Rencana Event Kepariwisataan Ciamis

Rencana Event Kepariwisataan Ciamis

Ciamis memiliki beberapa Rencana Event Kepariwisataan yang biasanya rutin dilaksanakan dalam rangka promosi pariwisata, pemeliharaan dan pelestarian budaya dan seni Kabupaten Ciamis.

Berikut beberapa Event Kepariwisataan Kabupaten Ciamis berdasarkan informasi yang diperoleh.

No. Jenis Kegiatan Waktu Tempat (Objek Wisata) Uraian Kegiatan
1 Pergelaran Kesenian Tradisional Setiap malam minggu Panggung Terbuka Pasar Wisata Pangandaran Mempergelarkan kesenian tradisional
2 Hajat Laut Maret Pangandaran, Batu Karas Penyelenggaraan Upacara Tradisional masyarakat nelayan
3 Ngabuku Taun Maret Cukang Taneuh (Green Canyon) Penyelenggaraan Upacara Tradisional masyarakat nelayan
4 Nyiar Lumar Juni Astana Gede Kawali
5 Nyangku Juni Situ Lengkong Panjalu Prosesi adat, penghargaan kepada leluhur Panjalu
6 Pesta Seni Tradisional Juni Ciamis Pertunjukan seni budaya daerah dalam rangka Hari Jadi Ciamis
7 Lomba Dayung Juli Situ Lengkong Panjalu Menambah daya tarik wisata dan memasyarakatkan olahraga dayung
8 Festival Layang-layang (Pangandaran Kite Festival) Juli Pangadaran Diikuti oleh pelayang dari dalam dan luar negeri
9 Helaran dan Pentas Seni Tradisional Juli Pangandaran Kegiatan pendukung Festival Layang-layang
10 Kontes Ikan Lau Han Juli Pangandaran Kegiatan pendukung Festival Layang-layang
11 Tamiya Race on the Beach Juli Pangandaran Kegiatan pendukung Festival Layang-layang
12 Festival Band Pelajar dan Parade Band Juli Pangandaran Kegiatan pendukung Festival Layang-layang
13 Pemilihan Putra Putri Wisata Juli Pangandaran Kegiatan pendukung Festival Layang-layang
14 Kontes Burung Berkicau Juli Karangkamulyan Kegiatan pendukung Festival Layang-layang
15 Kontes Ketangkasan Domba Juli Pangandaran Kegiatan pendukung Festival Layang-layang
16 Gebyar Vespa Mania Juli Pangandaran Kegiatan pendukung Festival Layang-layang
17 Lomba Lukis dan Mewarnai Juli Pangandaran Kegiatan pendukung Festival Layang-layang
18 Fox Hunting ORARI Juli Pangandaran Kegiatan pendukung Festival Layang-layang
19 Karnaval Perahu Hias Agustus Sepanjang Sungai Cijulang Cukang Taneuh Karnaval perahu menampilkan perahu-perahu hias dari berbagai jenis
20 Lomba Mancing September Manjingklak, Batuhiu Lomba dengan berbagai kriteria seperti ikan terberat, terbanyak
21 Wisata Lintas Alam Oktober Ciamis, Bandung Menyusuri pantai selatan melewati rel, terowongan kereta api, hutan dll.
22 Off Road Oktober Pangandaran Memilih Off Roader handal memperkenalkan objek wisata
23 Pentas Seni dalam rangka Hari Idul Fitri, Natal dan Tahun Baru Des. 2003
Jan. 2004
  • Pangandaran
  • Batuhiu
  • Batu Karas
  • Situ Lengkong Panjalu
  • Kolam Renang
  • Tirtawinaya
Memeriahkan keramaian Idul Fitri, Natal dan Tahun Baru dengan pementasan kesenian tradisional dan modern

Informasi Wisata:
Diparbud Kabupaten Ciamis
Jl. R.A.A. Sastrawinata No. 1 Telp. (0265) 771521 Ciamis

[alert style=”white”]referensi: SMKN 1 Ciamis [/alert]

Pantai Batu Hiu

Pantai Batu Hiu

Sebuah pantai dengan tebing cukup terjal yang memiliki pemandangan lepas kearah samudra hindia. Batu hiu berjarak sekitar 14 km dari pangandaran sebagai objek wisata pilihan ketika anda datang ke Pangandaran. Terletak di Desa Ciliang Kecamatan Parigi, kurang lebih 14 km dari Pangandaran ke arah Selatan. Memiliki panorama alam yang sangat indah. Dari atas bukit kecil yang ditumbuhi pohon-pohon Pandan Wong, kita menyaksikan birunya Samudra Indonesia dengan deburan ombaknya yang menggulung putih.

