APAL TEU LUR? : " Atraksi Seni Wayang Landung diciptakan awal Agustus 2007 oleh seniman Ciamis Pandu Radea "

Rumah Adat Cikondang

Rumah_Adat_Cikondang

Menurut kuncen Kampung Cikondang, konon mulanya di daerah ini ada seke (mata air) yang ditumbuhi pohon besar yang dinamakan Kondang. Oleh karena itu selanjutnya tempat ini dinamakan Cikondang atau kampung Cikondang. Nama itu perpaduan antara sumber air dan pohon Kondang; “ci’ berasal dari kependekan kata “cai’ artinya air (sumber air), sedangkan “kondang’ adalah nama pohon tadi. Masih menurut penuturan kuncen, untuk menyatakan kapan dan siapa yang mendirikan kampung Cikondang sangat sulit untuk dipastikan. Namun, masyarakat meyakini bahwa karuhun (Leluhur) mereka adalah salah seorang wali yang menyebarkan agama Islam di daerah tersebut. Mereka memanggilnya dengan sebutan Uyut Pameget dan Uyut Istri yang diyakini membawa berkah dan dapat ngauban (melindungi) anak cucunya.

Kapan Uyut Pameget dan Uyut Istri mulai membuka kawasan Cikondang menjadi suatu pemukiman atau kapan ia datang ke daerah tersebut? Tidak ada bukti konkrit yang menerangkan kejadian itu baik tertulis maupun lisan. Menurut perkiraan seorang tokoh masyarakat, Bumi Adat diperkirakan telah berusia 200 tahun. Jadi, diperkirakan Uyut Pameget dan Uyut Istri mendirikan pemukiman di kampung Okondang kurang lebih pada awal abad ke-XIX atau sekitar tahun 1800.

Pada awalnya bangunan di Cikondang ini merupakan pemukiman dengan pola arsitektur tradisional seperti yang digunakan pada bangunan Bumi Adat. Konon tahun 1940-an terdapat kurang lebih enam puluh rumah. Sekitar tahun 1942 terjadi kebakaran besar yang menghanguskan semua rumah kecuali Bumi Adat. Tidak diketahui apa yang menjadi penyebab kebakaran itu. Namun ada dugaan bahwa kampung Cikondang dulunya dijadikan persembunyian atau markas para pejuang yang berusaha membebaskan diri dari cengkeraman Belanda. Kemungkinan tempat itu diketahui Belanda dan dibumi hanguskan.

Jarak dari Kota Bandung ke Kampung adat Cikondang ini sekitar 38 kilometer, sedangkan dari pusat Kecamatan Pengalengan sekitar 11 kilometer. Dari Kota Bandung ke arah selatan melewati Kecamatan Banjaran dan Kecamatan Cimaung.

Sumber : Kampung Adat & Rumah Adat di Jawa Barat, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Barat 2002 

Posting Lainnya

Situ Mustika
Gua Jepang Di Pananjung
Pantai Keusik Luhur
NGADAGE, Ngawangkong di Astana Gedé Kawali
Tapak Karuhun GALUH KERTABUMI di Gunung SUSURU (bagian 3-tamat)

Berikan Komentar Lewat Account Facebook

No comments.

Leave a Reply

Connect with Facebook

Tuesday Sep 9 - 2:36am - Melupakan kebaikan yang pernah kita lakukan akan membersihkan hati, banyak mengingat-ingat bahkan menceritakan... http://t.co/fFanx9xWUi <> Monday Sep 8 - 1:23am - Doaku hari ini: Yaa Allah rabbKu, bila rejeki kami jauh dekatkan dia, bila rejeki kami sedikit perbanyaklah dia.... http://t.co/kwhMNEXPjW <> Thursday Sep 4 - 1:16am - Doaku hari ini: Yaa Allah, ridhoi apa yang kami lakukan hari ini. Jika itu baik, lindungi kami. Jika itu buruk,... http://t.co/ryUVgdCzAd <> Saturday Aug 30 - 2:15am - Waktu kecil selalu berharap cepat-cepat tumbuh dewasa, tetapi setelah dewasa baru sadar bahwa masa kecil lebih... http://t.co/KqzYdbXIcq <> Monday Aug 11 - 1:09am - Ya Allah, jadikanlah aktivitas kami hari ini bernilai ibadah di hadapanMu dan jadikanlah kami hamba-hamba Mu yang... http://t.co/mPJ8nc8GvI <>
Informasi Lainnyaclose