Situ Lengkong Panjalu Kiwari

Situ Lengkong Panjalu Kiwari

Situ Lengkong Panjalu Kiwari

Situ Lengkong Panjalu merupakan perpaduan antara objek wisata alam dan objek wisata budaya. Situ Lengkong Panjalu terletak di Desa Panjalu Kecamatan Panjalu dengan jarak 42 Km dari kota Ciamis ke arah utara. Di   objek   wisata ini kita bisa menyaksikan indahnya Danau ( Situ) yang  berudara sejuk dengan sebuah pulau (nusa) ter dapat ditengahnya yang disebut Nusa Larang, di Nusa itu terdapat makam Hariang Kencana, putra dari Hariang Borosngora, Raja Panjalu yang membuat Situ Lengkong pada masa beliau menjadi Raja Kerajaan Panjalu.

Untuk menghormati  jasa para leluhur Panjalu, maka sampai saat ini warga keturunan Panjalu biasa melaksanakan semacam upacara adat yang disebut Nyangku,  acara ini dilaksanakan pada tiap-tiap Bulan Maulud dengan jalan membersihkan benda – benda pusaka yang disimpan disebuah tempat khusus  ( semacam museum ) yang disebut Bumi Alit.

Kegiatan yang bisa dilaksanakan disini antara lain berperahu mengelilingi nusa, camping dan sebagainya.

Sumber Foto: Pandu Radea

Wisata Pantai Karapyak

Wisata Pantai Karapyak

ADA sejumlah objek wisata pantai di Kabupaten Ciamis selain Pantai Pangandaran dan Pantai Batu Hiu. Keindahan alam dan pantai yang satu ini melebihi keindahan pantai di Pangandaran maupun Batu Hiu. Pantai yang dimaksud adalah Pantai Karapyak, terletak di Desa Bagolo, Kec. Kalipucang, Kab. Ciamis. Sekitar 20 km dari Pantai Pangandaran atau 78 km dari Alun-alun Kota Ciamis.

Untuk menuju lokasi ini tidak begitu sulit, karena akses masuk ke sana sudah bagus, bahkan ada penunjuk jalan yang bisa mengarahkan wisatawan ke Pantai Karapyak. Yang patut disayangkan, belum adanya angkutan umum yang bisa membawa pengunjung ke Pantai Karapyak, sekalipun ojek. Hanya pengunjung yang mempunyai kendaraan pribadi atau kendaraan sewaan yang bisa mencapai Pantai Karapyak.

Keindahan Pantai Karapyak memang belum bisa mengalahkan Pantai Pangandaran. Namun bukan berarti tidak layak dikunjungi dan dijadikan objek wisata. Pantai ini mempunyai kelebihan hamparan pasir putih yang memanjang sepanjang kurang lebih 5 km dipadu dengan tonjolan batu karang. Keindahan semakin kentara, ketika ombak laut mulai surut, ikan hias berenang ke sana kemari di sela-sela batu karang. Kepiting kecil dan kumang (kepiting berumah) keluar masuk lubang pasir sambil membawa makanan. Tak hanya itu, cangkang kerang dan hewan moluska lainnya serta karang putih berserakan di sepanjang pantai, menggoda kita untuk mengambil dan mengumpulkannya untuk dijadikan suvenir laut.

Batu karang yang menghampar dan menjorok hampir ke tengah lautan, memang menjadi surga bagi ikan laut. Ada puluhan ribu bahkan puluhan juta ikan hias yang hidup di sana, jelas membuat Pantai Karapyak lebih hidup dan menantang. Selain hamparan pasir putih dan batu karang, pantai ini pun mempunyai tebing-tebing curam nan indah, yang siap mengundang para petualang untuk menjelajahi tiap jengkal tebing karangnya. Di bawah tebing curam, deburan ombak siap mengolah adrenalin hingga ubun-ubun. Buih-buih ombak di bawah tebing curam seolah menanti cucuran keringat petualangan Anda.

Selain menawarkan sejuta keindahan dan petualangan, Pantai Karapyak terbilang masih alami dan perawan. Ini ditandai masih bersihnya pantai dari serbuan sampah plastik maupun sejenisnya. Kondisi alamnya pun masih alami dan terawat. Hanya sayang, pantai ini kurang diminati wisatawan domestik maupun mancanegara. Ini terlihat dari masih jarangnya warung-warung maupun penginapan yang dikembangkan warga setempat.

Hal ini lebih diakibatkan gelombang ombaknya yang tinggi dan menyeramkan, juga pantainya yang curam karena terhubung langsung dengan batu-batu karang. Juga kurangnya akses masuk ke lokasi tersebut. Padahal di Karapyak sudah didirikan menara pengawas pantai serta sarana lainnya yang siap memanjakan para wisatawan. Terlebih pantai ini lokasinya sangat dekat Pulau Nusakambangan. Cukup dengan menyewa perahu, Anda bisa menginjakkan kaki di pulau yang mengundang sejuta misteri ini. Tak hanya itu, Anda pun bisa berjalan-jalan menyusuri muara Sungai Citanduy atau lebih dikenal dengan sebutan Sagara Anakan. Jauh di tengah laut, berdiri tegak dua batu karang yang membentuk pintu masuk ke Sagara Anakan. Menurut nelayan setempat, Maryono, batu karang tersebut dijadikan benteng pertahanan Dermaga Sagara Anakan dari serbuan ombak yang ganas.

