Galuh Ontel Eling Sadaya (GOES)

Galuh Ontel Eling Sadaya (GOES)

Ciamis Car Free Day 3

Komunitas sepeda Ontel Ciamis yang tergabung dalam Galuh Ontel Eling Sadaya (GOES)

[alert style=”white”] foto: ciamiskab, GOES Ciamis [/alert]

Ritual Mapag Wayah 20 Januari 2013

Ritual Mapag Wayah 20 Januari 2013

mapag-wayah-20-januari-2013

Ritual adat MAPAG WAYAH dilaksanakan di pelataran GONG PERDAMAIAN DUNIA SITUS KARANG KAMULYAN CIJEUNGJING CIAMIS pada hari sabtu 19 Januari 2013.

[alert style=”white”] foto:PANGAUBAN GALUH PAKUAN[/alert]

Ciamis Car Free Day

Ciamis Car Free Day

Peta Ciamis Car Free Day

Jalur Pengendalian Ciamis Car Free Day dapat dilihat pada Peta Pengendalian Lalu Lintas dan Parkir diatas. Ciamis Car Free Day akan diselenggarakan setiap hari Minggu mulai dari tanggal 27 Januari 2013 Pukul 06.00 s/d 10.00 WIB.

“Go Green…” merupakan slogan yang telah lama dikenal oleh masyarakat dunia. Sebagai salah satu upaya melestarikan bumi dari rusaknya ekosistem. Merekayasa pengendalian arus lalu lintas, menentukan lokasi parkir, menginventarisir kebutuhan rambu-rambu, menempatkan personil pada simpul-simpul lalu-lintas. Dengan harapan mendapat tanggapan positif dari masyarakat dan dapat meningkatkan PAD Kabupaten Ciamis merupakan upaya-upaya mengantisipasi permasalahan polusi lingkungan yang kini digalakan kembali di Kabupaten Ciamis melalui Program ‘Car Free Day ’.

Dalam  gelaran ‘Car Free Day ’ minggu (27/1) Wakil Bupati Ciamis menyampaikan bahwa:  ‘Car Free Day ‘ Sungguh merupakan gagasan yang baik memberikan arti dan makna bagi masyarakat di Tatar Galuh Khususnya untuk mengisi hari libur di ruang publik. Diharapkan dapat menggugah kita semua untuk memperkuat tali silaturahmi kebersamaan menjaga kebersihan serta ikut berperan serta dalam melestarikan pembangunan. Car Free Day merupakan gerakan Global dekade ini merupakan gagasan untuk menumbuhkan kesadaran dalam memberikan dan beraktifitas dengan tidak menggunakan kendaraan bermotor yang menimbulkan polusi udara. Lalu lalang kendaraan bermotor akan tergantikan dengan dominasi aktifitas sehat dengan menikmati jalan kota tanpa kendaraan bermotor dan terhindar dari polusi. Adapun aktifitas yang mengisi kegiatan ini antara lain yaitu jalan kaki, bersepeda, senam, jogging, sepak bola sangat berpengaruh pada diri kita. Hal ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mengurangi tingkat polusi pada udara dan mendorong masyarakat untuk menggunakan alat transportasi ramah lingkungan”, demikian ungkap Wabup.

Polusi udara dari kendaraan bermotor mengandung berbagai macam unsur racun seperti karbon dioksida, karbon monoksida dan sebagainya, sehingga dapat mengakibatkan ISPA. Diakhir sambutannya Wabup menghimbau warga masyarakat tatar galuh untuk menjadikan ‘Car Free Day ’ sebagai wahana silaturahmi dalam ikut serta menjaga lingkungan dan kebersihan, mari kita tanamkan pengertian kepada masyarakat pentingnya pemeliharaan kelestarian lingkungan dan keramahan lingkungan, tingkatkan gerakan K3 di lingkungan pemukiman, perkantoran dan lingkungan masing-masing secara berkesinambungan.

[alert style=”white”] referensi: ciamiskab[/alert]

Mesjid Agung Ciamis

Mesjid Agung Ciamis

Mesjid Agung Ciamis

Masjid Agung Ciamis, Jawa Barat, terletak di jantung kota Kabupaten Ciamis. Posisinya sangat strategis di antara alun-alun kota (Taman Raflesia) Ciamis, Gedung DPRD, dan Kantor Bupati Ciamis. Masjid termegah, terbesar, dan bersejarah di Ciamis ini memegang peranan penting dalam membawa nilai-nilai dakwah dan syiar Islam bagi masyarakat setempat selama ratusan tahun.

