Pantai Karang Nini

Pantai Karang Nini

Objek wisata ini terletak di Desa Emplak, Kecamatan Kalipucang ± 83 km dari kota Ciamis ke arah Selatan. Sepanjang jalan dari pintu gerbang ke lokasi, akan Anda nikmati kesejukan hutan jati dengan irama alam liarnya. Bukan itu saja, pada beberapa bagian jalan ini akan dihidangkan panorama pantai di kejauhan dengan latar belakang Sagara Anakan. Sungguh sebuah pemandangan yang tak terlupakan apabila Anda datang pada saat cuaca cerah. Sebelum mencapai pantai Anda pun akan menjumpai Pondok Wisata yang dikelola oleh Perhutani Kabupaten Ciamis.

Anda beberapa tipe yang dapat Anda pilih. Dengan tarif/malam yang bersaing Anda dapat bersantai bersama keluaga menikmati suasana alam yang tenang dengan panorama pantai yang menakjubkan.

Di pantai ini terhampar batu-batu karang yang salah satunya menyerupai seorang nenek (nini dalam bahasa Sunda) yang sedang menunggu si kakek, sehingga tempat ini dinamakan Pantai Karangnini.

Wana Wisata Karangnini adalah obyek wisata alam yang merupakan perpaduan hutan dan pantai. Hamparan hutan Jati dan rimba yang lebat bertaut dengan lautan lepas, ditingkah debur ombak dan berujung di langit biru lazuardi yang membentuk garis horizon di kejauhan, merupakan pesona alam yang menyimpan misteri kebesaran dan keagungan Tuhan.

Dari silhuet mentari di ufuk timur, membayang pulau Nusa Kambangan dan teluk Pananjung di selatan, serta kelokan jalan kereta api peninggalan Belanda yang menghilang di ujung terowongan.

Kenangan tempo doeloe menerawang dalam lamunan sepur yang sarat muatan, terengah merengkuh tanjakan dan hilang di kelok jalan, menyisakan bunyi raungan keletihan.

Semua keindahan itu dapat dinikmati melalui fasilitas:

  • Lima pondok wisata berarsitektur tradisional Sunda dengan kapasitas rata-rata tiga kamar
  • Saung pertemuan Bale Rancage
  • Menara pandang dilengkapi teropong
  • Beberapa shelter untuk rileks memandang laut lepas
  • Joging track
  • Hidangan makan malam ikan bakar
  • Tempat Parkir yang luas dan aman
  • Tempat bermain anak-anak
  • Camping ground kapasitas 300 orang

Joging melalui jalan setapak bisa dilakukan sambil menikmati berbagai jenis flora dan fauna yang hidup di hutan sekitar, seperti Jati (Tectona Grandis), Mahoni (Sweitenia Mahagoni), Angsana (Pterocarpus Indicus Willd), Ketapang (Terminalia Catappa), Keben (Baringtonia Asiatica), Johar (Casia Siamea) dan jenis-jenis lainnya

Sedangkan fauna seperti Musang (Paradoxorus Hermaproditus), Tupai (Callosiorus Notatus), Kera (Presbytis Cristata).

Wana Wisata Karangnini yang dikelola Perum Perhutani, berada pada jalur wisata Ciamis-Pangandaran. Jarak dari Bandung sekitar 200 km atau 80 km dari kota manis Ciamis, 10 km sebelum Pantai Pangandaran. Karangnini dapat dicapai dengan kendaraan umum atau pribadi, masuk sekitar 2 km, tersembunyi dari kebisingan dan menghadap laut lepas Samudra Indonesia.

Ketinggian dari muka laut sekitar 100 meter. dengan suhu 24 – 30 Derajat Celcius dan kelembaban udara rata-rata 85%.