Pantai Batu Hiu ini terletak di Desa Ciliang, Kecamatan Parigi. Pantai ini dinamakan Batu Hiu karena ada batu yang terlihat di laut ini dan menyerupai sirip ikan hiu. Untuk menikmati indahnya pantai, kita bisa naik ke atas bukit kecil di pantai ini. Dari atas bukit itulah kita bisa melihat batu yang menyerupai sirip ikan hiu, merasakan sejuknya angin laut dan juga menikmati indahnya Samudra Indonesia.

Di bukit kecil yang ditanami pandan wong itulah tempat yang paling pas untuk menikmati pantai Batu Hiu. Yang unik, untuk naik ke atas bukit, kita melewati “gerbang” bikit berupa terowongan kecil yang berbentuk ikan hiu. Jadi, seolah-olah kita masuk ke dalam mulut ikan hiu. Kita juga bisa bermain air laut di sebelah bukit. Namun hati-hati dengan ubur-ubur yang banyak berserakan di pasir pantai ya.

Sekitar 200 meter dari pinggir pantai terdapat seonggok batu karang yang menyerupai ikan hiu, karena itulah tempat ini dinamakan Batu Hiu. Hembusan angin pantai menemani kita saat melepaskan pandangan ke arah samudra atau hamparan pantai sebelah timur yang terbentang hingga Pangandaran. Anda dapat menikmati suasa alam pantai dengan berjalan-jalan di bukit yang teduh atau duduk santai bersama keluarga. Sungguhpun Anda tidak dapat berenang karena ombaknya yang cukup besar, Anda masih bisa berjalan-jalan di pantai menikmati simbahan busa butih yang datang bersama debur ombak Batuhiu. Jangan lupa untuk membawa cinderamata sebagai oleh-oleh bagi keluarga di rumah yang bisa Anda dapatkan di Batuhiu.

TIKET MASUK OBJEK WISATA BATU HIU

  • a. Pejalan Kaki 1(satu) Orang Rp. 2.500,-
  • b. Sepeda Motor Rp. 5.900,-
  • c. Kendaraan Jenis Jeep/Sedan Rp. 14.200,-
  • d. Kendaraan Jenis Carry Rp. 27.200,-
  • e. Kendaraan Penumpang Besar Rp. 40.200,-
  • f. BUS Kecil Rp. 52.700,-
  • g. BUS Sedang Rp. 79.500,-
  • h. BUS Besar Rp.130.500,-
Lokasi: Desa Ciliang, Kecamatan Parigi
Koordinat : 7° 41′ 32″ S,  108° 32′ 9″ E
Telepon: 0265-771421
Arah: 14km dari Kawasan Pangandaran ke arah selatan

Informasi Lebih Lanjut: Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kabupaten Ciamis, Jl. Mr. Iwa Kusumasumantri no. 14 Ciamis 46213

[alert style=”white”]referensi: mypangandaran.com, disparbud.jabarprov.go.id[/alert]

Situ Mustika

Situ Mustika

Wana Wisata Situ Mustika adalah sebuah situ buatan yang terletak di tengah kota Banjar, Jawa Barat. Luas efektif wana wisata ini adalah 8,5 Ha, dengan 3,5 ha berupa situ (kolam besar) dan 5 ha daratan. Di tengah-tengah kolam terdapat pulo kecil. Sebuah sebuah jembatan gantung menghubungkan pulo tersebut dengan pinggir situ.

Dikelola Perum Perhutani sejak 1985, wana wisata ini menawarkan suasana hutan yang sejuk serta panorama situ yang asri dan tenang.