Masjid ini mulai dibangun pada tahun 1882, saat Ciamis dipimpin oleh Bupati Galuh Rd. A. A. Koesoemahdiningrat. Namun, baru dapat diselesaikan pada tahun 1902 kala tongkat estafet kepemimpinan Ciamis dipegang oleh Bupati Galuh Rd. A. A. Koesoemah Soebrata yang tak lain adalah putra bupati sebelumnya.

Bentuk masjid yang mengacu pada bentuk khas joglo, yakni atap berbentuk kerucut dengan tiga undakan bertingkat, tersebut digawangi oleh Pangeran Radjab selaku arsitek dengan dibantu oleh ahli bangunan Alhari Joedanagara. Bentuknya menjadi ciri khas bangunan masjid pada periode ini.

Bentuk masjid yang sekarang adalah hasil lima kali perubahan yang cukup signifikan. Pada renovasi pertama yang dilakukan tahun 1902, bentuk masjid dipertahankan. Perubahan hanya dilakukan pada serambi dengan memperluas halaman.

Renovasi kedua dilaksanakan pada 1958 di masa pemerintahan Bupati Rd. Yoesoef Suriasaputra, dengan pelaksana (pemborong) H. Juwinta. Beberapa perubahan yang mencolok dilakukan pada masa ini. Atap berbentuk kerucut yang awalnya menggunakan kayu diubah menjadi berbentuk bulat berbahan seng. Di bagian depan kanan dan kiri masjid dibuat menara berbentuk bulat yang juga terbuat dari seng.

Kemudian, renovasi ketiga dilakukan tahun 1982 pada masa kepemimpinan Bupati Drs. H. Soejoed. Renovasi ini selesai pada masa pemerintahan Bupati H. Momon Gandhasasmita, S.H sekaligus sebagai renovasi keempat.

Pada masa renovasi ketiga dan keempat ini, beberapa hal berubah secara drastis. Kubah yang semula berbahan seng diganti beton dan dibuat lebih tinggi, lantai yang sebelumnya dari tembok diganti dengan keramik, di sebelah utara masjid pada bagian depannya dibangun lagi satu menara, dan ruangan depan serambi masjid yang tadinya tertutup dibuat terbuka.

Pada renovasi terakhir tahun 2002 yang diprakarsai oleh Bupati H. Oma Samita, S.H., M.Si, masjid mengalami beberapa perubahan besar lagi. Yang paling mencolok adalah pada bentuk dan bahan kubah. Kubah yang semula hanya ada satu dan berbahan beton kini mendapat tambahan empat kubah dari fiberglass dan lebih tinggi daripada sebelumnya.

Selain itu, lantai yang semula berbahan keramik telah diganti dengan granit. Untuk pelapis dinding digunakan material marmer, perubahan ini membuat suasana dalam masjid lebih sejuk.

Di sebelah timur serambi masjid dibangun dua buah menara. Di bagian bawah menara dibangun basement yang berfungsi sebagai kantor, ruang rapat, perpustakaan, toilet, serta lorong bawah tanah yang menghubungkan ruang basement dengan serambi masjid.

[alert style=”white”] foto: panoramio by ahgoose, sumber: duniamasjid [/alert]

Hening Situ Panjalu Ciamis

Hening Situ Panjalu Ciamis

HENING SITU PANJALU CIAMIS

Situ Lengkong Panjalu merupakan perpaduan antara objek wisata alam dan objek wisata budaya. Situ Lengkong Panjalu terletak di Desa Panjalu Kecamatan Panjalu dengan jarak 42 Km dari kota Ciamis ke arah utara. Di   objek   wisata ini kita bisa menyaksikan indahnya Danau ( Situ) yang  berudara sejuk dengan sebuah pulau (nusa) ter dapat ditengahnya yang disebut Nusa Larang, di Nusa itu terdapat makam Hariang Kencana, putra dari Hariang Borosngora, Raja Panjalu yang membuat Situ Lengkong pada masa beliau menjadi Raja Kerajaan Panjalu.

[alert style=”white”] foto:  nustaffsite.gunadarma.ac.id/blog/raziq_hasan/mine [/alert]

Nama Jalan Beraksara Sunda

Nama Jalan Beraksara Sunda

Nama Jalan Aksara Sunda

 

PLASABUMI bersama Bupati Engkon Komara dan Gubernur Ahmad Heryawan (Penyerahan Hadiah, nama Jalan beraksara Sunda)

[alert style=”white”] foto: Plasabumi Facebook Page [/alert]