Ritual Mapag Wayah 20 Januari 2013

Ritual Mapag Wayah 20 Januari 2013

mapag-wayah-20-januari-2013

Ritual adat MAPAG WAYAH dilaksanakan di pelataran GONG PERDAMAIAN DUNIA SITUS KARANG KAMULYAN CIJEUNGJING CIAMIS pada hari sabtu 19 Januari 2013.

[alert style=”white”] foto:PANGAUBAN GALUH PAKUAN[/alert]

Ciamis Car Free Day

Ciamis Car Free Day

Peta Ciamis Car Free Day

Jalur Pengendalian Ciamis Car Free Day dapat dilihat pada Peta Pengendalian Lalu Lintas dan Parkir diatas. Ciamis Car Free Day akan diselenggarakan setiap hari Minggu mulai dari tanggal 27 Januari 2013 Pukul 06.00 s/d 10.00 WIB.

“Go Green…” merupakan slogan yang telah lama dikenal oleh masyarakat dunia. Sebagai salah satu upaya melestarikan bumi dari rusaknya ekosistem. Merekayasa pengendalian arus lalu lintas, menentukan lokasi parkir, menginventarisir kebutuhan rambu-rambu, menempatkan personil pada simpul-simpul lalu-lintas. Dengan harapan mendapat tanggapan positif dari masyarakat dan dapat meningkatkan PAD Kabupaten Ciamis merupakan upaya-upaya mengantisipasi permasalahan polusi lingkungan yang kini digalakan kembali di Kabupaten Ciamis melalui Program ‘Car Free Day ’.

Dalam  gelaran ‘Car Free Day ’ minggu (27/1) Wakil Bupati Ciamis menyampaikan bahwa:  ‘Car Free Day ‘ Sungguh merupakan gagasan yang baik memberikan arti dan makna bagi masyarakat di Tatar Galuh Khususnya untuk mengisi hari libur di ruang publik. Diharapkan dapat menggugah kita semua untuk memperkuat tali silaturahmi kebersamaan menjaga kebersihan serta ikut berperan serta dalam melestarikan pembangunan. Car Free Day merupakan gerakan Global dekade ini merupakan gagasan untuk menumbuhkan kesadaran dalam memberikan dan beraktifitas dengan tidak menggunakan kendaraan bermotor yang menimbulkan polusi udara. Lalu lalang kendaraan bermotor akan tergantikan dengan dominasi aktifitas sehat dengan menikmati jalan kota tanpa kendaraan bermotor dan terhindar dari polusi. Adapun aktifitas yang mengisi kegiatan ini antara lain yaitu jalan kaki, bersepeda, senam, jogging, sepak bola sangat berpengaruh pada diri kita. Hal ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mengurangi tingkat polusi pada udara dan mendorong masyarakat untuk menggunakan alat transportasi ramah lingkungan”, demikian ungkap Wabup.

Polusi udara dari kendaraan bermotor mengandung berbagai macam unsur racun seperti karbon dioksida, karbon monoksida dan sebagainya, sehingga dapat mengakibatkan ISPA. Diakhir sambutannya Wabup menghimbau warga masyarakat tatar galuh untuk menjadikan ‘Car Free Day ’ sebagai wahana silaturahmi dalam ikut serta menjaga lingkungan dan kebersihan, mari kita tanamkan pengertian kepada masyarakat pentingnya pemeliharaan kelestarian lingkungan dan keramahan lingkungan, tingkatkan gerakan K3 di lingkungan pemukiman, perkantoran dan lingkungan masing-masing secara berkesinambungan.

[alert style=”white”] referensi: ciamiskab[/alert]

Mesjid Agung Ciamis

Mesjid Agung Ciamis

Mesjid Agung Ciamis

Masjid Agung Ciamis, Jawa Barat, terletak di jantung kota Kabupaten Ciamis. Posisinya sangat strategis di antara alun-alun kota (Taman Raflesia) Ciamis, Gedung DPRD, dan Kantor Bupati Ciamis. Masjid termegah, terbesar, dan bersejarah di Ciamis ini memegang peranan penting dalam membawa nilai-nilai dakwah dan syiar Islam bagi masyarakat setempat selama ratusan tahun.

