Pindang Gunung Ciamis

Pindang Gunung Ciamis

Jangan mengaku penggemar ikan pindang, jika belum merasakan nikmatnya ikan pindang gunung, yang menjadi salah satu ciri khas masakan obyek Wisata Pantai Pangandaran, Ciamis, Jawa Barat.

Dengan rasa asem dan pedas, ikan laut jenis kakap yang diaduk dengan rempah-rempah tradisional ini, siap memanjakan lidah anda, selain itu anda juga bisa langsung melihat proses pembuatan pindang gunung. Cara membuatnya pun cukup sederhana. Pertama tama ikan laut jenis seperti ikan kakap, mangmung, kakap merah, tongkol dan carwang yang masih segar dipotong menjadi dua bagian, kemudian baru disiapkan berbagai jenis bumbu nya, yaitu kemiri, cabe, kuning, jahe, terasi dan bawang, baru semua bumbu tersebut ditumbuk hingga halus kemudian baru dimasak, dan ditambahkan sedikit air. Aroma segar pun mulai terasa. Setelah bumbu mulai matang baru potongan ikan kakap dimasuKkan kedalam bumbu tersebut dan diaduk hingga merata.

Pindang Gunung adalah makanan sejenis Sop Ikan yang mempunyai rasa berbeda karena campuran bumbunya yang khas. Jenis makanan ini banyak dijumpai di Ciamis Selatan, khususnya Pangandaran, Parigi, Cijulang dan Cimerak.

Hanya dalam waktu kurang dari 10 menit, ikan pindang gunung pun siap disajikan. Jika biasanya pindang selalu disajikan kering, namun pindang gunung ini berbeda yaitu disajikan dengan direndam oleh kuah dengan bumbu ciri khas tersendiri mirip dengan sop. Rasanya pun tidak kalah enak, dengan rasa asem pedas sangat berbeda di banding jenis masakan pindang lainnya.

Jika penasaran, tak ada salahnya anda untuk mencoba sensasi baru menyantap hidangan pindang gunung ini, hanya dengan merogoh kocek 15 Ribu Rupiah, anda sudah bisa menikmati pindang gunung tersebut, yang dapat anda temui di hampir semua depot makan di sepanjang obyek wisata Pantai Pangandaran.

Resep Pindang Gunung:

Bumbu minimal :
Bawang Merah 5 Siung, diiris halus
Bawang Putih 2 Siung, diiris halus
Jahe 2 Buku jari, diiris besar terus dimemarkan (ditinggang mke mutu, hehehe…)
Kunyit 2 Buku jari di iris besar
Cabe rawit, diiris, banyakna tergantung selera
Merica bubuk sacekapna weee…

Bumbu pelengkap wajib :
2 Barang sereh, dimemarkan
3 Lembar daun salam

Bumbu pelengkap sunat :
Honje, bisa diganti daun kedondong, atau gak pake juga gak apa-apa (Honje itu memberi rasa gahar yang khas dengan keasaman dan aroma yang khas pula)
Daun bawang

Bahan :
Ikan Gurame 1/2 Kilo, tp ikan lain juga bisa seperti nila, lele, ikan mas… naon we lah nu aya.

Cara memasak

Ikan dibersihkan, digarami, kemudian di lumuri jeruk limau. Simpan setengah jam di kulkas (anu gaduh, nya hu henteu mah dimana we asal ulah diluar, bisi ku Ucing…)
Tumis irisan bawang merah dan bawang putih dengan minyak goreng sampe harum, kemudian tambahkan air 2-3 gelas.
Masukan cabe rawit, kunyit, jahe, sereh, dan daun salam (honje atawa daun kedondong), biarkan sampe mendidih dalam api sedang. Seungitna pasti matak ngacay weeeh…
Terakhir, masukkan ikan, tapi ulah jeung wadahna bisi pinuh katelna. Hehe…
Masak sampai mateng (kurang lebih mah 10 menit lah. Ditengah waktu pematangan taburi merica bubuk, garam, dan terakhir masukan irisan daun bawang.

[alert style=”white”]referensi: aztama.com, a5mur.wordpress.com[/alert]

Gurandil dan Putu Mayang Ciamis

Gurandil dan Putu Mayang Ciamis

 

Gurandil yang terbuat dari tepung tapioka yang warnanya sangat menggugah selera yaitu pink alias merah muda.

Kue Putu Mayang adalah jajanan pasar khas nusantara yang kini mulai susah dicari. Padahal dahulu kue putu mayang sangat mudah ditemukan di pasar pasar tradisional yang menjajakan kue jajanan pasar.

