Gurandil dan Putu Mayang Ciamis

Gurandil dan Putu Mayang Ciamis

 

Gurandil yang terbuat dari tepung tapioka yang warnanya sangat menggugah selera yaitu pink alias merah muda.

Kue Putu Mayang adalah jajanan pasar khas nusantara yang kini mulai susah dicari. Padahal dahulu kue putu mayang sangat mudah ditemukan di pasar pasar tradisional yang menjajakan kue jajanan pasar.

ARC, Awug beras Raflesia Ciamis, buka tiap minggu pagi di taman Raflesia Alun-Alun Ciamis, menghidangkan Awug beras dadakan dan Gurandil.

[alert style=”white”] foto: awuggurandil.blogspot.com [/alert]

Awug Beras “Alun Alun Tea”

Awug Beras “Alun Alun Tea”

Awug adalah jenis kuliner jajanan pasar jaman baheula yang terbuat dari tepung beras yang dipadukan dengan gula Aren.

ARC, Awug beras Raflesia Ciamis, buka tiap minggu pagi di taman Raflesia Alun-Alun Ciamis, menghidangkan Awug beras dadakan dan Gurandil.

[alert style=”white”] foto: awuggurandil.blogspot.com [/alert]

Makam Jambansari, Raden Adipati Aria Koesoemadiningrat

Makam Jambansari, Raden Adipati Aria Koesoemadiningrat

Di tengah kota Ciamis tepatnya di Jl. Achmad Dahlan, lingkungan Rancapetir, Kelurahan Linggasari, Kecamatan Ciamis, tepatnya pada koordinat 0719’48,7” LS dan 10820’54,2” BT. terdapat komplek makam yang dikenal dengan nama Jambansari.

Situs ini berada pada ketinggian 233 m di atas permukaan laut. Sekitar komplek merupakan pemukiman penduduk kecuali di sebelah selatan yaitu berupa sawah. Situs ini merupakan kompleks makam Raden Adipati Aria Kusumadiningrat, Bupati Ciamis ke-16, yang berkuasa dari tahun 1839 – 1886. Situs berada di lahan seluas 4 hektar. Pada lahan tersebut selain terdapat kompleks makam juga terdapat tanah persawahan. Komplek makam Bupati Ciamis yang dikelola oleh Yayasan Kusumadiningrat ini dibangun pada tahun 1872.

Kompleks Jambansari dikelilingi pagar tembok yang tingginya sekitar 2 m. Pintu gerbang untuk masuk ke kompleks makam Jambansari berada di sisi timur, dengan bentuk bangunan seperti telor. Untuk masuk ke komplek makam melewati tangga trap. Di tengah komplek makam terdapat bangunan cungkup yang sangat kuat terbuat dari kayu jati. Atap cungkup berbentuk limas. Di dalam cungkup tersebut terdapat makam Kanjeng Prebu R.A.A. Koesoemadiningrat, Bupati Galuh Ciamis. Di sekeliling pemakaman terdapat beberapa makam kerabat dan para keturunan Prebu.

Di dalam Komplek terdapat bangunan penyimpanan benda-benda pusaka seperti yoni, lingga, menhir, Ganesha, gong, keris, keramik dan lain-lain. Selain di dalam bangunan penyimpanan benda-benda pusaka, arca-arca juga ada yang dikumpulkan di rerimbunan pohon weregu di samping bangunan itu. Total seluruh arca yang ada di kompleks tersebut adalah 13 arca. Menurut keterangan juru kunci makam, arca-arca yang terdapat di lokasi ini dikumpulkan oleh R.A.A Kusumadiningrat.

Pengumpulan ini dilakukan dalam rangka dakwah agama Islam, sehingga bagi yang mempunyai arca atau berhala diharuskan untuk dikumpulkan di lokasi tersebut. Arca-arca yang terdapat di lokasi ini di antaranya berbentuk arca megalitik, arca tipe Pajajaran, Nandi, Ganesha, dan lingga. Selain itu di lokasi ini juga terdapat lumpang batu dan lapik arca.

Dengan mengunjungi kompleks makam ini sebetulnya para peziarah akan mendapatkan dua informasi. Pertama mengenai sejarah perjuangan RAA Kusumadiningrat, dan kedua pola islamisasi yang dilaksanakan oleh RAA Kusumadiningrat. Bagaimana beliau menyikapi terhadap religi terdahulu tercermin dari kondisi arca-arca Hindu yang terkumpul di kompleks makam tersebut. Pengembangan ke aspek wisata ziarah di situs ini sangat didukung dari keletakannya yang di tengah kota serta tersedianya fasilitas bagi pengunjung di lokasi itu.