Selain keindahan alam dapat dinikmati pula obyek-obyek kunjungan lainnya:

  • Makam Cikabuyutan dan mata air Sumur Tujuh yang dipercaya dapat membuat orang awet muda dan mampu menyembuhkan berbagai pernyakit
  • Beberapa goa keramat, seperti Goa Dompet, Goa Panjang, Goa Parat dan Goa Pendek, yang masing-masing m miliki ciri khas dan kisah yang berbeda. Konon Gua Panjang merupakan jalan tembus menuju Kasunanan Cirebon.
  • Makam Eyang Anggasinga Wencana dan Mahapatih Bagaspati
  • Aquarium alam di muara Cipangbokongan, dimana saat air laut surut, kita dapat menikmati berbagai jenis ikat hias yang terjebak di relung-relung terumbu karang.
  • Meneropong pulau Nusa Kambangan di sebelah timur dan cagar alam Pananjung di sebelah selatan, dari menara pandang.

Nama Karang Nini diberikan masyarakat sekitar yang percaya bahwa tempat ini merupakan simbol cinta dan kesetiaan sejati antara kakek (aki dalam bahasa Sunda) dan nenek (nini dalam bahasa Sunda). Konon saat itu sang kakek melaut untuk memancing hingga akhirnya tidak pernah kembali lagi. Kemudian sang Nenek meminta dan memohon kepada Ratu Pantai Selatan untuk dipertemukan dengan sang kekasih hatinya, dan tak lama kemudian muncullah sebuah karang yang mengambang sebagai perwujudan jasad sang kakek.

Batu karang tersebut dinamakan Bale Kambang, di mana orang yang berdiri di atasnya akan merasa bergoyang. Setelah itu sang nenek bersemedi dan meminta agar selalu berdekatan dengan sang kakek. Tidak lama kemudian dikabulkanlah permintaannya dan menjelmalah sang nenek menjadi sebuah karang yang tepat menghadap ke arah Bale Kambang.

Selain itu di kawasan ini juga terdapat daya tarik wisata lain seperti Mata Air Sumur Tujuh yang dipercaya dapat membuat awet muda, juga aquarium alam di muara Cipangbokongan yang sangat menarik di saat air laut surut, di mana para pengunjung dapat melihat berbagai jenis ikan hias yang terjebak di relung-relung terumbu.

Koordinat : 7 41′ 1″ S, 108 44′ 11″ E
Telepon: 0265 – 771042
Arah: 45 Km dari Kota Banjar menuju Pangandaran, 200 km atau 80 km dari kota Ciamis, 10 km dari Pantai Pangandaran ke arah timur
Informasi Lebih Lanjut: Kantor Perum Perhutani KPH Ciamis, Jl. Raya Ciamis Banjar Km. 2 Kertasari Ciamis

[alert style=”white”]referensi: mypangandaran.com, disparbud.jabarprov.go.id[/alert]

Kontes Ketangkasan Domba Buka Gelaran Kontes Ternak Tingkat Provinsi 2012

Kontes Ketangkasan Domba Buka Gelaran Kontes Ternak Tingkat Provinsi 2012

Dalam rangka memeriahkan acara Kontes Ternak Tingkat Propinsi Jawa Barat digelar kontes ketangkasan domba yang di laksanakan dilahan Depatemen Sosial jalan Pamugaran Pangandaran (11/06). Acara dibuka pada hari Selasa 12 Juni 2012 akan berlangsung selama dua hari dan akan di saksikan langsung oleh Gubernur Jawa Barat dan Bupati Ciamis.

[alert style=”white”]foto: mypangandaran.net[/alert]

Data Fosil & Benda Cagar Budaya Kabupaten Ciamis

Data Fosil & Benda Cagar Budaya Kabupaten Ciamis

Fosil & Benda Cagar Budaya Kabupaten Ciamis tersebar dibeberapa situs seperti di Situs Karangkamulyan, Situs Gunung Susuru dan Situs Tambak Sari.