Masjid ini mulai dibangun pada tahun 1882, saat Ciamis dipimpin oleh Bupati Galuh Rd. A. A. Koesoemahdiningrat. Namun, baru dapat diselesaikan pada tahun 1902 kala tongkat estafet kepemimpinan Ciamis dipegang oleh Bupati Galuh Rd. A. A. Koesoemah Soebrata yang tak lain adalah putra bupati sebelumnya.

Bentuk masjid yang mengacu pada bentuk khas joglo, yakni atap berbentuk kerucut dengan tiga undakan bertingkat, tersebut digawangi oleh Pangeran Radjab selaku arsitek dengan dibantu oleh ahli bangunan Alhari Joedanagara. Bentuknya menjadi ciri khas bangunan masjid pada periode ini.

Bentuk masjid yang sekarang adalah hasil lima kali perubahan yang cukup signifikan. Pada renovasi pertama yang dilakukan tahun 1902, bentuk masjid dipertahankan. Perubahan hanya dilakukan pada serambi dengan memperluas halaman.

Renovasi kedua dilaksanakan pada 1958 di masa pemerintahan Bupati Rd. Yoesoef Suriasaputra, dengan pelaksana (pemborong) H. Juwinta. Beberapa perubahan yang mencolok dilakukan pada masa ini. Atap berbentuk kerucut yang awalnya menggunakan kayu diubah menjadi berbentuk bulat berbahan seng. Di bagian depan kanan dan kiri masjid dibuat menara berbentuk bulat yang juga terbuat dari seng.

Kemudian, renovasi ketiga dilakukan tahun 1982 pada masa kepemimpinan Bupati Drs. H. Soejoed. Renovasi ini selesai pada masa pemerintahan Bupati H. Momon Gandhasasmita, S.H sekaligus sebagai renovasi keempat.

Pada masa renovasi ketiga dan keempat ini, beberapa hal berubah secara drastis. Kubah yang semula berbahan seng diganti beton dan dibuat lebih tinggi, lantai yang sebelumnya dari tembok diganti dengan keramik, di sebelah utara masjid pada bagian depannya dibangun lagi satu menara, dan ruangan depan serambi masjid yang tadinya tertutup dibuat terbuka.

Pada renovasi terakhir tahun 2002 yang diprakarsai oleh Bupati H. Oma Samita, S.H., M.Si, masjid mengalami beberapa perubahan besar lagi. Yang paling mencolok adalah pada bentuk dan bahan kubah. Kubah yang semula hanya ada satu dan berbahan beton kini mendapat tambahan empat kubah dari fiberglass dan lebih tinggi daripada sebelumnya.

Selain itu, lantai yang semula berbahan keramik telah diganti dengan granit. Untuk pelapis dinding digunakan material marmer, perubahan ini membuat suasana dalam masjid lebih sejuk.

Di sebelah timur serambi masjid dibangun dua buah menara. Di bagian bawah menara dibangun basement yang berfungsi sebagai kantor, ruang rapat, perpustakaan, toilet, serta lorong bawah tanah yang menghubungkan ruang basement dengan serambi masjid.

[alert style=”white”] foto: panoramio by ahgoose, sumber: duniamasjid [/alert]

Hening Situ Panjalu Ciamis

Hening Situ Panjalu Ciamis

HENING SITU PANJALU CIAMIS

Situ Lengkong Panjalu merupakan perpaduan antara objek wisata alam dan objek wisata budaya. Situ Lengkong Panjalu terletak di Desa Panjalu Kecamatan Panjalu dengan jarak 42 Km dari kota Ciamis ke arah utara. Di   objek   wisata ini kita bisa menyaksikan indahnya Danau ( Situ) yang  berudara sejuk dengan sebuah pulau (nusa) ter dapat ditengahnya yang disebut Nusa Larang, di Nusa itu terdapat makam Hariang Kencana, putra dari Hariang Borosngora, Raja Panjalu yang membuat Situ Lengkong pada masa beliau menjadi Raja Kerajaan Panjalu.

