Goa Donan, Wisata Leluhur Ciamis yang Terabaikan

Goa Donan, Wisata Leluhur Ciamis yang Terabaikan

Penggalian dan pemanfaatan kawasan wisata di Kabupaten Ciamis hingga kini belum menunjukan peningkatan. Terbukti, masih banyak potesni wisata yang belum tergarap secara maksimal bahkan tidak tersentuh pemeliharan.

Satu di antara potensi wisata tersebut adalah Goa Donan yang terletak di Dusun Cintamaju Desa Tunggilis Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Ciamis.

Saat ini, Goa Donan yang sempat menjadi kebanggaan masyarakat Tunggilis, sejak 20 tahun lalu tak lagi tersentuh peraswatan. Alhasil Goa Donan yang dulu menjadi pusat digelarnya kegiatan masyarakat setempat, kini hanya menyisakan bangunan tak terawat yang penuh semak belukar.

Data yang dihimpun, Goa Donan itu mulai dibuka untuk umum sejak tahun 1976 silam. Saat itu, goa tersebut banyak dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah. Bahkan Goa Donan ini dahulunya sering di pergunakan untuk lokasi hiburan rakyat pemutaran film layar tancap.

Kuncen Goa Donan, Marjuk menyebutkan,selain digunakan untuk menggelar even hiburan rakyat seperti layar tancap, Goa Donan juga memiliki daya tarik tersendiri. Pasalnya, goa sepanjang 400 meter tersebut banyak ditemukan batu-batu stalagnit.

“Goa Donan itu umurnya sudah mencapai satu abad lebih. Selian itu, goa tersebut memiliki panjang sekitar 400 meter. Bagi pengunjung yang mau masuk kedalam goa harus membawa lampu senter untuk penerangan,” ungkap Marjuk, Rabu (27/3/2013).

Marjuk mengaku, menyesalkan sikap dan minimnya perhatian Pemkab Ciamis dan dinas terkait. Sehingga Goa Donan yang harusnya menjadi satu wisata unggulan Ciamis, kini tak ubahnya menjadi sarang semak-semak belukar.

Kepala Desa Tunggilis Ilan Gumilar menambahkan, sejak beberapa tahun lalu, pihaknya sudah beberapa kali menyampaikan kondisi terbengkalainya Goa Donan ke Pemkab Ciamis melalui Disbudpar. Namun, hingga kini belum ada tanggapan sama sekali.

” Warga berharap, pemerintah mampu membuka kembali aset yang terbengkalai itu. Selain itu, Goa Donan juga membutuhkan renovasi agar tidak terlihat kumuh, karena goa tersebut layak dijadikan tempat wisata unggulan di Kabupaten Ciamis,” tandasnya. [den]

[alert style=”white”]sumber: inilahkoran.com[/alert]

Nama Nike Ardilla Dijadikan Nama Jalan di Pondok Labu Park Residence

Nama Nike Ardilla Dijadikan Nama Jalan di Pondok Labu Park Residence

Terobosan baru diberlakukan oleh PT Puri Usaha Indonesia yakni menamakan salah satu jalan utama dengan nama seorang artis yang cukup melegenda. Melalui polling yang cukup ketat, akhirnya nama Nike Ardilla dipilih sebagai nama jalan di Boulevard perumahan Pondok Labu Park Residence.

“Di luar negeri kita tahu sudah ada Beverly Hills, di mana ada nama-nama artis dipakai sebagai nama jalan. Untuk di Indonesia belum ada. Jadi kita punya inisiatif untuk perumahan memakai nama artis atau penyanyi,” terang Irwan Malik Thalib SH selaku marketing PT Puri Usaha Indonesia usai mengunjungi museum Nike Ardila untuk meminta izin pemakaian nama, Kamis (20/12).

Alasan pihak pengembang memakai nama almarhum Nike Ardilla karena sebagai musisi nama Nike sudah melegenda. “Nama Nike Ardilla sendiri kita ambil karena dia sosok yang luar biasa dan sampai saat ini fans clubnya masih tetap jalan,” terangnya lagi.

Sementara dari pihak Nike, yang langsung di wakili oleh sang ibunda, merasa sangat bangga nama anaknya bisa di pakai sebagai nama jalan. “Saya sangat berterima kasih nama almarhum anak saya bisa dijadikan sebuah nama jalan. Semoga ide ini bisa menjadi motivasi para artis” atas penghargaan karya karya para entertainer kita,” kata Nining Ningsirat.