Berikut adalah beberapa informasi  Fosil & Benda Cagar Budaya tersebut:

SITUS KARANGKAMULYAN

NO

NAMA

JUMLAH

1

2

3

4

5

6

7

ARCA NANDI

BATU BERUKIR

BATU PIPISAN

BATU LUMPANG

BOKOR POSLEN

CAWAN

PHOTO MUSEUM

1

1

1

2

1

1

1

JUMLAH

8

SITUS GUNUNG SUSURU

NO

NAMA

JUMLAH

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

BATU TAPAK

BATU PELURU

MATA TOMBAK

GIGI MANUSIA PURBA

TEMPAT NUMBUK RAMUAN

BATU PEKAKAS

GUCI

BAJU KEURE

BATU PIPISAN

BATU MOTIF

1

1

3

2

1

1

1

1

1

1

JUMLAH

13

SITUS TAMBAKSARI

NO

NAMA

JUMLAH

1

2

3

4

5

6

.

.

7

8

9

10

11

12

13

14

SISIT IKAN

GIGI IKAN

RUSUK KUDA NIL

RAHANG RUSA

GIGI RUSA

TANDUK RUSA

1. BESAR

2. KECIL

TENGKORAK GAJAH STAGODON

GIGI GAJAH

SENDI KUDA NIL

TARING KUDA NIL

KAKI GAJAH

ENGSEL GAJAH

RAHANG KUDA NIL

PHOTO MUSEUM

4

1

3

1

2

.

1

11

1

1

1

1

2

1

1

1

JUMLAH

33

[alert style=”white”]referensi: budayagaluh.blogspot.com[/alert]
Jembatan Cirahong Tempo Dulu

Jembatan Cirahong Tempo Dulu

Para Insinyur bekerja pada perbaikan jembatan untuk lalu lintas Manondjaja (Cirahong)  (timur Tasikmalaja). 1946-1950
[alert style=”white”]foto: tasikmalaya.yolasite.com[/alert]
Jembatan Cirahong Ciamis

Jembatan Cirahong Ciamis

Jembatan sepanjang 200 meter ini melintang di atas Sungai Citanduy, menghubungkan Kecamatan Ciamis dan Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya. Jembatan ini berfungsi ganda, di bagian atas merupakan jembatan kereta api, sementara di bagian bawah sebagai jalan raya.

Jembatan yang dibangun awal tahun 1900-an ini diprakarsai Bupati Ciamis RAA Kusumadiningrat (1839-1886). Bupati pertama di Tatar Sunda yang menguasai aksara Latin ini berhasil meyakinkan pemerintah Kolonial Belanda untuk membelokkan jalur kereta api melewati Ciamis. Dalam rencana awal, pembangunan jalur kereta api Bandung-Tasikmalaya-Yogyakarta pada tahun 1891 ini tidak mencantumkan Ciamis sebagai kota persinggahan.

Jalur kereta api itu berperan strategis sebagai jalur pemasaran hasil perkebunan Ciamis ke Bandung dan Batavia. Pada masa itu, Ciamis merupakan sentra perkebunan kelapa di Priangan. Selain itu, perkebunan kopi dan nila juga berkembang baik dengan beroperasinya pengusaha swasta, antara lain di daerah Lemah Neundeut, Bangkelung, Gunung Bitung, dan Sindangrasa.

Meski lebih dari seabad, kokohnya konstruksi jembatan yang melintang 80 meter di atas Sungai Citanduy ini masih terlihat. Lantainya terbuat dari kayu, sementara pilarnya terbuat dari baja.

[alert style=”white”]referensi : Kompas Jawa Barat[/alert]

Pertunjukan Seni Bebegig “Buta Daor” (Dangiang Kencana Community) Sukamantri

Pertunjukan Seni Bebegig “Buta Daor” (Dangiang Kencana Community) Sukamantri

Seni tradisi Bebegig spektakuler karena melibatkan banyak orang untuk arak-arakan. Selain itu, masyarakat dari muda hingga tua mau mengeluarkan uang sendiri sekitar Rp 250.000 untuk membeli bebegig. Itu sebabnya, tradisi khas Ciamis ini diangkat oleh para pembina kesenian dari STSI Bandung, yaitu Yuyus Supriatna, Racmayati Nilakusumah, dan Endi Ependi.