[alert style=”white”] foto:  nustaffsite.gunadarma.ac.id/blog/raziq_hasan/mine [/alert]

Abon Ikan Patin Ciamis

Abon Ikan Patin Ciamis

Kelompok pengolah ikan di daerah Ciamis, membuat abon ikan patin. melalui proses yang masih sangat sederhana tapi masa edarnya bisa sampai tahunan tanpa pengawet. Yang dilakukan Teni Nawalusi karyawan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Sub Unit Laboratorium Pengujian Mutu Hasil Perikanan (LPMHP) Kabupaten Ciamis membina Kelompok Pengolah Ikan di daerah tersebut, cukup mulia. Diantara produk yang dihasilkan kelompok tersebut adalah abon ikan patin. Menariknya abon ikan yang dihasilkan bukan rasa ikan tapi rasa daging.

Kelompok yang diberi nama Kelompok Pengolah Ikan ini didirikan pada 2004, dengan ketua Ros Rosita dan beranggotakan 10 orang. Proses produksinya memang masih sangat sederhana. Dan kapasitas produksinyapun masih bergantung pada pesanan dari konsumen. Mengingat semuanya masih sangat terbatas. Jadi kalau produksi berlebihan bingung memasarkannya. Karena belum memiliki tenaga pemasaran yang handal. “Dalam satu hari rata-rata produksi baru sekitar 5 kg,” papar Teni.

Sebetulnya abon ikan ini, lanjut Teni bisa menjadi industri yang potensial bagi daerah, khususnya Ciamis. Karena akan memberikan mulplier effect yang cukup luas kepada masyarakat. Selain memberikan pasar baru bagi para petani ikan patin, juga membuka peluang kerja. “Untuk bahan baku ikan patin didapatkan di daerah setempat, Ciamis, Tasikmalaya. Biasanya satu ekor ikan patin bisa jadi 1 kg abon ikan,” kata Teni.

Perlu diketahui abon ikan ini sangat baik untuk dikonsumsi karena mengandung protein, lemak dan kalsium yang dibutuhkan oleh tubuh. Setelah diuji coba kadar protein abon ikan pating sebesar 19%, lemak 6%,dan air sekitar 5%. Sementara ambang minimal kadar protein ikan olahan yang ditetapkan oleh Balai Besar Pengolahan Ikan adalah sebesar 13%. Disisi lain keunggulan dari ikan selain mengandung protein adalah rendah kolesterol, sehingga baik dan aman dikonsumsi anak maupun orang dewasa.

Boga Rasa dan Lezzat

Proses pembuatan abon ikan patin, pertama dipilih ikan patin yang masih kondisi segar lalu dipotong kepala dan ekor lantas dicuci bersih. Untuk kepalanya bisa dijual tersendiri, atau dibuat sop kapala ikan patin. Semua isi ikan dibuang termasuk duri dan hitam-hitam yang menempel pada diding dalam. Jadi yang diambil hanya dagingnya saja.

Untuk bumbunya terdiri dari rempah-rempah, jahe, gula pasir, bawang merah, bawang putih, dihaluskan bersama. Kemudian bumbu tersebut diaduk/dicampur dengan daging ikan patin yang telah dihancurkan (disuwir-suwir). Lantas bumbu dan ikan diaduk sampai merata baru digoreng selama 1-2 jam hingga kering berwarna kuning kecoklatan. “Setelah digoreng abon ikan dipres dengan mesin pres agar minyaknya keluar, dan didinginkan,” Teni memberi tahu proses pembuatannya.

Untuk membuat 1 kg abon ikan patin dibutuhkan sekitar 3 sampai 3,5 kg ikan patin. Harga ikan patin 1 kg sekitar Rp 14.000. setelah jadi abon ikan dijual Rp 20.000/ons atau sebesar Rp 150.000/kg. Abon ikan patin yang dijual dengan nama “Boga Rasa” untuk pasar disekitar Ciamis dan dengan nama “Lezzat” untuk pasar diluar Ciamis ini bisa bertahan hingga 5 bulan bahkan bisa sampai 3 tahun kalau disimpan dengan benar (ditempat pendingin).