Secara aksesibilitas, wana wisata ini dapat dijelang dari tiga arah. Dari kota Ciamis menggunakan jalan raya Ciamis – Banjar dengan waktu tempuh sekitar 30 menit. Dari arah Jawa Tengah menggunakan jalan raya Cilacap – Ciamis dengan waktu tempuh sekitar 20 menit dari batas provinsi. Sedang dari arah Pangandaran dapat melalui jalan raya Pangandaran – Ciamis, masuk kota Banjar dan menggunakan jalan Jend Soewarto sebelum tiba di Parungsari. Waktu tempuh Banjar – Pangandaran adalah sekitar 2,5 jam.

Situ Mustika dikenal lama sebagai tempat berkemah (camping ground). Kelompok Pramuka, pelajar dan para pecinta alam biasa menggunakan Situ Mustika dalam agenda tahunannya. Hal ini disebabkan karena wana wisata ini memiliki lokasi yang strategis (mudah dijelang karena berada di dalam kota) serta memiliki syarat-syarat yang cukup untuk kegiatan di alam luar (kondisi hutannya sangat terjaga) dengan fasilitas-fasilitas yang cukup memadai (WC, musholla, warung dll).

Favorit Reuni

Situ Mustika juga biasa digunakan perkumpulan-perkumpulan hobby, seperti klub off roader, penggemar sepeda gunung atau motor trail untuk melakukan gathering atau outbound. Khusus pada musim liburan atau Idul Fitri, Situ Mustika merupakan tempat favorit untuk melakukan reuni keluarga atau alumni suatu almamater dengan melaksanakan serangkaian acara bersama.

Lokasi:  Kecamatan Cisaga, Kota Banjar
Koordinat : 7° 21′ 28″ S, 108° 31′ 57″ E
Arah:  3 km dari Kecamatan Cisaga, 1 km dari Kabupaten Banjar, dan 27 km dari Ciamis. Kondisi jalan umumnya beraspal dan baik, sehingga dapat dilalui kendaraan roda dua dan empat. Sarana transportasi umum yang ada adalah colt dan bus.
Fasilitas: Fasilitas yang tersedia di dalam wana wisata ini adalah papan petunjuk, pos jaga, loket karcis, tempat parkir, jalan setapak, instalasi air bersih, MCK, bangku, dan musholla.

[alert style=”white”]referensi: perumperhutani.com, disparbud.jabarprov.go.id[/alert]

 

Cukang Taneuh ( Green Canyon )

Cukang Taneuh ( Green Canyon )

Jika merasa terlalu jauh berkunjung ke Grand Canyon yang ada di Amerika sana, sekarang Anda tidak perlu terlalu kecewa lagi. Indonesia ternyata juga memiliki Green Canyon sendiri yang tak kalah cantiknya. Sebenarnya tempat ini punya nama asli yaitu Cukang Taneuh. Nama Green Canyon sendiri dipopulerkan oleh seorang warga Perancis pada tahun 1993. Sedangkan Cukang Taneuh punya arti yaitu jembatan tanah. Hal itu dikarenakan di atas lembah dan jurang Green Canyon terdapat jembatan dari tanah yang digunakan oleh para petani di sekitar sana untuk menuju kebun mereka.

Green Canyon Indonesia ini terletak di Desa Kertayasa, Kecamatan Cijulang, Ciamis, Jawa Barat. Dari Kota Ciamis sendiri berjarak sekitar 130 km atau jika dari Pangandaran berjarak sekitar 31 km. Di dekat objek wisata ini terdapat objek wisata Batukaras serta Lapangan Terbang Nusawiru.

Objek wisata mengagumkan ini sebenarnya merupakan aliran dari sungai Cijulang yang melintas menembus gua yang penuh dengan keindahan pesona stalaktif dan stalakmitnya. Selain itu daerah ini juga diapit oleh dua bukit, juga dengan banyaknya bebatuan dan rerimbunan pepohonan. Semuanya itu membentuk seperti suatu lukisan alam yang begitu unik dan begitu menantang untuk dijelajahi.