[alert style=”white”] sumber: kapanlagi.com [/alert]

5 Desa Baru Hasil Pemekaran Tahun 2012

5 Desa Baru Hasil Pemekaran Tahun 2012

Lima Desa baru hasil pemekaran tahun 2012 Rabu (19/12) secara sekaligus diresmikan Bupati Ciamis H. Engkon Komara di Aula TP PKK Kabupaten Ciamis. Ke 5 Desa yang diresmikan tersebut masing-masing Desa Mekar Buana pemekaran dari Desa Sadapaingan, Desa Nagara Wangi pemekaran dari Desa Nagara Pageuh, Desa Natanegara pemekaran dari Desa Nagarajati Kecamatan Panawangan, dan Desa Bungur Raya hasil pemekaran dari Desa Bojong Kecamatan Langkaplancar serta Desa Tanjung Sari pemekaran dari desa Langkapsari Kecamatan Banjarsari, peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti yang disaksikan Wakil Ketua DPRD Kab. Ciamis Ganjar M Yusuf.

Setelahnya peresmian Bupati Ciamis H. Engkon Komara melantik pula Penjabat ke 5 desa baru tersebut yaitu Oding sebagai penjabat Kepala Desa Mekar Buana, Taufik Hidayat sebagai penjabat Kepala Desa Nagara Wangi, M. Abdul Rohman, Spd.i sebagai penjabat Kepala Desa Natanegara Kecamatan Panawangan dan Halim sebagai penjabat Kepala Desa Bungur Raya Kecamatan Langkaplancar serta Karsono sebagai penjabat Kepala Desa Tanjung Sari Kecamatan Banjarsari.

Bupati Ciamis H. Engkon Komara dalam amanatnya menyampaikan rasa bangga atas perjuangan masyarakat yang lama dan gigih untuk mencapai terwujudnya desa baru, karena lanjut Bupati H. Engkon Komara untuk mewujudkan pemekaran tanpa perjuangan belum tentu terwujud, apalagi saat ini pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan untuk mengkaji ulang ajuan setiap pemekaran daerah. “Kita harus bersyukur meskipun sedang dihentikan pemekaran tapi kita sudah berhasil ini berkat perjuangan semua pihak termasuk terwujudnya DOB Pangandaran” ungkap Bupati.

Setelahnya pemekaran Bupati H. Engkon Komara berharap agar bisa melaksanakan roda pemerintahan dengan sebaik-baiknya dengan melibatkan semua elemen masyarakat untuk diajak bicara dan manfaatkanlah peluang dan potensi yang ada di daerah masing-masing termasuk di sektor pertanian dengan memanfaatkan lahan-lahan yang kosong.

“Dengan pemekaran mudah-mudahan akan lebih baik lagi dalam upaya pelayanan kepada masyarakat, juga diharapkan desa induk dan desa pemekaran selalu berjalan bersama-sama untuk kemajuan desa” pungkas Bupati H. Engkon Komara.

[alert style=”white”]referensi: ciamiskab[/alert]

Telah Lahir Kabupaten Pangandaran

Telah Lahir Kabupaten Pangandaran

Jumlah Daerah Otonomi Baru (DOB) di Indonesia dipastikan akan bertambah lagi. Setelah sebelumnya disetujui oleh Rapat Paripurna DPR, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyetujui lahirnya 4 (empat) DOB baru, yaitu Kabupaten Pangandaran (Jabar), Kabupaten Pesisir Barat (Lampung), Kabupaten Manokwari Selatan (Papua Barat), dan Kabupaten Pegunungan Arfak (Papua Barat).

Persetujuan Presiden atas terbentuknya Kabupaten Pangandaran (Jabar) tertuang dalam penandatanganan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2012, Kabupaten Pesisir Barat (Lampung) melalui penandatanganan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2012, Kabupaten Manokwari Barat (Papua Barat) melalui Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2012, dan Kabupaten Pegunungan Arfak (Papua Barat) melalui Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2012. Semua UU yang mendasari lahirnya keempat kabupaten baru (DOB) itu ditandatangani oleh Presiden SBY pada 16 November 2012, dan kemudian diundangkan oleh Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsudin pada 17 November.

UU itu mengamanatkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) agar melaksanakan peresmian dan pelantikan penjabat bupati dari masing-masing daerah paling lambat 9 (sembilan) bulan sejak UU disahkan.

Cakupan Wilayah

Dalam UU No. 21/2012 disebutkan, Kabupaten Pangandaran (Jabar) berasal dari sebagian wilayah Kabupaten Ciamis, yang terdiri dari: Kecamatan Parigi; Kec. Cijulang; Kec. Cimerak; Kec. Cigugur; Kec. Langkaplancar; Kec. Mangunjaya; Kec. Padaherang; Kec. Kalipucang; Kec. Pangandaran; dan Kec. Sidamulih. Ibukota Kabupaten Pangandaran berkedudukan di Kec. Parigi.