Mampu mandiri

Tahun ini (2010) anggota kelompok pengolah ikan bertambah menjadi 15 orang. Dan produksinyapun juga mulai meningkat rata-rata 10 kg /hari. Hanya saja yang menjadi kendala harga ikan patin sering fluktuatif, sehingga sangat berpengaruh pada produksi. “Harapan kami perlu segera ditingkatkan budidaya ikan patin khususnya di Ciamis,” keluh Teni.

Sementara untuk meningkatkan volume produksi dan kualitas produk, kelompok ini butuh bantuan peralatan untuk memasak seperti wajan besar dan alat pengepres abon.

Kedepan Teni berharap kelompok ini bisa mandiri, berkembang dan punya out let (toko) sendiri. Untuk itu kini yang sedang diupayakan kelompok adalah meningkatkan kualitas, dan pengembangan pasar, serta pelatihan untuk meningkatkan kemampuan kelompok dalam memproduksi abon. A. Kadri

[alert style=”white”] sumber: ikm.kemenperin.go.id [/alert]

Nama Nike Ardilla Dijadikan Nama Jalan di Pondok Labu Park Residence

Nama Nike Ardilla Dijadikan Nama Jalan di Pondok Labu Park Residence

Terobosan baru diberlakukan oleh PT Puri Usaha Indonesia yakni menamakan salah satu jalan utama dengan nama seorang artis yang cukup melegenda. Melalui polling yang cukup ketat, akhirnya nama Nike Ardilla dipilih sebagai nama jalan di Boulevard perumahan Pondok Labu Park Residence.

“Di luar negeri kita tahu sudah ada Beverly Hills, di mana ada nama-nama artis dipakai sebagai nama jalan. Untuk di Indonesia belum ada. Jadi kita punya inisiatif untuk perumahan memakai nama artis atau penyanyi,” terang Irwan Malik Thalib SH selaku marketing PT Puri Usaha Indonesia usai mengunjungi museum Nike Ardila untuk meminta izin pemakaian nama, Kamis (20/12).

Alasan pihak pengembang memakai nama almarhum Nike Ardilla karena sebagai musisi nama Nike sudah melegenda. “Nama Nike Ardilla sendiri kita ambil karena dia sosok yang luar biasa dan sampai saat ini fans clubnya masih tetap jalan,” terangnya lagi.

Sementara dari pihak Nike, yang langsung di wakili oleh sang ibunda, merasa sangat bangga nama anaknya bisa di pakai sebagai nama jalan. “Saya sangat berterima kasih nama almarhum anak saya bisa dijadikan sebuah nama jalan. Semoga ide ini bisa menjadi motivasi para artis” atas penghargaan karya karya para entertainer kita,” kata Nining Ningsirat.

[alert style=”white”] sumber: kapanlagi.com [/alert]

5 Desa Baru Hasil Pemekaran Tahun 2012

5 Desa Baru Hasil Pemekaran Tahun 2012

Lima Desa baru hasil pemekaran tahun 2012 Rabu (19/12) secara sekaligus diresmikan Bupati Ciamis H. Engkon Komara di Aula TP PKK Kabupaten Ciamis. Ke 5 Desa yang diresmikan tersebut masing-masing Desa Mekar Buana pemekaran dari Desa Sadapaingan, Desa Nagara Wangi pemekaran dari Desa Nagara Pageuh, Desa Natanegara pemekaran dari Desa Nagarajati Kecamatan Panawangan, dan Desa Bungur Raya hasil pemekaran dari Desa Bojong Kecamatan Langkaplancar serta Desa Tanjung Sari pemekaran dari desa Langkapsari Kecamatan Banjarsari, peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti yang disaksikan Wakil Ketua DPRD Kab. Ciamis Ganjar M Yusuf.

Setelahnya peresmian Bupati Ciamis H. Engkon Komara melantik pula Penjabat ke 5 desa baru tersebut yaitu Oding sebagai penjabat Kepala Desa Mekar Buana, Taufik Hidayat sebagai penjabat Kepala Desa Nagara Wangi, M. Abdul Rohman, Spd.i sebagai penjabat Kepala Desa Natanegara Kecamatan Panawangan dan Halim sebagai penjabat Kepala Desa Bungur Raya Kecamatan Langkaplancar serta Karsono sebagai penjabat Kepala Desa Tanjung Sari Kecamatan Banjarsari.