Untuk mencapai lokasi ini wisatawan harus berangkat dari dermaga Ciseureuh. Kemudian melanjutkan perjalanan dengan menggunakan perahu tempel atau kayuh yang banyak tersedia di sana. Jarak antara dermaga dengan lokasi Green Canyon sekitar 3km, yang bisa ditempuh dalam waktu 30-45 menit. Sepanjang perjalanan kita akan melewati sungai dengan air berwarna hijau tosca. Mungkin dari sinilah nama Green Canyon berasal.

Begitu terlihat jeram dengan alur yang sempit yang sulit dilewati oleh perahu berarti sudah sampai di mulut Green Canyon, di mana airnya sangat jernih berwarna kebiru-biruan. Di sinilah awal petualangan menjelajah keindahan objek wisata ini dimulai. Dari sini wisatawan dapat melanjutkan perjalanan ke atas dengan berenang atau merayap di tepi batu. Disediakan ban dan pelampung bagi yang memilih untuk berenang. Meski harus menempuh cara seperti ini, perjalanan dijamin sepenuhnya aman. Bahkan untuk anak-anak 6 tahun ke atas cukup aman untuk menyusuri aliran sungai dengan menggunakan ban dan dipandu oleh pemilik perahu yang disewa.

Perjalanan akan terus berada dalam cekungan dinding terjal di kanan kiri aliran sungai. Dinding-dinding untuk menyajikan keindahan tersendiri, yang paling unik berbentuk menyerupai sebuah gua yang atapnya sudah runtuh. Selain itu di bagian atas beberapa kali pengunjung akan melewati stalaktit-stalaktit yang masih dialiri tetesan air tanah. Setelah beberapa ratus meter berenang, akan terlihat beberapa air terjun kecil di bagian kiri kanan yang begitu menawan. Jika diteruskan berenang maka pengunjung akan sampai pada ujung jalan, di mana terdapat gua yang dihuni oleh banyak kelelawar.

Alur aliran sungai ini cukup panjang, sehingga pengunjung dapat berenang sepuas-puasnya sambil mengikuti arus dari air terjun. Selain pemandangan indah di atas permukaan air, Green Canyon akan menjadi surga tersendiri bagi yang suka menyelam. Tinggal membawa beberapa alat selam, pemandangan menakjubkan cekungan-cekungan di dalam air siap untuk ditelusuri dan dinikmati, lengkap dengan beragamnya ikan-ikan yang berenang ke sana kemari di dasar lubuk. Bagi yang suka menantang adrenalin, dapat meloncat dari sebuah batu besar dengan ketinggian 5m ke dasar lubuk yang dalam.

Bagi Anda yang benar-benar ingin menikmati keindahan objek wisata Green Canyon harus paham dengan musim-musimnya. Karena saat terbaik untuk bisa menikmati keindahaan objek wisata ini adalah beberapa saat setelah masuk musim kemarau. Karena jika pada musim hujan, dikhawatirkan deras sungai dan warna airnya pun akan menjadi coklat.

Sebelum Anda memutuskan untuk ke Green Canyon, sebaiknya terlebih dahulu menyiapkan uang tunai yang cukup. Pasalnya, disana tidakada bank atau ATM. Untuk ATM, tempat penginapan dan fasilitas akomodasi yang lengkap bisa Anda dapatkan di Pangandaran.

Untuk akses berperahu, disana tersedia armada perahu yang cukup banyak. Ada sekitar 100 unit perahu yang dapat mengantarkan Anda untuk menelusuri objek wisata ini. Pada setiap perahu akan dilengkapi seorang juru dan tugas batu untuk memandu Anda dalam perjalanan.

Rute perjalanan yang harus ditempuh untuk menuju Green Canyon yaitu :

Dari JAKARTA dan BANDUNG,

Anda bisa mengikuti Rute Arah ke Jawa Tengah dengan melalui Kota Tasik-Ciamis Kota-Kota Banjar- Pangandaran.

Dari JAWA TIMUR dan JAWA TENGAH,

Untuk JAWA TIMUR anda dapat menuju Arah JAWA TENGAH terlebih dahulu, lalu dilanjutkan untuk mengambil jalur ke Jawa Barat dengan mengikuti jalur Arah (Purworejo-Kebumen-Wangon-Banjar- Pangandaran-Ciamis).