[alert style=”white”]foto: http://smpn2sukamantri.blogspot.com[/alert]

Prosesi Seni Penta Kahuripan (Seni Kupat) dari Panawangan

Prosesi Seni Penta Kahuripan (Seni Kupat) dari Panawangan

Penta Kahuripan merupakan salah satu gambaran kegiatan, kebiasaan / aktivitas sehari-hari Masyarakat Panawangan, yang diapresiasikan melalui pentas seni. Masyarakat Panawangan  biasa membuat sesuatu untuk memenuhi kehidupan sehari-hari, yang dilakukan sejak dahulu (Bihari) hingga sekarang (Kiwari).

Kegiatan tersebut masih terus berlangsung bahkan hingga kini sangatlah terkenal  yaitu Kupat Panawangan  yang menjadi  ciri khas makanan ringan produk lokal,  pada awalnya kupat tersebut di buat untuk kebutuhan / syarat  dalam kegiatan yang bersifat sakral  misalnya acara selamatan atau syukuran.

Kupat panawangan bisa terkenal kemana-mana terutama pada saat menyongsong hari besar islam, juga tidaklah surut  para tamu yang lewat atau sengaja membutuhkannya untuk berbagai keperluan misalnya bekal disaat bepergian mengingat disamping  praktis, Kupat  bisa  tahan tanpa pengawet hingga beberapa hari.

Tentunya hal ini membuat mereka kagum dan aneh, dengan cara yang sangat tradisi, Kupat yang terbuat dari bahan beras dibungkus dengan daun kelapa kemudian direbus bisa tahan dan mempunyai rasa yang khas sebagai ciri yang khas kupat Panawangan.

Tidak sedikit daerah yang lain ingin membuatnya, membuat kupat seperti di Panawangan, namun sampai sekarang belum ada yang mampu menyerupai baik rasa, rupa maupun keawetannya.

Kegiatan tersebut merupakan kegiatan turun-temurun hingga puluhan tahun bahkan ratusan tahun. Dan ternyata tidak mudah bagi mereka yang sama sekali tidak mempunyai keturunan dalam arti  ( kasepuhan ). Mengapa demikan, ternyata dalam proses pembuatannya tidak sembarangan, artinya  pembuatan kupat selalu menggunakan proses yang sangat sukar tanpa mengetahui tata cara yang sangat khas dan ketradisiannya.

Kupat yang berbentuk segi lima ini mempunyai  symbol yang mempunyai arti tertentu seperti pada bentuknya lima sudut ( Juru ) yang artinya ( penta ) yaitu lima kekuatan untuk dapat mempertahankan hidup ( Kahuripan ) yaitu kahayang, kabisa, kauletan, kanyaah dan kaboga. Yang akhirnya dengan memegang falsapah tersebut  terbukti idak  sedikit mereka kini kehidupannya menjadi berubah lebih dari cukup.

Begitulah sedikit informasi yang dapat di tulis dalam sinopsis ini tentang keberadaan Kupat Panawangan atau Kupat Penta Kahuripan.  Dengan harapan hal ini bisa dijadikan Kegiatan Budaya Daerah Panawangan, sehingga masyarakat tidak lupa akan jati dirinya.

Dalam hal ini tidak akan banyak dikupas lebih dalam tentang bagaimana asal mula Kupat Penta Kahuripan tersebut lahir dan berkembang.  Kami disini hanya akan memberikan gambaran melalui pentas seni tentang proses pembuatan Kupat Penta Kahuripan yang ternyata pada mulanya dibuat sangat suci dan sakral.

KARAKTERISTIK

Karateristik dari prosesi seni adat Kupat Penta Kahuripan ini yang kesemuanya mempunyai makna sesuai dengan tujuan awal masyarakat Panawangan ingin merubah hidup dalam kehidupan, diantaranya adalah:

  • Menumbuk padi pada lesung di gambarkan dengan pertunjukkan seni gondang.
  • Makna betuk kupat  yang terdiri dari 5 siku ( juru ) yang merupakan simbol pegangan hidup.
  • Makna warna yang khas ( tekad, keberanian) sebagai rakyat jelata yang ingin tetap bertahan hidup.
  • Proses pengambilan air dari lima sumber mata air keramat yang ada di daerah panawangan dengan tujuan meminta doa dari sesepuh.
  • Tatakrama membersihkan beras yang merupakan bahan pembuatan kupat pada bakul dengan gerakan yang sudah ditentukan tidak boleh kurang atau lebih dari jumlah yang sudah ditentukan. Tatakrama pengambilan daun kelapa / janur dari pohon  kelapa pilihan di daerah Panawangan.