Bupati Ciamis H. Engkon Komara dalam amanatnya menyampaikan rasa bangga atas perjuangan masyarakat yang lama dan gigih untuk mencapai terwujudnya desa baru, karena lanjut Bupati H. Engkon Komara untuk mewujudkan pemekaran tanpa perjuangan belum tentu terwujud, apalagi saat ini pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan untuk mengkaji ulang ajuan setiap pemekaran daerah. “Kita harus bersyukur meskipun sedang dihentikan pemekaran tapi kita sudah berhasil ini berkat perjuangan semua pihak termasuk terwujudnya DOB Pangandaran” ungkap Bupati.

Setelahnya pemekaran Bupati H. Engkon Komara berharap agar bisa melaksanakan roda pemerintahan dengan sebaik-baiknya dengan melibatkan semua elemen masyarakat untuk diajak bicara dan manfaatkanlah peluang dan potensi yang ada di daerah masing-masing termasuk di sektor pertanian dengan memanfaatkan lahan-lahan yang kosong.

“Dengan pemekaran mudah-mudahan akan lebih baik lagi dalam upaya pelayanan kepada masyarakat, juga diharapkan desa induk dan desa pemekaran selalu berjalan bersama-sama untuk kemajuan desa” pungkas Bupati H. Engkon Komara.

[alert style=”white”]referensi: ciamiskab[/alert]

Nama Jalan Beraksara Sunda

Nama Jalan Beraksara Sunda

Nama Jalan Aksara Sunda

 

PLASABUMI bersama Bupati Engkon Komara dan Gubernur Ahmad Heryawan (Penyerahan Hadiah, nama Jalan beraksara Sunda)

[alert style=”white”] foto: Plasabumi Facebook Page [/alert]

Telah Lahir Kabupaten Pangandaran

Telah Lahir Kabupaten Pangandaran

Jumlah Daerah Otonomi Baru (DOB) di Indonesia dipastikan akan bertambah lagi. Setelah sebelumnya disetujui oleh Rapat Paripurna DPR, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyetujui lahirnya 4 (empat) DOB baru, yaitu Kabupaten Pangandaran (Jabar), Kabupaten Pesisir Barat (Lampung), Kabupaten Manokwari Selatan (Papua Barat), dan Kabupaten Pegunungan Arfak (Papua Barat).

Persetujuan Presiden atas terbentuknya Kabupaten Pangandaran (Jabar) tertuang dalam penandatanganan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2012, Kabupaten Pesisir Barat (Lampung) melalui penandatanganan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2012, Kabupaten Manokwari Barat (Papua Barat) melalui Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2012, dan Kabupaten Pegunungan Arfak (Papua Barat) melalui Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2012. Semua UU yang mendasari lahirnya keempat kabupaten baru (DOB) itu ditandatangani oleh Presiden SBY pada 16 November 2012, dan kemudian diundangkan oleh Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsudin pada 17 November.

UU itu mengamanatkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) agar melaksanakan peresmian dan pelantikan penjabat bupati dari masing-masing daerah paling lambat 9 (sembilan) bulan sejak UU disahkan.

Cakupan Wilayah

Dalam UU No. 21/2012 disebutkan, Kabupaten Pangandaran (Jabar) berasal dari sebagian wilayah Kabupaten Ciamis, yang terdiri dari: Kecamatan Parigi; Kec. Cijulang; Kec. Cimerak; Kec. Cigugur; Kec. Langkaplancar; Kec. Mangunjaya; Kec. Padaherang; Kec. Kalipucang; Kec. Pangandaran; dan Kec. Sidamulih. Ibukota Kabupaten Pangandaran berkedudukan di Kec. Parigi.