Bagi Anda yang menggunakan kendaraan umum, tentunya tidak usah repot memikirkan rute. Karena sopir akan membawa Anda Langsung ke Pangandaran(Green Canyon). Tapi yang perlu diperhatikan yaitu tempat Anda Menginap disana, anda bisa memilih penginapan yang terdapat di hotel-hotel yang tersedia banyak di Pangandaran atau bisa juga menginap di objek wisata Batukaras yang sangat berdekatan dengan Green Canyon. (untuk data informasi hotel anda bisa lihat pada list hotel yang tesedia di situs ini).

Selamat Menikmati Liburan Panjang dengan Keluarga Anda, Kunjungi dan Nikmati Potensi Objek Wisata Kabupaten Ciamis yang lain, yang tidak kalah menariknya dengan Green Canyon.

TIKET MASUK OBJEK WISATA CUKANG TANEUH (GREEN CANYON)

  • a. Tiket Perahu/Parkir Rp. 57.500,-
  • b. Tiket Pejalan Kaki 1(satu) Orang Rp. 12.500,-

[alert style=”white”]referensi: mypangandaran.com[/alert]

Tarif Masuk Object Wisata Ciamis

Tarif Masuk Object Wisata Ciamis

Berikut adalah beberapa informasi tarif/biaya masuk beberapa object wisata yang ada di kabupaten ciamis berdasarkan PERDA NOMOR 9 TAHUN 2003

1. OBJEK WISATA SITU LENGKONG PANJALU :

  • a. Pejalan Kaki 1(satu) Orang Rp. 2.500,-
  • b. Pejalan Kaki 5(lima) Orang Rp. 12.500,-
  • c. Pejalan Kaki 10(sepuluh) Orang Rp. 25.000,-
  • d. Pejalan Kaki 20(duapuluh) Orang Rp. 50.000,-

2. OBJEK WISATA KOLAM RENANG TIRTAWINAYA

  • a. Tiket Masuk untuk Anak-anak Rp. 2.000,-
  • b. Tiket Masuk untuk Dewasa Rp. 2.500,-

3. OBJEK WISATA KARANGKAMULYAN

  • a. Tiket Masuk Pejalan Kaki Rp. 1.500,-

4. OBJEK WISATA PANGANDARAN

  • a. Pejalan Kaki 1(satu) Orang Rp. 2.500,-
  • b. Sepeda Motor Rp. 5.900,-
  • c. Kendaraan Jenis Jeep/Sedan Rp. 14.200,-
  • d. Kendaraan Jenis Carry Rp. 27.200,-
  • e. Kendaraan Penumpang Besar Rp. 40.200,-
  • f. BUS Kecil Rp. 52.700,-
  • g. BUS Sedang Rp. 79.500,-
  • h. BUS Besar Rp.130.500,-

5. OBJEK WISATA BATU HIU

  • a. Pejalan Kaki 1(satu) Orang Rp. 2.500,-
  • b. Sepeda Motor Rp. 5.900,-
  • c. Kendaraan Jenis Jeep/Sedan Rp. 14.200,-
  • d. Kendaraan Jenis Carry Rp. 27.200,-
  • e. Kendaraan Penumpang Besar Rp. 40.200,-
  • f. BUS Kecil Rp. 52.700,-
  • g. BUS Sedang Rp. 79.500,-
  • h. BUS Besar Rp.130.500,-

6. OBJEK WISATA CUKANG TANEUH (GREEN CANYON)

  • a. Tiket Perahu/Parkir Rp. 57.500,-
  • b. Tiket Pejalan Kaki 1(satu) Orang Rp. 12.500,-

7. OBJEK WISATA BATU KARAS

  • a. Pejalan Kaki 1(satu) Orang Rp. 1.500,-
  • b. Sepeda Motor Rp. 3.900,-
  • c. Kendaraan Jenis Jeep/Sedan Rp. 9.200,-
  • d. Kendaraan Jenis Carry Rp. 17.200,-
  • e. Kendaraan Penumpang Besar Rp. 22.200,-
  • f. BUS Kecil Rp. 32.700,-
  • g. BUS Sedang Rp. 49.500,-
  • h. BUS Besar Rp. 80.500,-