[alert style=”white”]referensi: nanangbewos.blogspot.com foto: flickr.com[/alert]

Mega Wisata Icakan Ciamis

Mega Wisata Icakan Ciamis

Berlokasi di Dusun Cikacang, Desa Sukamulya, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis. Lokasi Icakan mudah dijangkau dan dekat pusat kota Ciamis.

ICAKAN ini terletak tidak terlalu jauh dari pusat Kota Ciamis. Untuk tiba di gerbang menuju ICAKAN ini jauhnya hanya sekitar 3 km ke arah Cirebon. Hanya memang dari gerbang menuju lokasi dirasa cukup jauh karena suasana desa yang membuat kita betah berlama-lama di jalan, selain juga karena jalan yang agak berliku karena merupakan jalan desa. Akan tetapi, semakin lama semakin menanjak ke arah gunung membuat kita semakin penasaran, seperti apakah gerangan kawasan wisata ini?

Menjelang tikungan terakhir, baru terlihat ICAKAn ini secara keseluruhan karena diselingi lembah yang cukup lebar sehingga jarak dan bidang pandak cukup untuk dapat melihat hampir keseluruhan kawasan.

Begitu memasuki gerbang lokasi, langsung disuguhi pemandangan yang sangat menarik, di kiri ada danau yang cukup besar dengan restauran di tepinya, di kanan adalah area parkir kendaraan, sementara pemandangan lurus adalah pemandangan lepas ke arah lembah di kejauhan, walau sayang sekali sedikit terhalang oleh kehadiran patung gorila di tengah persimpangan. Tata letaknya menurut saya sudah cukup baik dengan membagi kawasan menjadi beberapa bagian dengan fungsi berbeda. Ada area main kuda, area sepeda air (bentuknya memang mirip sepeda, tapi di air), area futsal, area berenang, danau dengan perahu angsanya, area flying fox, area untuk menikmati pemandangan, dan area untuk aktifitas otubond atau petualangan.

[alert style=”white”]foto: megawistaicakan, referensi: dianheri.alami-group.net[/alert]

World Peace Gong, Karangkamulyan

World Peace Gong, Karangkamulyan

Kawasan situs cagar budaya Karang Kamulyan di Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis memiliki tambahan koleksi baru. Koleksi baru tersebut berupa gong perdamaian dunia (World Peace Gong) dengan diameter 333 cm, yang diberi gambar bendera dari 218 negara di dunia, serta sepuluh agama yang ada di dunia.

Pada bagian tengah gong terdapat gambar bola dunia. Sedangkan pada bagian belakang gong yang berwarna kuning keemasan tersebut juga terdapat sebilah keris.

Selain dilakukan pemukulan perdana, juga sekaligus dicanangkan lokasi tersebut sebagai Kuta Galuh Purba Karang Kamulyan. Pemukulan gong pertama dilakukan oleh Kapolwil Priangan Komisaris Besar Anton Charliyan, MPKN, pada hari Rabu (9/9/2009) tepat pukul 9.09 WIB.

Ikut menyaksikan pemukulan gong simbol perdamaian dunai tersebut wakil Bupati Ciamis Iing Syam Arifin, Presiden of Wolrd Peace Gong Dr.Djuwoto Sungkani, Kapolres Ciamis Ajun Komisaris Besar Wibowo, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Ciamis Cu Herman, dan lainnya.

Selain deklarasi syukuran perdana Gong Perdamaian Dunia, pada saat bersamaan juga ditetapkannya ikan mas kumpay (ekor panjang) sebagai ikon perdamaian dunia. Menurut

Anton Charliyan yang juga sebagai pemrakarsa didirikannya Gang Perdamaian Dunia di Karang Kamulyan, ikan mas kumpay merupakan satu-satunya hewan yang tercatat dalam prasasti Sang Hyang Tapak di Sukabumi.

Menyinggung dipilihnya Karang Kamulyan sebagai lokasi diletakannya gong super besar itu, dia mengungkapkan salah satu pertimbangannya adalah kawasan tersebut merupakan kota tua yang masih utuh. Selain itu juga adanya perdamaian saat peperangan. (pikiran-rakyat)

[alert style=”white”]foto: panoramio[/alert]