Suasana memasak kupat dimana selama memasak tidak boleh ditinggalkan.
Suasana disaat hari raya besar islam dimana kupat merupakan makanan yang sangat didambakan masyarakat.

Prosesi seni penta kahuripan (seni kupat)merupakan jenis seni kreasi baru yang diambil dari kebiasaan masyarakat yakni masyarakat daerah panawangan dan jenis kesenian ini bisa disebutkan jenis senimonumental.

Diciptakan pada th.2008 oleh Endi Ependi S.Sn
Dipublikasikan ditingkat jabar Pada acara Kemilau Nusantara Propinsi Jawa Barat Tahun 2009

 

[alert style=”white”]referensi: smpn2sukamantri.blogspot.com[/alert]

Pagi Yang Cerah di Cirikip, Panawangan

Pagi Yang Cerah di Cirikip, Panawangan

Photo taken in Cinyasag, Panawangan, Indonesia

Panawangan merupakan bagian Wilayah Ciamis Utara,ada pun batas wilayah adalah; sebelah utara berbatasan dengan kabupaten Kuningan dan Majalengka, sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Rajadesa, sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Kawali, sebelah barat berbatasan dengan Kec.Panjalau dan Kec.Lumbung. Ciri khas oleh-oleh dari Panawangan adalah Kupat dan Opak panawangan.

Panawangan terkenal dengan sebutan Kota Kupat karena kupat panawangan merupakan ciri khas makanan tradisional kecamatan Panawangan yang enak, legit dan mampu bertahan sampai 2-3 hari. Selain enak dan legit, Kupat Panawangan mampu menginspirasi seniman lokal sehingga melahirkan seni tari yang kreatif yang dikembangkan oleh anak-anak SMP Negeri 2 Sukamantri Panjalu.

Menurut cerita sesepuh, kupat yang berbentuk persegi lima mengandung arti dan falsapah kehidupan orang Panawangan, yaitu setiap orang dalam mengarungi hidup harus masagi yang didasarkan kepada keinginan, keterampilan, keuletan, kasih sayang dan harta benda. Dalam bidang keduniaan, lima falsafah hidup ini akan jadi kuat karena diikat oleh saling asih, saling asah dan saling asuh diantara dua jenis manusia, yaitu lelaki dan perempuan, hal ini disimbolkan dengan anyaman dari daun kelapa yang mengikat dan menjadi bungkus ketupat.

[alert style=”white”]foto: panoramio , raihanrn.com[/alert]

Mengenal Iket Sunda

Mengenal Iket Sunda

Dalam setiap kebudayaan, banyak sekali hal yang bisa kita lihat dan perhatikan, serta kita nikmati,diantaranya adalah, suara, gerak, keindahan, adat, pakaian dan keragaman lainya tergantung dari orang yang menikmati, serta melakukannya.

Namun dari keseluruhan ragam kebudayaan tersebut, ada satu hal yang tidak pernah lepas dalam pelaksanaanya;yaitu pakaian atau busana. Setiap ritual acara yang bersangkutan dengan kebudayaan, tentu para pelaku tidak akan lepas dari pakaian pendukung untuk kelangsungan acara tersebut, seperti halnya dalam pagelaran seni suara, seni ketangkasan, upacara adat, bahkan sampai pernikahan pun tidak lepas dari pakaian adat.

Yang tidak lepas dari kelengkapan busana tersebut adalah IKET. Namun untuk kampung adat, iket merupakan hal yang tidak asing lagi dan dalam masa sekarang ini diperkotaan,para pemuda sudah menggunakan iket dalam kesehariannya.