TARIF KELAS I

OBJEK WISATA PANGANDARAN dan BATU HIU

NO. JENIS KENDARAAN TARIF RETRIBUSI OBJEK WISATA RETRIBUSI PARKIR RETRIBUSI SAMPAH PREMI ASURANSI RETRIBUSI KENDARAAN JUMLAH
1. Pejalan Kaki Rp     1.800,00

Rp       200,00 Rp        500,00

Rp       2.500,00
2. Sepeda Motor Rp     3.600,00 Rp     400,00 Rp       400,00 Rp     1.000,00 Rp       500,00 Rp       5.900,00
3. Sedan/Jeep Rp     9.000,00 Rp     700,00 Rp    1.000,00 Rp     2.500,00 Rp    1.000,00 Rp     14.200,00
4. Mobil Penumpang Sejenis Rp   18.000,00 Rp     700,00 Rp    2.000,00 Rp     5.000,00 Rp    1.500,00 Rp     27.200,00
5. Mobil Penumpang Besar Rp   27.000,00 Rp     700,00 Rp    3.000,00 Rp     7.500,00 Rp    2.000,00 Rp     40.200,00
6. Bus Kecil Rp   36.000,00 Rp      700,00 Rp    4.000,00 Rp    10.000,00 Rp     2.000,00 Rp      52.700,00
7. Bus Sedang Rp   54.000,00 Rp  1.500,00 Rp     6.000,00 Rp    15.000,00 Rp     3.000,00 Rp      79.500,00
8. Bus Besar Rp   90.000,00 Rp   1.500,00 Rp   10.000,00 Rp    25.000,00 Rp     4.000,00 Rp    130.500,00

TARIF KELAS II
OBJEK WISATA BATU KARAS – SITU LENGKONG PANJALU
KARANGKAMULYAN – GOA DONAN – KOLAM RENANG TIRTAWINAYA

NO. JENIS KENDARAAN TARIF RETRIBUSI OBJEK WISATA RETRIBUSI PARKIR RETRIBUSI SAMPAH PREMI ASURANSI RETRIBUSI KENDARAAN JUMLAH
1. Pejalan Kaki Rp        800,00

Rp       200,00 Rp        500,00

Rp       1.500,00
2. Sepeda Motor Rp     1.600,00 Rp     400,00 Rp       400,00 Rp     1.000,00 Rp       500,00 Rp       3.900,00
3. Sedan/Jeep Rp     4.000,00 Rp     700,00 Rp    1.000,00 Rp     2.500,00 Rp    1.000,00 Rp        9.200,00
4. Mobil Penumpang Sejenis Rp     8.000,00 Rp     700,00 Rp    2.000,00 Rp     5.000,00 Rp    1.500,00 Rp     17.200,00
5. Mobil Penumpang Besar Rp     9.000,00 Rp     700,00 Rp    3.000,00 Rp     7.500,00 Rp    2.000,00 Rp     22.200,00
6. Bus Kecil Rp   16.000,00 Rp      700,00 Rp    4.000,00 Rp    10.000,00 Rp     2.000,00 Rp      32.700,00
7. Bus Sedang Rp   24.000,00 Rp  1.500,00 Rp     6.000,00 Rp    15.000,00 Rp     3.000,00 Rp      49.500,00
8. Bus Besar Rp   40.000,00 Rp   1.500,00 Rp   10.000,00 Rp    25.000,00 Rp     4.000,00 Rp      80.500,00

TARIF KHUSUS OBJEK WISATA CUKANG TANEUH (GREEN CANYON)

NO. JENIS KARCIS TARIF MASUK PREMI ASURANSI JUMLAH
1. Satu Perahu untuk 5 orang (di luar biaya sewa)   Rp   12.000,00

Rp  500,00

  Rp    12.500,00
2. Sewa Perahu untuk 5 orang   Rp   19.000,00

Jumlah

  Rp   31.500,00

Sumber: Brosur “Sekilas Pandang Kepariwisataan di Kab. Ciamis Jawa Barat”,  Berlaku mulai 1 Mei 2003

