APAL TEU LUR? : " Kabupaten Galuh diganti nama menjadi Kabupaten Ciamis oleh Bupati Rd. Tumenggung Sastra Winata pada tahun 1916. "

Rumah Adat Cikondang

Rumah_Adat_Cikondang

Menurut kuncen Kampung Cikondang, konon mulanya di daerah ini ada seke (mata air) yang ditumbuhi pohon besar yang dinamakan Kondang. Oleh karena itu selanjutnya tempat ini dinamakan Cikondang atau kampung Cikondang. Nama itu perpaduan antara sumber air dan pohon Kondang; “ci’ berasal dari kependekan kata “cai’ artinya air (sumber air), sedangkan “kondang’ adalah nama pohon tadi. Masih menurut penuturan kuncen, untuk menyatakan kapan dan siapa yang mendirikan kampung Cikondang sangat sulit untuk dipastikan. Namun, masyarakat meyakini bahwa karuhun (Leluhur) mereka adalah salah seorang wali yang menyebarkan agama Islam di daerah tersebut. Mereka memanggilnya dengan sebutan Uyut Pameget dan Uyut Istri yang diyakini membawa berkah dan dapat ngauban (melindungi) anak cucunya.

Kapan Uyut Pameget dan Uyut Istri mulai membuka kawasan Cikondang menjadi suatu pemukiman atau kapan ia datang ke daerah tersebut? Tidak ada bukti konkrit yang menerangkan kejadian itu baik tertulis maupun lisan. Menurut perkiraan seorang tokoh masyarakat, Bumi Adat diperkirakan telah berusia 200 tahun. Jadi, diperkirakan Uyut Pameget dan Uyut Istri mendirikan pemukiman di kampung Okondang kurang lebih pada awal abad ke-XIX atau sekitar tahun 1800.

Pada awalnya bangunan di Cikondang ini merupakan pemukiman dengan pola arsitektur tradisional seperti yang digunakan pada bangunan Bumi Adat. Konon tahun 1940-an terdapat kurang lebih enam puluh rumah. Sekitar tahun 1942 terjadi kebakaran besar yang menghanguskan semua rumah kecuali Bumi Adat. Tidak diketahui apa yang menjadi penyebab kebakaran itu. Namun ada dugaan bahwa kampung Cikondang dulunya dijadikan persembunyian atau markas para pejuang yang berusaha membebaskan diri dari cengkeraman Belanda. Kemungkinan tempat itu diketahui Belanda dan dibumi hanguskan.

Jarak dari Kota Bandung ke Kampung adat Cikondang ini sekitar 38 kilometer, sedangkan dari pusat Kecamatan Pengalengan sekitar 11 kilometer. Dari Kota Bandung ke arah selatan melewati Kecamatan Banjaran dan Kecamatan Cimaung.

Sumber : Kampung Adat & Rumah Adat di Jawa Barat, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Barat 2002 

Posting Lainnya

Nama Rupa Iket
Kisah Asal Muasal Curug Tujuh Cibolang Ciamis
Nike Ardila, Gadis Cantik Ciamis Paling Fenomenal
Bandar Udara Nusawiru Ciamis
Situ Lengkong Panjalu Kiwari

Berikan Komentar

No comments.

Leave a Reply

FYI: Lampu Kendaraan Menyilaukan, Denda Rp. 500.000 Atau Kurungan 2 Bulan... https://t.co/XuXUVpBuRB
- Sunday Apr 3 - 11:34am

HIMBAUAN! Sesuai dengan peringatan dari BMKG mengenai gerhana besok, masyarakat diminta agar tidak melihat... https://t.co/ppL4Xcpl43
- Tuesday Mar 8 - 11:17am

Hiburan heula .. https://t.co/ZZNF1GDTWF
- Thursday Mar 3 - 6:22am

TIPS LUAR BIASA .. "PELEPAH PISANG" MENGATASI PENUAAN DINI. Bagi anda yg mengalami penuaan dini, cukup atasi... https://t.co/8En0YvGQMw
- Monday Feb 22 - 10:55am

Bagi yang memiliki anak kelas 6, 9 & 12 (SD/SLTP/SLTA). Saat ini siswa sudah dapat membuka ATUN (Aplikasi Try... https://t.co/Hkrr2KYxIX
- Monday Feb 22 - 4:14am