Pada tahap awal biaya penyelenggaraan pemerintahan Kabupaten Pangandaran akan didukung oleh hibah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ciamis sebesar Rp 5 miliar/tahun selama 2 (dua) tahun berturut-turut, dan hibah sebesar Rp 4,5 miliar untuk pelaksanaan pemilihan Bupati dan/atau Wakil Bupati pertama kali. Sementara Pemda Provinsi Jabar akan mengalokasikan bantuan hibah sejumlah Rp 2,5 miliar/tahun untuk 2 (dua) tahun berturut-turut, serta Rp 2,5 miliar untuk penyelenggaraan pemilihan Bupati dan/atau Wakil Bupati pertama kali.

Adapun wilayah Kabupaten Pesisir Barat (Lampung) sesuai UU No. 22/2012 berasal dari sebagian wilayah Kabupaten Lampung Barat, yang terdiri dari: a. Kec. Pesisir Tengah; b. Kec. Pesisir Selatan; c. Kec. Lemong; d. Kec. Pesisir Utara; e. Kec. Karya Penggawa; f. Kec. Pulau Pisang; g. Kec. Way Krui; h. Kec. Krui Selatan; i. Kec. Ngambur; j. Kec. Bengkunat; dan k. Kec. Bangkunat Belimbing.

“Ibukota Kabupaten Pesisir Barat berkedudukan di Krui,” bunyi Pasal 7 UU No. 22/2012.

Biaya operasional pemerintahan Kabupaten Pesisir Barat pada tahap awal akan didukung oleh Pemkab Lampung Barat melalui hibah sebesar Rp 5 miliar/tahun selama 2 (dua) tahun bertutut-turut, dan Rp 5 miliar lainnya untuk pelaksanaan pemilihan Bupati dan/atau Wakil Bupati pertama kali. Sementara Pemprov Lampung akan memberikan bantuan dana sebesar Rp 5 miliar/tahun sebanyak 2 (dua) kali untuk penyelenggaraan pemerintah, dan Rp 3 miliar untuk penyelenggaraan Pemilihan Bupati dan/atau wakilnya pertama kali.

Sementara pada UU No. 23/2012 disebutkan, wilayah Kabupaten Manokwari Selatan berasal dari sebagian wilayah Kabupaten Manokwari yang terdiri dari: a. Distrik Ransiki; b. Distrik Oransbari; c. Distrik Neney; d. Distrik Dataran Isim; e. Distrik Momi Waren; dan f. Distrik Tohota. Adapun ibukota Kabupaten Mankowari Selatan ditetapkan di Boundij Distrik Ransiki.

Biaya operasional pemerintah Kabupaten Manokwari Selatan pada 2 (dua) tahun pertama akan didukung melalui dana hibah dari Kabupaten Manokwari sebesar Rp 5 miliar/tahun; dan Rp 3.933.283.733,00 untuk pelaksanaak pemilihan Bupati dan /atau Wakil Bupati. Sementara Pemprov Papua Barat akan menyumbang Rp 5 miliar/tahun selama 2 (dua) tahun berturut-turut untuk operasional  Pemkab Manokwari Selatan, dan 1,5 miliar untuk pemilihan Bupati dan/atau Wakil Bupati pertama kali.

Adapun wilayah Kabupaten Pegunungan Arfak (Papua Barat) sesuai UU No. 24/2012 berasal dari sebagian wilayah Kabupaten Manokwari yang terdiri atas: a. Distrik Anggi; b. Distrik Anggi Gida; c. Distrik Membey; d. Distrik Sururey; e, Distrik Didohu; f. Distrik Taige; g. Distrik Catubouw; h. Distrik Testega; i. Distrik Minyambouw; dan j. Distrik Hink. Ibukota Kabupaten Arfak berkedudukan di Ullong Distrik Anggi.