[alert style=”white”]sumber : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Ciamis, SMKN 1 Ciamis[/alert]

Museum Nyamuk, Kabupaten Ciamis

Museum Nyamuk, Kabupaten Ciamis

Selintas Museum

Museum Nyamuk berada di komplek perkantoran Loka Penelitian dan Pengembangan Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang (Litbang P2B2)-Ciamis. Museum ini milik Departemen Kesehatan dan merupakan museum nyamuk satu-satunya di Indonesia yang memilliki berbagai fasilitas agar masyarakat waspada akan bahaya nyamuk. Penggagas pertama kali pendirian Museum Nyamuk adalah Sugiono, saat menjabat sebagai Kepala Loka Balitbang P2B2 Ciamis.

Berlatar belakang pemikiran bahwa penyakit menular dengan vektor nyamuk hingga kini masih menjadi beban berat bagi sebagian besar negara tropis termasuk Indonesia. Penyakit-penyakit menular melalui gigitan nyamuk seperti demam berdarah dengue, malaria, filariasis dan chikungunya masih endemis di banyak daerah di Indonesia dan merenggut ribuan jiwa setiap tahun. Karena itu, masyarakat Indonesia harus disadarkan akan keberadaan dan bahaya nyamuk.

Museum Nyamuk dibangun di atas tanah seluas 2.000 m2 dan dilengkapi fasilitas lainnya seperti  Gedung Sinema (teater Nyamuk), ruang multimedia, dan ruang Cinderamata, yang pembangunannya selama 3 tahun dari tahun 2006-2008. Museum ini diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat, H. Ahmad Heryawan  pada tanggal 19 Agustus 2009. Diresmikannya Museum dan Theater Nyamuk diharapkan dapat menjadi ikon wisata ilmiah Litbangkes dan dapat mempermudah akses hasil Litbangkes agar penelitian yang dilakukan selama ini berhasil dan berdaya guna.

Keberadaan Museum Nyamuk ini setidaknya dapat membantu masyarakat yang ingin mengetahui dan mempelajari tentang nyamuk secara menyeluruh. Pengunjung dapat mengenal berbagai fase perkembangan nyamuk. Juga contoh-contoh specimen genus mulai dari Aedes aegepty, nyamuk penyebar demam berdarah, hingga nyamuk Culex quin-ques-fast-ciatus, penyebar penyakit kaki gajah. Museum Nyamuk juga menyediakan film dokumenter tentang siklus kehidupan nyamuk.

Museum dan teater nyamuk ini selain sebagai wisata pendidikan untuk anak-anak juga bersifat promotif untuk meningkatkan perilaku hidup sehat. Museum wisata ilmiah ini juga dilengkapi dengan sarana penunjang insektarium, laboratorium entomologi, parasitologi, farmakologi dan virology, laboratorium uji Insektisida, perpustakaan dan tanaman obat anti malaria dan pengusir nyamuk (Tompen). Mosquito Theatre atau Teater Nyamuk merupakan ikon Wisata Ilmiah Litbangkes yang keberadaannya tidak lepas dari kegiatan workshop yang diselenggarakan atas kerjasama Badan Litbangkes dengan Pemerintah Kabupaten Ciamis.

Koleksi Museum

Museum ini memiliki sekitar 80 koleksi nyamuk vector penyebar penyakit asal dari Indonesia. Koleksi museum dibagi dalam 6 genera, yaitu: Aedes, Culex, Anopheles, Mansonia, Armigeres dan Toxor. Masing-masing genus terdiri dari spesimen, stadium telur, larva, pupa dan nyamuk selain itu juga dilengkapi koleksi tanaman pengusir nyamuk dan tanaman obat untuk gejala penyakit yang dibawa nyamuk.

Alamat

Jalan Raya Pangandaran Km 3 Pangandaran Kab. Ciamis 46396,
Desa Babakan, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Ciamis Provinsi Jawa Barat.
Telp. ( 0265)  639375
Email : [email protected]

[alert style=”white”]referensi: disparbud.jabarprov.go.id[/alert]