Pada tahap awal biaya penyelenggaraan pemerintahan Kabupaten Pangandaran akan didukung oleh hibah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ciamis sebesar Rp 5 miliar/tahun selama 2 (dua) tahun berturut-turut, dan hibah sebesar Rp 4,5 miliar untuk pelaksanaan pemilihan Bupati dan/atau Wakil Bupati pertama kali. Sementara Pemda Provinsi Jabar akan mengalokasikan bantuan hibah sejumlah Rp 2,5 miliar/tahun untuk 2 (dua) tahun berturut-turut, serta Rp 2,5 miliar untuk penyelenggaraan pemilihan Bupati dan/atau Wakil Bupati pertama kali.

Adapun wilayah Kabupaten Pesisir Barat (Lampung) sesuai UU No. 22/2012 berasal dari sebagian wilayah Kabupaten Lampung Barat, yang terdiri dari: a. Kec. Pesisir Tengah; b. Kec. Pesisir Selatan; c. Kec. Lemong; d. Kec. Pesisir Utara; e. Kec. Karya Penggawa; f. Kec. Pulau Pisang; g. Kec. Way Krui; h. Kec. Krui Selatan; i. Kec. Ngambur; j. Kec. Bengkunat; dan k. Kec. Bangkunat Belimbing.

“Ibukota Kabupaten Pesisir Barat berkedudukan di Krui,” bunyi Pasal 7 UU No. 22/2012.

Biaya operasional pemerintahan Kabupaten Pesisir Barat pada tahap awal akan didukung oleh Pemkab Lampung Barat melalui hibah sebesar Rp 5 miliar/tahun selama 2 (dua) tahun bertutut-turut, dan Rp 5 miliar lainnya untuk pelaksanaan pemilihan Bupati dan/atau Wakil Bupati pertama kali. Sementara Pemprov Lampung akan memberikan bantuan dana sebesar Rp 5 miliar/tahun sebanyak 2 (dua) kali untuk penyelenggaraan pemerintah, dan Rp 3 miliar untuk penyelenggaraan Pemilihan Bupati dan/atau wakilnya pertama kali.

Sementara pada UU No. 23/2012 disebutkan, wilayah Kabupaten Manokwari Selatan berasal dari sebagian wilayah Kabupaten Manokwari yang terdiri dari: a. Distrik Ransiki; b. Distrik Oransbari; c. Distrik Neney; d. Distrik Dataran Isim; e. Distrik Momi Waren; dan f. Distrik Tohota. Adapun ibukota Kabupaten Mankowari Selatan ditetapkan di Boundij Distrik Ransiki.

Biaya operasional pemerintah Kabupaten Manokwari Selatan pada 2 (dua) tahun pertama akan didukung melalui dana hibah dari Kabupaten Manokwari sebesar Rp 5 miliar/tahun; dan Rp 3.933.283.733,00 untuk pelaksanaak pemilihan Bupati dan /atau Wakil Bupati. Sementara Pemprov Papua Barat akan menyumbang Rp 5 miliar/tahun selama 2 (dua) tahun berturut-turut untuk operasional  Pemkab Manokwari Selatan, dan 1,5 miliar untuk pemilihan Bupati dan/atau Wakil Bupati pertama kali.

Adapun wilayah Kabupaten Pegunungan Arfak (Papua Barat) sesuai UU No. 24/2012 berasal dari sebagian wilayah Kabupaten Manokwari yang terdiri atas: a. Distrik Anggi; b. Distrik Anggi Gida; c. Distrik Membey; d. Distrik Sururey; e, Distrik Didohu; f. Distrik Taige; g. Distrik Catubouw; h. Distrik Testega; i. Distrik Minyambouw; dan j. Distrik Hink. Ibukota Kabupaten Arfak berkedudukan di Ullong Distrik Anggi.

Untuk operasional Pemkab Pegunungan Arfak itu, Pemkab Manokwari akan memberikan hibah sebesar Rp 5 miliar/tahun untuk 2 (dua) tahun berturut-turut, dan Rp 1,5 miliat untuk pemilihan Bupati dan/atau Wakil Bupati pertama kali. Sementara Pemprov Papua Barat memberikan hibah Rp 5 miliar/tahun untuk operasional jalannya pemerintahan Kabupaten Pegunungan Arfak dan Rp  1,5 miliar untuk pemilihan Bupati dan/atau Wakil Bupati pertama kali.(Pusdatin/ES)

[alert style=”white”] referensi: setkab.go.id [/alert]

Cukang Taneuh Ciamis

Cukang Taneuh Ciamis

The local people call Cukang Taneuh (Land Bridge) because right in the upstream river Cijulang flow, there is a land bridge about three meters width, with a length about 40 meters.