Iket sendiri pada waktu jaman dahulu, merupakan sebagai penutup kepala dan fungsi lainnya adalah sebagai alat untuk membawa sesuatu, bahkan juga menjadi salahsatu senjata untuk bela diri ( menurut beberapa sumber dari artikel lain, dan diperkuat dengan hasil pernyataan beberapa sesepuh di kampung kampung  ).

Namun lain motif lain harga dan lain derajat bagi yang memakai iket, salah satu hal yang mempengaruhi hal ini adalah dari teknik dan jenis kain, sehingga semakin bagus tentu semakin mahal, dan hanya bisa dibeli oleh orang yang mempunyai kemampuan lebih,namun yang paling utama adalah makna dari iket itu sendiri.

Selembar kain yang berbentuk Segi empat, dengan kotak dibagian dalamnya dengan posisi miring, walau mrip taplak meja namun mengandung falsafah yang luas baik dari makna dasar, atau pun dari cara mengikatnya, serta dimana dan kapan iket dipergunakan.

Lantas apa itu yang dimaksud dengan IKET? dari hasil yang saya telusuri dari beberapa sesepuh di Bandung dan kampung adat, bentuk dasar iket idealnya harus berbentuk bujur sangkar, bagian tengahnya ada bagian bujur sangkar dengan posisi diagonal ( tidak se arah dengan bentuk dasar kain )

Iket Sunda bisa dilihat dari:

  1. Tempat pembuatan (Daerah): Sumedang,Garut,Ciamis,Tasik.dsb.
  2. Motif/corak: Kopi pecah, Hanjuang, Kembang Boled,dsb
  3. Cara: Barangbang Semplak, Paros, Udeng, Bendo, dsb
  4. Makna yang terkandung dalam ka-Sunda-an.

Dalam aplikasi keseharian, terkadang kita suka melihat seseorang yang menggunakan iket, yang bermotif dari daerah timur, dengan mengatakan bahwa ini iket sunda, menurut pendapat saya itu bisa saja mungkin yang ia terapkan adalah pola ikatan dan makna kasundaanya, atau bahkan terbalik, dengan motif dari jawa barat namun iket nya dibuat seperti dari daerah timur….

Namun jauh lebih baik lagi bagi warga Jawa Barat,mengandung 4 aspek tersebut diatas, tentu memajukan pengrajin kain di Jawa Barat.

RUPA IKET

Analisa saya, terbagi menjadi 3 rupa ( model ) yaitu;

1. Rupa Iket Réka-an baheula; adalah rupa iket yang sudah terdapat di kampung-kampung adat, dan sudah menjadi pola kebiasaan sehari-hari dalam penggunaanya, tanpa tercampur oleh budaya atau elemen dari luar.

Sebagai contoh biasanya kakek-kakek yang sering menggunakan iket, tentu beliau sudah menggunakan rupa iket tersebut tatkala masih remaja/anak-anak, dan sampai sekarang tetap menggunakannya, walau hanya mengetahui 1 jenis rupa iket yang dikenakannya.

Namun terkadang juga, karena pengaruh kunjungan wisata dari kota/tempat lain, terkadang ada ketertarikan melihat rupa iket tamu tersebut, yang pada akhirnya terjadi transformasi bentuk, bahkan meniru nya.

2. Rupa Iket Réka-an Kiwari; adalah rupa iket hasil karya dari pribadi, dengan kreasi yang disenanginya, namun pada prinsipnya adalah tetap menggunakan kain juru opat. Iket Reka-an ini, sebagai bentuk dari penemuan atau imajinasi atau bahkan surup-an dari hal hal tertentu.

Tidak menutup kemungkinan Rupa Iket Reka-an ini, adalah hasil dari rupa iket Buhun, yang terkuak kembali setelah bertahun-tahun tidak diketahui, dan hal ini bisa dibuktikan dengan metode saksi hidup/bukti dari ingatan seseorang dari generasi penerusnya.

