Museum Galuh Pakuan diresmikan pada hari Minggu 18 Juli 2010 dengan dihadiri Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf. Museum tersebut terletak di Jl. KH. A. Dahlan No 40 Ciamis, dan berisi koleksi benda-benda pusaka peninggalan kerajaan Galuh "

Rumah Adat Cikondang

Rumah_Adat_Cikondang

Menurut kuncen Kampung Cikondang, konon mulanya di daerah ini ada seke (mata air) yang ditumbuhi pohon besar yang dinamakan Kondang. Oleh karena itu selanjutnya tempat ini dinamakan Cikondang atau kampung Cikondang. Nama itu perpaduan antara sumber air dan pohon Kondang; “ci’ berasal dari kependekan kata “cai’ artinya air (sumber air), sedangkan “kondang’ adalah nama pohon tadi. Masih menurut penuturan kuncen, untuk menyatakan kapan dan siapa yang mendirikan kampung Cikondang sangat sulit untuk dipastikan. Namun, masyarakat meyakini bahwa karuhun (Leluhur) mereka adalah salah seorang wali yang menyebarkan agama Islam di daerah tersebut. Mereka memanggilnya dengan sebutan Uyut Pameget dan Uyut Istri yang diyakini membawa berkah dan dapat ngauban (melindungi) anak cucunya.

Kapan Uyut Pameget dan Uyut Istri mulai membuka kawasan Cikondang menjadi suatu pemukiman atau kapan ia datang ke daerah tersebut? Tidak ada bukti konkrit yang menerangkan kejadian itu baik tertulis maupun lisan. Menurut perkiraan seorang tokoh masyarakat, Bumi Adat diperkirakan telah berusia 200 tahun. Jadi, diperkirakan Uyut Pameget dan Uyut Istri mendirikan pemukiman di kampung Okondang kurang lebih pada awal abad ke-XIX atau sekitar tahun 1800.

Pada awalnya bangunan di Cikondang ini merupakan pemukiman dengan pola arsitektur tradisional seperti yang digunakan pada bangunan Bumi Adat. Konon tahun 1940-an terdapat kurang lebih enam puluh rumah. Sekitar tahun 1942 terjadi kebakaran besar yang menghanguskan semua rumah kecuali Bumi Adat. Tidak diketahui apa yang menjadi penyebab kebakaran itu. Namun ada dugaan bahwa kampung Cikondang dulunya dijadikan persembunyian atau markas para pejuang yang berusaha membebaskan diri dari cengkeraman Belanda. Kemungkinan tempat itu diketahui Belanda dan dibumi hanguskan.

Jarak dari Kota Bandung ke Kampung adat Cikondang ini sekitar 38 kilometer, sedangkan dari pusat Kecamatan Pengalengan sekitar 11 kilometer. Dari Kota Bandung ke arah selatan melewati Kecamatan Banjaran dan Kecamatan Cimaung.

Sumber : Kampung Adat & Rumah Adat di Jawa Barat, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Barat 2002 

Posting Lainnya

"Nyangku" di Panjalu
Mengenal Iket Sunda
Jembatan Cirahong Ciamis
Cagar Alam Pananjung
Goa Donan, Wisata Leluhur Ciamis yang Terabaikan

Berikan Komentar Lewat Account Facebook

No comments.

Leave a Reply

Connect with Facebook

Saturday Oct 25 - 12:17am - Selamat Tahun Baru 1436 Hijriah. Ya Allah, berilah hamba kesempatan dan bimbingan tuk bisa menjalani tahun ini... http://t.co/7m2u8St5IB <> Monday Oct 20 - 4:08am - Terima Kasih Pak SBY & Selamat Bekerja Pak Jokowi-JK http://t.co/GwHlGyIW89 <> Thursday Oct 16 - 5:22am - *BERAPA HARGA ANAK KITA?* (Sebuah Renungan) Berapa harga anakmu? Bingung pasti... Karena nilai anak tak bisa... http://t.co/UbPJOR6r42 <> Tuesday Oct 14 - 1:52am - Informasi sareng Motivasi (Mungpung enjing keneh..,urang silih pada emutan bilih lepat mangga di comen ) TEU... http://t.co/GudHM41BJg <> Wednesday Oct 1 - 2:38am - Yaa Allah rabbKu, bila rejeki kami jauh dekatkan dia, bila rejeki kami sedikit perbanyaklah dia. Bila rejeki kami... http://t.co/9uhqmOlIs8 <>
Informasi Lainnyaclose