Untuk operasional Pemkab Pegunungan Arfak itu, Pemkab Manokwari akan memberikan hibah sebesar Rp 5 miliar/tahun untuk 2 (dua) tahun berturut-turut, dan Rp 1,5 miliat untuk pemilihan Bupati dan/atau Wakil Bupati pertama kali. Sementara Pemprov Papua Barat memberikan hibah Rp 5 miliar/tahun untuk operasional jalannya pemerintahan Kabupaten Pegunungan Arfak dan Rp  1,5 miliar untuk pemilihan Bupati dan/atau Wakil Bupati pertama kali.(Pusdatin/ES)

[alert style=”white”] referensi: setkab.go.id [/alert]

Diajar Sajarah Sunda Galuh di Situs Astana Gedé Kawali

Diajar Sajarah Sunda Galuh di Situs Astana Gedé Kawali

Diajar mah teu kudu di kelas waé. Kitu numutkeun Bu Eha Khotimah, salah sahiji guru SDN 1 Talagasari, Kacamatan Kawali, Kab. Ciamis, Jawa Barat, Saptu (27/10/2012). Bu Eha ngabringkeun murid kelas opat ka Situs Astana Gedé Kawali pikeun diajar sajarah sacara langsung.

Kabéhna aya 21 murid nu dibawa ka Situs Astana Gedé téh, kalayan geus diwidian ku Ibu Titi Sopiah SPd. Salaku Kepala Sakola. Ieu mangrupa kagiatan pangajaran sajarah anu munggaran di luar kelas anu digagas ku Bu Eha, salah sahiji pangajar di SDN 1 Talagasari.

“Muhun kawitna mah ieu téh kagiatan nu munggaran diluar kelas, supados barudak henteu bosen diajarna.” Kitu pokna Bu Eha ka Sundanews.

Masih numutkeun Bu Eha, dipilihna Situs Astana Gedé Kawali, kulantaran ieu situs mangrupa paninggalan karajaan Sunda Galuh anu kalintang penting pisan dipaluruh. Sabab pangajaran sajarah ngeunaan sajarah Sunda Galuh masih saeutik dina buku-buku sajarah siswa sakola dasar. Sajabana ti éta, Situs Astana Gedé ayana teu pati jauh ti SDN 1 Talagasari.

Barudak sakola nu jumlahna 21 urang téh leumpang ngabring ngajugjug ka Astana Gedé Kawali. Saméméh méré pangajaran sajarah di  situs Astana Gedé, Bu Eha ngajak botram heula jeung sakabéh muridna, bari ngareureuhkeun kacapé.

“Alhamdulilah, barudak ogé raresepeun diajar di luar kelas mah. Jaba saméméh diajar téh botram heula murak timbel di lebet Astana.” Pokna Bu Eha.

Barudak kacida bungahna diajar di jero Astana Gedé. Maranéhna bisa langsung wanoh kana tempat jeung sajarah, nu biasana ngan ukur apal tina buku, kiwari bisa ningali jeung maluruh sacara langsung.***

[alert style=”white”] referensi: sundanews[/alert]

Persib Berencana Menggelar Kembali Laga Ujicoba di Ciamis

Persib Berencana Menggelar Kembali Laga Ujicoba di Ciamis

Nampaknya Persib Bandung jatuh cinta kepada stadion Galuh kabupaten Ciamis. Buktinya, tim Maung Bandung berencana akan kembali menggelar laga ujicoba di kota yang berjarak sekitar 120 KM sebelah timur kota bandung ini. Persib direncanakan akan berujicoba pada hari Rabu, 21 November 2012.

Rencana ujicoba ini diutarakan oleh pelatih Persib Bandung, Jajang Nurjaman. Ditemui di mes Persib Jalan Ahmad Yani Bandung, Sebagai bagian dari persiapan Inter Island Cup (IIC) 2012, Persib akan mematangkan persiapannya dalam pertandingan beraroma tandang. Kemungkinan tim yang akan dihadapi adalah antara Persita Tangerang dan PSCS Cilacap.

“Kita berencana akan menggelar partai ujicoba di Ciamis lagi hari Rabu depan. Lawannya antara Persita Tangerang atau PSCS Cilacap. Pertandingan ini untuk memberikan aroma tandang kepada anak-anak dan juga memberikan pengalaman bermain bersama kepada pemain yang baru bergabung,” ujar Jajang Nurjaman, Kamis (15/11).

Sebelumnya, Persib Bandung melakukan pemusatan latihan di Stadion Galuh selama sekitar seminggu. Di stadion kebanggaan msyarakat Ciamis tersebut, Persib melakukan 2 kali ujicoba, yaitu melawan tuan rumah PSGC dan Persibangga Purbalingga. Baiknya kualitas lapangan Galuh menjadi alasan mengapa Persib kembali tertarik menggelar pertandingan di sana.

“Kenapa kita kembali melakukan ujicoba di Ciamis adalah karena lapangannya bagus. Saya dengar, sekarang rumputnya sudah lebih baik lagi,” kata Jajang.

[alert style=”white”] referensi: simamaung [/alert]