3. Rupa Iket Praktis; adalah rupa iket yang sudah jadi, seperti halnya peci atau bendo, dan tinggal memakai saja.

Sedikit dipertegas, apakah yang kita kenakan adalah rupa Iket réka-an baheula / kiwari? namun setidaknya kita sudah “ngamumulé” bahkan “nanjeurkeun” serta “ngawanohkeun” iket ka balaréa…

”Caringcing pageuh kancing, saringset pageuh iket”

[alert style=”white”]referensi: http://pulasara-iket.com [/alert]

Rencana Event Kepariwisataan Ciamis

Rencana Event Kepariwisataan Ciamis

Ciamis memiliki beberapa Rencana Event Kepariwisataan yang biasanya rutin dilaksanakan dalam rangka promosi pariwisata, pemeliharaan dan pelestarian budaya dan seni Kabupaten Ciamis.

Berikut beberapa Event Kepariwisataan Kabupaten Ciamis berdasarkan informasi yang diperoleh.

No. Jenis Kegiatan Waktu Tempat (Objek Wisata) Uraian Kegiatan
1 Pergelaran Kesenian Tradisional Setiap malam minggu Panggung Terbuka Pasar Wisata Pangandaran Mempergelarkan kesenian tradisional
2 Hajat Laut Maret Pangandaran, Batu Karas Penyelenggaraan Upacara Tradisional masyarakat nelayan
3 Ngabuku Taun Maret Cukang Taneuh (Green Canyon) Penyelenggaraan Upacara Tradisional masyarakat nelayan
4 Nyiar Lumar Juni Astana Gede Kawali
5 Nyangku Juni Situ Lengkong Panjalu Prosesi adat, penghargaan kepada leluhur Panjalu
6 Pesta Seni Tradisional Juni Ciamis Pertunjukan seni budaya daerah dalam rangka Hari Jadi Ciamis
7 Lomba Dayung Juli Situ Lengkong Panjalu Menambah daya tarik wisata dan memasyarakatkan olahraga dayung
8 Festival Layang-layang (Pangandaran Kite Festival) Juli Pangadaran Diikuti oleh pelayang dari dalam dan luar negeri
9 Helaran dan Pentas Seni Tradisional Juli Pangandaran Kegiatan pendukung Festival Layang-layang
10 Kontes Ikan Lau Han Juli Pangandaran Kegiatan pendukung Festival Layang-layang
11 Tamiya Race on the Beach Juli Pangandaran Kegiatan pendukung Festival Layang-layang
12 Festival Band Pelajar dan Parade Band Juli Pangandaran Kegiatan pendukung Festival Layang-layang
13 Pemilihan Putra Putri Wisata Juli Pangandaran Kegiatan pendukung Festival Layang-layang
14 Kontes Burung Berkicau Juli Karangkamulyan Kegiatan pendukung Festival Layang-layang
15 Kontes Ketangkasan Domba Juli Pangandaran Kegiatan pendukung Festival Layang-layang
16 Gebyar Vespa Mania Juli Pangandaran Kegiatan pendukung Festival Layang-layang
17 Lomba Lukis dan Mewarnai Juli Pangandaran Kegiatan pendukung Festival Layang-layang
18 Fox Hunting ORARI Juli Pangandaran Kegiatan pendukung Festival Layang-layang
19 Karnaval Perahu Hias Agustus Sepanjang Sungai Cijulang Cukang Taneuh Karnaval perahu menampilkan perahu-perahu hias dari berbagai jenis
20 Lomba Mancing September Manjingklak, Batuhiu Lomba dengan berbagai kriteria seperti ikan terberat, terbanyak
21 Wisata Lintas Alam Oktober Ciamis, Bandung Menyusuri pantai selatan melewati rel, terowongan kereta api, hutan dll.
22 Off Road Oktober Pangandaran Memilih Off Roader handal memperkenalkan objek wisata
23 Pentas Seni dalam rangka Hari Idul Fitri, Natal dan Tahun Baru Des. 2003
Jan. 2004
  • Pangandaran
  • Batuhiu
  • Batu Karas
  • Situ Lengkong Panjalu
  • Kolam Renang
  • Tirtawinaya
Memeriahkan keramaian Idul Fitri, Natal dan Tahun Baru dengan pementasan kesenian tradisional dan modern

