Rarangkeun Ritual Adat di Tatar Galuh Ciamis

Rarangkeun Ritual Adat di Tatar Galuh Ciamis

Rarangkeun Ritual Adat di Tatar Galuh Ciamis

[alert style=”white”]foto: Eman Hermansyah Sastrapraja, PANGAUBAN GALUH PAKUAN [/alert]

Karinding Kawalian

Karinding Kawalian

Karinding mangrupa salah sahiji alat musik tiup tradisional Sunda. Aya sababaraha wewengkon nu dipikawanoh minangka wewengkon nu ngahasilkeun karinding, nyaeta: Citamiang, Pasirmukti, Tasikmalaya, Lewo Malangbong, (Garut),jeung Cikalongkulon (Cianjur) nu nyieun karinding tina palapah kawung (enau). Di wewengkon Limbangan jeung Cililin mah, karinding teh dijieunna tina awi, ieu nandaan taun dijieunna, jeung nu makena ge para wanoja istri, hal ieu katiten tina wangunna nu jiga cucuk gelung nu gampil ditancebkeun dina gelung para wanoja rambut. karinding tina kawung lolobana dipake ku lalaki, wangunna leuwih pondok ngarah bisa diselapkeun dina wadah bako. Wangun karinding aya tilu buku (ruas).

Karinding merupakan salah satu alat musik tiup tradisional Sunda. Ada beberapa tempat yang biasa membuat karinding, seperti di lingkung Citamiang, Pasirmukti, Tasikmalaya, Lewo Malangbong, (Garut), dan Cikalongkulon (Cianjur) yang dibuat dari pelepah kawung (enau). Di Limbangan dan Cililin karinding dibujat dari bambu, dan yang menggunakannya adalah para perempuan, dilihat dari bentuknya saperti tusuk biar mudah ditusukan di sanggul rambut. Dann bahan enau kebanyakan dipakai oleh lelaki, bentuknya lebih pendek biar bisa diselipkan dalam wadah rokok. Bentuk karinding ada tiga ruas.

Cara Memainkan

Karinding disimpan di bibir, terus tepuk bagian pemukulnya biar tercipta resonansi suara. Karindng biasanya dimainkan secara solo atau grup (2 sampai 5 orang). Seroang diantaranya disebut pengatur nada anu pengatur ritem. Di daerah Ciawi, dulunya karinding dimainkan bersamaan takokak (alat musik bentuknya mirip daun).

Secara konvensional menurut penuturan Abah Olot nada atau pirigan dalam memainkan karinding ada 4 jenis, yaitu: tonggeret, gogondangan, rereogan, dan iring-iringan..

Fungsinya

Karinding yaitu alat buat mengusir hama di sawah. Suara yang dihasilkan dari getaran jarum karinding biasanya bersuara rendah low decible. Suaranya dihasilkan dari gesekan pegangan karinding dan ujung jari yang ditepuk-tepakkan. Suara yang keluar biasanya terdengar seperti suara wereng, belalang, jangkrik, burung, dan lain-lain. Yang jaman sekarang dikenal dengan istilah ultrasonik. Biar betah di sawah, cara membunyikannya menggunakan mulut sehingga resonansina menjadi musik. Sekarang karinding biasa digabungkan dengan alat musik lainnya.

Bedanya membunyikan karinding dengan alat musik jenis mouth harp lainnya yaitu pada tepukan. Kalau yang lain itu disentil. Kalau cara ditepuk dapat mengandung nada yang berbeda-beda. Ketukan dari alat musik karinding disebutnya Rahel, yaitu untuk membedakan siapa yang lebih dulu menepuk dan selanjutnya. Yang pertama menggunakan rahèl kesatu, yang kedua menggunakan rahel kedua, dan seterusnya. Biasanya suara yang dihasilkan oleh karinding menghasilkan berbagai macam suara, diantaranya suara kendang, goong, saron bonang atau bass, rhytm, melodi dan lain-lain. Bahkan karinding bisa membuat lagu sendiri, sebab cara menepuknya beda dengan suara pada mulut yang bisa divariasikan bisa memudahkan kita dalam menghasilkan suara yang warna-warni. Kata orang tua dahulu, dulu menyanyikan lagu bisa pakai karinding, Kalau kita sudah mahir mainkan suara karinding, pasti akan menemukan atau menghasilkan suara buat berbicara, tetapi suara yang keluar seperti suara robotik.

[alert style=”white”]foto: Ricky Andriawan Mardjadinata, PANGAUBAN GALUH PAKUAN referensi: wikipedia[/alert]

GaleCok: Galendo Coklat

GaleCok: Galendo Coklat

Cemilan Khas Ciamis, Galendo Coklat

Galendo dibuat dengan perpaduan Coklat yang menjadikan rasa galendo yang unik dan enak. Komposisi GaleCok ini terdiri dari Galendo, Gula Tepung dan Coklat

Karya Seni Helaran Buta Daor Sukamantri

Karya Seni Helaran Buta Daor Sukamantri

Karya Seni Helaran Buta Daor dari Kec. Sukamantri Kab. Ciamis menambah khasanah seni helaran unggulan tatar galuh Ciamis yang sudah ada yaitu Seni Helaran Bebegig Sukamantri Ciamis, Wayang Landung Panjalu, Ritual Nyacar Jalan Tambaksari, Angklung Buncis Panumbangan….Badud…Cigugur dan Cijulang, Kentongan Pangandaran. Karya-karya seni helaran atau arak-arakan telah beberapa kali tampil pada even tingkat nasional.

[alert style=”white”] foto: Eman Hermansyah Sastrapraja, PANGAUBAN GALUH PAKUAN [/alert]

Taman Wisata dan Cagar Alam Pangandaran

Taman Wisata dan Cagar Alam Pangandaran

Cagar alam seluar ± 530 hektar, yang diantaranya termasuk wisata seluas 37,70 hektar berada dalam pengelolaan SBKSDA Jawa Barat II. Memiliki berbagai flora dan fauna langka seperti Bunga Raflesia Padma, Banteng, Rusa dan berbagai jenis Kera. Selain itu, terdapat pula gua-gua alam dan gua buatan seperti: Gua Panggung, Gua Parat, Gua Sumur Mudal, Gua Lanang, gua Jepang serta sumber air Rengganis dan Pantai Pasir Putih dengan Taman Lautnya. Untuk Taman Wisata Alam (TWA) dikelola Perum Perhutani Ciamis.

[alert style=”white”]foto: disparbud.jabarprov.go.id[/alert]

Batik Ciamisan, Sarasehan Batik Jawa Barat

Batik Ciamisan, Sarasehan Batik Jawa Barat

20/11/2009: YBJB dan Disperindag Jabar menggelar Saresehan Batik Jawa Barat ke-2 di Paris van Java mall, Bandung. Tema saresehan ini adalah mengangkat dan melestarikan batik Ciamisan yang sudah hampir punah karena tidak ada regenerasi.

[alert style=”white”] foto: foto.detik.com [/alert]