Jembatan sepanjang 200 meter ini melintang di atas Sungai Citanduy, menghubungkan Kecamatan Ciamis dan Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya. Jembatan ini berfungsi ganda, di bagian atas merupakan jembatan kereta api, sementara di bagian bawah sebagai jalan raya.

Jembatan yang dibangun awal tahun 1900-an ini diprakarsai Bupati Ciamis RAA Kusumadiningrat (1839-1886). Bupati pertama di Tatar Sunda yang menguasai aksara Latin ini berhasil meyakinkan pemerintah Kolonial Belanda untuk membelokkan jalur kereta api melewati Ciamis. Dalam rencana awal, pembangunan jalur kereta api Bandung-Tasikmalaya-Yogyakarta pada tahun 1891 ini tidak mencantumkan Ciamis sebagai kota persinggahan.

Jalur kereta api itu berperan strategis sebagai jalur pemasaran hasil perkebunan Ciamis ke Bandung dan Batavia. Pada masa itu, Ciamis merupakan sentra perkebunan kelapa di Priangan. Selain itu, perkebunan kopi dan nila juga berkembang baik dengan beroperasinya pengusaha swasta, antara lain di daerah Lemah Neundeut, Bangkelung, Gunung Bitung, dan Sindangrasa.

Meski lebih dari seabad, kokohnya konstruksi jembatan yang melintang 80 meter di atas Sungai Citanduy ini masih terlihat. Lantainya terbuat dari kayu, sementara pilarnya terbuat dari baja.

[alert style=”white”]referensi : Kompas Jawa Barat[/alert]