Informasi Wisata:
Diparbud Kabupaten Ciamis
Jl. R.A.A. Sastrawinata No. 1 Telp. (0265) 771521 Ciamis

[alert style=”white”]referensi: SMKN 1 Ciamis [/alert]

Pantai Batu Hiu

Pantai Batu Hiu

Sebuah pantai dengan tebing cukup terjal yang memiliki pemandangan lepas kearah samudra hindia. Batu hiu berjarak sekitar 14 km dari pangandaran sebagai objek wisata pilihan ketika anda datang ke Pangandaran. Terletak di Desa Ciliang Kecamatan Parigi, kurang lebih 14 km dari Pangandaran ke arah Selatan. Memiliki panorama alam yang sangat indah. Dari atas bukit kecil yang ditumbuhi pohon-pohon Pandan Wong, kita menyaksikan birunya Samudra Indonesia dengan deburan ombaknya yang menggulung putih.

Pantai Batu Hiu ini terletak di Desa Ciliang, Kecamatan Parigi. Pantai ini dinamakan Batu Hiu karena ada batu yang terlihat di laut ini dan menyerupai sirip ikan hiu. Untuk menikmati indahnya pantai, kita bisa naik ke atas bukit kecil di pantai ini. Dari atas bukit itulah kita bisa melihat batu yang menyerupai sirip ikan hiu, merasakan sejuknya angin laut dan juga menikmati indahnya Samudra Indonesia.

Di bukit kecil yang ditanami pandan wong itulah tempat yang paling pas untuk menikmati pantai Batu Hiu. Yang unik, untuk naik ke atas bukit, kita melewati “gerbang” bikit berupa terowongan kecil yang berbentuk ikan hiu. Jadi, seolah-olah kita masuk ke dalam mulut ikan hiu. Kita juga bisa bermain air laut di sebelah bukit. Namun hati-hati dengan ubur-ubur yang banyak berserakan di pasir pantai ya.

Sekitar 200 meter dari pinggir pantai terdapat seonggok batu karang yang menyerupai ikan hiu, karena itulah tempat ini dinamakan Batu Hiu. Hembusan angin pantai menemani kita saat melepaskan pandangan ke arah samudra atau hamparan pantai sebelah timur yang terbentang hingga Pangandaran. Anda dapat menikmati suasa alam pantai dengan berjalan-jalan di bukit yang teduh atau duduk santai bersama keluarga. Sungguhpun Anda tidak dapat berenang karena ombaknya yang cukup besar, Anda masih bisa berjalan-jalan di pantai menikmati simbahan busa butih yang datang bersama debur ombak Batuhiu. Jangan lupa untuk membawa cinderamata sebagai oleh-oleh bagi keluarga di rumah yang bisa Anda dapatkan di Batuhiu.

TIKET MASUK OBJEK WISATA BATU HIU

  • a. Pejalan Kaki 1(satu) Orang Rp. 2.500,-
  • b. Sepeda Motor Rp. 5.900,-
  • c. Kendaraan Jenis Jeep/Sedan Rp. 14.200,-
  • d. Kendaraan Jenis Carry Rp. 27.200,-
  • e. Kendaraan Penumpang Besar Rp. 40.200,-
  • f. BUS Kecil Rp. 52.700,-
  • g. BUS Sedang Rp. 79.500,-
  • h. BUS Besar Rp.130.500,-
Lokasi: Desa Ciliang, Kecamatan Parigi
Koordinat : 7° 41′ 32″ S,  108° 32′ 9″ E
Telepon: 0265-771421
Arah: 14km dari Kawasan Pangandaran ke arah selatan

Informasi Lebih Lanjut: Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kabupaten Ciamis, Jl. Mr. Iwa Kusumasumantri no. 14 Ciamis 46213

[alert style=”white”]referensi: mypangandaran.com, disparbud.jabarprov.go.id[/alert]