[alert style=”white”]referensi: mypangandaran.com [/alert]

Bulaksetra Bakal Jadi Tempat Wisata

Bulaksetra Bakal Jadi Tempat Wisata

Wakil Bupati Iing Syam Arifin menyalami salah satu warga desa babakan dalam acara Sosialisai Pembangunan Bulaksetra menjadi Kawasan Objek Wisata Pendidikan yang berbasis Ekosistem, Esensial, dan Konservasi di PPI Pelabuham Cikidang Dusun Kalapatiga Desa Babakan siang tadi (04/10/12).

Dalam pidatonya Wakil Bupati menyampaikan harapan kepada seluruh masyarakat desa babakan kecamatan pangandaran agar dapat bekerja sama dan berpartisipasi dalam mengembangkan kawasan pantai bulak setra sebagai kawasan lindung hijau dan mengembangkan pariwisata berbasis pendidikan,

Selain dihadiri wakil bupati kegiatan ini juga dihadiri oleh Camat Pangandaran Dedi Mudyana ,Ketua Komite DMO H. Supratman, Kepala Desa Babakan Endang suherdi, dan dihadiri oleh perwakilan komponen masyarakat desa babakan.

Dalam acara ini juga dilakukan dialog interaktif antara warga desa babakan dengan wakil bupati dalam upaya menjadikan kawasan pantai bulak setra Desa Babakan Kecamatan Pangandaran sebagai kawasan lindung hijau dan mengembangkan pariwisata pendidikan berbasis  Ekosistem, Esensial, dan Konservasi

[alert style=”white”]referensi: mypangandaran.com[/alert]

Curug Tujuh Panjalu

Curug Tujuh Panjalu

Curug Tujuh adalah sebuah tempat pariwisata didaerah Panjalu. Dimana Panjalu ini juga terkenal dengan Situ Panjalu-nya (Situ=Danau).

Dinamai Curug Tujuh, karena terdapat tujuh buah Air Terjun yang tidak begitu berjauhan letaknya, dapat dicapai semuanya dengan waktu sekitar 2-3 jam saja.

Jarak dari Tasikmalaya – Curug 7 adalah sekitar 35km, 30 km pertama jalan aspal antar kota yg cukup lebar, 5 km terakhir jalan aspal yg cukup utk 2 mobil, terdapat tanjakan yg lumayan. Di gerbang masuk terdapat cukup tempat parkir untuk 20 mobil.

Curug 1

Curug 1 jaraknya dari gerbang hanya sekitar 50 m. Disinilah pengunjung terbanyak berada, karena dekat dan paling besar.

Curug 2

Tidak bisa dituruni, kita hanya berjalan diatas air terjunnya, lagipula curug ini tidak begitu besar. Curug ini cukup jauh dari curug 1, sekitar 1km ambil jalan kekiri curug 1. Saya heran, kenapa penomoran curug ini tidak sesuai dengan jalur jalan, dikiri ada 4 curug nomor 2,5,6,7 dikanan 2 curug nomor 3,4 ditengah curug nomor 1.

Curug 3

Indah dan bisa dipakai main air. Curug ini tidak begitu jauh dari curug nomor 1. Dari curug nomor 1 ambil jalan ke kanan, sekitar 50 meter.

Curug 4

Curug ini cukup sulit ditempuh, berada diatas curug nomor 3. Medannya menanjak. Bisa untuk main air, meski banyak batu2.

Curug 5

Curug ini juga tidak bisa dipakai mandi. hampir sama dengan curug 3

Curug 6

Curug ini juga tidak bisa dipakai mandi. hampir sama dengan curug 3

Curug 7

Curug ini juga tidak bisa dipakai mandi. hampir sama dengan curug 3

[alert style=”white”]referensi: kaskus, candra-d [/alert]

Mega Wisata Icakan Ciamis

Mega Wisata Icakan Ciamis

Berlokasi di Dusun Cikacang, Desa Sukamulya, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis. Lokasi Icakan mudah dijangkau dan dekat pusat kota Ciamis.

ICAKAN ini terletak tidak terlalu jauh dari pusat Kota Ciamis. Untuk tiba di gerbang menuju ICAKAN ini jauhnya hanya sekitar 3 km ke arah Cirebon. Hanya memang dari gerbang menuju lokasi dirasa cukup jauh karena suasana desa yang membuat kita betah berlama-lama di jalan, selain juga karena jalan yang agak berliku karena merupakan jalan desa. Akan tetapi, semakin lama semakin menanjak ke arah gunung membuat kita semakin penasaran, seperti apakah gerangan kawasan wisata ini?

Menjelang tikungan terakhir, baru terlihat ICAKAn ini secara keseluruhan karena diselingi lembah yang cukup lebar sehingga jarak dan bidang pandak cukup untuk dapat melihat hampir keseluruhan kawasan.

Begitu memasuki gerbang lokasi, langsung disuguhi pemandangan yang sangat menarik, di kiri ada danau yang cukup besar dengan restauran di tepinya, di kanan adalah area parkir kendaraan, sementara pemandangan lurus adalah pemandangan lepas ke arah lembah di kejauhan, walau sayang sekali sedikit terhalang oleh kehadiran patung gorila di tengah persimpangan. Tata letaknya menurut saya sudah cukup baik dengan membagi kawasan menjadi beberapa bagian dengan fungsi berbeda. Ada area main kuda, area sepeda air (bentuknya memang mirip sepeda, tapi di air), area futsal, area berenang, danau dengan perahu angsanya, area flying fox, area untuk menikmati pemandangan, dan area untuk aktifitas otubond atau petualangan.

[alert style=”white”]foto: megawistaicakan, referensi: dianheri.alami-group.net[/alert]