At first Green Canyon is only a place that has the potential various panorama of nature, the flow of water of Cijulang River, right in the headwaters, there is a cave made by a land bridge which is very stunning, crystal clear water reflect the greenness colour due to the depth, and the placee is located between two hills with rocks and trees.

[alert style=”white”] foto: http://www.flickr.com/photos/tjetjep/4255187676/[/alert]

Desa Ciparanti Cimerak Ciamis

Desa Ciparanti Cimerak Ciamis

Ciparanti adalah desa di Kecamatan Cimerak, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, Indonesia.

Desa Ciparanti merupakan desa yang terletak di sebelah Barat Kabupaten Pangandaran dan selatan kecamatan Cimerak yang dikepalai oleh Bapak Dadang Suherman.

Dan Sebuah desa yang menjadi tempat pertama di Indonesia yang membangun Pembangkit Listrik Tenaga Udara (PLTU). Desa ini berada di pinggir pantai, berada kurang lebih 45 menit (naik kendaraan) ke arah barat dari pantai pangandaran. desa ini memiliki pantai yang sangat cantik, yaitu pantai ciparanti, dengan keaneka ragaman hewan lautnya, masyarakat di desa ini banyak yang menggantungkan hidupnya pada kekayaan lautnya, karena di pantai ini dikenal dengan udang lobsternya, kerang-kerangan, dan rumput laut yang beraneka ragam. masyarakatnya ramah dan dikenal sangat baik terhadap tamu, penduduknya 100% muslim, mereka sangat terbuka bagi siapa saja yang berkunjung ke desa ini. desa ini sangat cocok untuk jadi tujuan wisata ekologi dan juga rekreasi di hari libur.

Struktur kepemimpinan dan pemerintahan desa berdasarkan pemerintahan yang tertinggi dan memiliki tujuh lembaga kemasyarakatan diantaranya LPMD/LPKK, PKK, RW, RT, karang taruna, kelompok tani, dan Badan Usaha Milik Desa. Struktur administrasi desa terdiri dari Kepala Desa yang membawahi dan berkoordinasi dengan Sekertaris Desa yang membawahi urusan Umum dan Urusan keuangan; Urusan Pemerintahan; Urusan Agama dan Kesejahteraan; Urusan Ekonomi; Kepala Dusun Citotok; Kepala Dusun Cisempu; dan Kepala Dusun Ciwalini.

Desa Ciparanti terdiri dari tiga dusun, yaitu dusun Citotok, dusun Cisempu dan dusun Ciwalini. Dusun Citotok dikepalai oleh Bapak Edi, dusun Cisempu dikepalai oleh Bapak Dadang dan dusun Ciwalini dikepalai oleh Bapak Didi. Dari dusun satu ke dusun lainnya memiliki jarak tempuh yang cukup jauh dan juga terjal, masalah ini memengaruhi pula pada akses transportasi masyarakat yang tidak memiliki kendaraan pribadi seperti sepeda motor ataupun mobil bak terbuka, walaupun pada kenyataannya sebagian penduduk di setiap dusun rata-rata telah memiliki kendaraan yang kebanyakan merupakan sepeda motor, tetapi bagi penduduk yang tidak memiliki kendaraan mau tidak mau harus menempuh perjalanan antar dusun dengan berjalan kaki.

[alert style=”white”] foto: rekompakjrf.org, referensi: wikipedia [/alert]

Karinding AWI Sakti

Karinding AWI Sakti

Karinding AWI Sakti perform 4 November @cimaragas city

AWI GALUH LEUWEUNG SILIWANGI, Teu Paduli Batur Rek Ngomong Kampungan Atawa Naon , Nu Penting Generasi SUNDA Kudu Bisa Ngalestarikeun Kabudayaan Lokal.
[alert style=”white”] foto: Facebook Page Karinding AWI Sakti [/alert]