Jembatan Cirahong Tempo Dulu

Jembatan Cirahong Tempo Dulu

Para Insinyur bekerja pada perbaikan jembatan untuk lalu lintas Manondjaja (Cirahong)  (timur Tasikmalaja). 1946-1950
[alert style=”white”]foto: tasikmalaya.yolasite.com[/alert]
Pertunjukan Seni Bebegig “Buta Daor” (Dangiang Kencana Community) Sukamantri

Pertunjukan Seni Bebegig “Buta Daor” (Dangiang Kencana Community) Sukamantri

Seni tradisi Bebegig spektakuler karena melibatkan banyak orang untuk arak-arakan. Selain itu, masyarakat dari muda hingga tua mau mengeluarkan uang sendiri sekitar Rp 250.000 untuk membeli bebegig. Itu sebabnya, tradisi khas Ciamis ini diangkat oleh para pembina kesenian dari STSI Bandung, yaitu Yuyus Supriatna, Racmayati Nilakusumah, dan Endi Ependi.

[alert style=”white”]foto: http://smpn2sukamantri.blogspot.com[/alert]

Pagi Yang Cerah di Cirikip, Panawangan

Pagi Yang Cerah di Cirikip, Panawangan

Photo taken in Cinyasag, Panawangan, Indonesia

Panawangan merupakan bagian Wilayah Ciamis Utara,ada pun batas wilayah adalah; sebelah utara berbatasan dengan kabupaten Kuningan dan Majalengka, sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Rajadesa, sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Kawali, sebelah barat berbatasan dengan Kec.Panjalau dan Kec.Lumbung. Ciri khas oleh-oleh dari Panawangan adalah Kupat dan Opak panawangan.

Panawangan terkenal dengan sebutan Kota Kupat karena kupat panawangan merupakan ciri khas makanan tradisional kecamatan Panawangan yang enak, legit dan mampu bertahan sampai 2-3 hari. Selain enak dan legit, Kupat Panawangan mampu menginspirasi seniman lokal sehingga melahirkan seni tari yang kreatif yang dikembangkan oleh anak-anak SMP Negeri 2 Sukamantri Panjalu.

Menurut cerita sesepuh, kupat yang berbentuk persegi lima mengandung arti dan falsapah kehidupan orang Panawangan, yaitu setiap orang dalam mengarungi hidup harus masagi yang didasarkan kepada keinginan, keterampilan, keuletan, kasih sayang dan harta benda. Dalam bidang keduniaan, lima falsafah hidup ini akan jadi kuat karena diikat oleh saling asih, saling asah dan saling asuh diantara dua jenis manusia, yaitu lelaki dan perempuan, hal ini disimbolkan dengan anyaman dari daun kelapa yang mengikat dan menjadi bungkus ketupat.

[alert style=”white”]foto: panoramio , raihanrn.com[/alert]

Raden Aria Koesoemadininggrat, Bupati Galuh (1879)

Raden Aria Koesoemadininggrat, Bupati Galuh (1879)

Raden Aria Koesoemadininggrat, regent (bupati) Galuh (1879)

Kangjeng Prebu sebagai bupati Galuh yang keenambelas ini paling ternama. Ia mempunyai ilmu yang tinggi dan merupakan bupati pertama di wilayah itu yang bisa membaca huruf latin. Memerintah dengan adil disertai dengan kecintaannya pada rakyat. Empat puluh tujuh tahun lamanya Raden Adipati Aria Kusumadiningrat memimpin Galuh Ciamis (1839-1886).

[alert style=”white”]foto: id.wikipedia [/alert]