ARC, Awug beras Raflesia Ciamis, buka tiap minggu pagi di taman Raflesia Alun-Alun Ciamis, menghidangkan Awug beras dadakan dan Gurandil.

[alert style=”white”] foto: awuggurandil.blogspot.com [/alert]

Curug Tujuh Panjalu

Curug Tujuh Panjalu

Curug Tujuh adalah sebuah tempat pariwisata didaerah Panjalu. Dimana Panjalu ini juga terkenal dengan Situ Panjalu-nya (Situ=Danau).

Dinamai Curug Tujuh, karena terdapat tujuh buah Air Terjun yang tidak begitu berjauhan letaknya, dapat dicapai semuanya dengan waktu sekitar 2-3 jam saja.

Jarak dari Tasikmalaya – Curug 7 adalah sekitar 35km, 30 km pertama jalan aspal antar kota yg cukup lebar, 5 km terakhir jalan aspal yg cukup utk 2 mobil, terdapat tanjakan yg lumayan. Di gerbang masuk terdapat cukup tempat parkir untuk 20 mobil.

Curug 1

Curug 1 jaraknya dari gerbang hanya sekitar 50 m. Disinilah pengunjung terbanyak berada, karena dekat dan paling besar.

Curug 2

Tidak bisa dituruni, kita hanya berjalan diatas air terjunnya, lagipula curug ini tidak begitu besar. Curug ini cukup jauh dari curug 1, sekitar 1km ambil jalan kekiri curug 1. Saya heran, kenapa penomoran curug ini tidak sesuai dengan jalur jalan, dikiri ada 4 curug nomor 2,5,6,7 dikanan 2 curug nomor 3,4 ditengah curug nomor 1.

Curug 3

Indah dan bisa dipakai main air. Curug ini tidak begitu jauh dari curug nomor 1. Dari curug nomor 1 ambil jalan ke kanan, sekitar 50 meter.

Curug 4

Curug ini cukup sulit ditempuh, berada diatas curug nomor 3. Medannya menanjak. Bisa untuk main air, meski banyak batu2.

Curug 5

Curug ini juga tidak bisa dipakai mandi. hampir sama dengan curug 3

Curug 6

Curug ini juga tidak bisa dipakai mandi. hampir sama dengan curug 3

Curug 7

Curug ini juga tidak bisa dipakai mandi. hampir sama dengan curug 3

[alert style=”white”]referensi: kaskus, candra-d [/alert]

Bandar Udara Nusawiru Ciamis

Bandar Udara Nusawiru Ciamis

Bandar Udara Nusawiru adalah bandar udara yang terletak di kecamatan Cijulang, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Melayani penerbangan dari Bandung – Pangandaran, Jakarta – Pangandaran dengan menggunakan Susi Air.

Susi Air adalah maskapai penerbangan Indonesia yang dioperasikan oleh PT ASI Pujiastuti Aviation dengan penerbangan berjadwal dan charter. Berkantor-pusat di Pangandaran, Jawa Barat, Susi Air beroperasi dari lima pangkalan utamanya di Medan, Jakarta, Balikpapan, Kendari, Bandung, Cilacap, dan Sentani.

Berikut jadwal Route Penerbangan di Bandar Udara Nusawiru :
  • 1. Jakarta – Pangandaran     10:30 Daily
  • 2. Pangandaran – Jakarta  13:30 Daily
  • 3. Bandung – Pangandaran 12:40 Daily
  • 4. Pangandaran – Bandung 11:40 Daily
Untuk Harga Tiket Bandung – Pangandaran sebesar Rp. 280.000,- sementara untuk harga tiket Jakarta – Pangandaran sebesar Rp. 520.000,- untuk Reservation bisa menghubungi :
  • Bandung : 08112123923 / 3924
  • Pangandaran : 08112123925 / 3926

Pesawat yang digunakan yaitu jenis CESSNA C208B CARAVAN “COMMUTER”. Selain melayanai operasi penerbangan Bandar Udara Nusawiru juga melayani pemeliharaan pesawat udara (Aircraft Maintenance Center) dan pendidikan sumber daya penerbangan penerbangan (Aviation Training Center).

[alert style=”white”] refrensi: jabarprov[/alert]
Awug Beras “Alun Alun Tea”

Awug Beras “Alun Alun Tea”

Awug adalah jenis kuliner jajanan pasar jaman baheula yang terbuat dari tepung beras yang dipadukan dengan gula Aren.

ARC, Awug beras Raflesia Ciamis, buka tiap minggu pagi di taman Raflesia Alun-Alun Ciamis, menghidangkan Awug beras dadakan dan Gurandil.

[alert style=”white”] foto: awuggurandil.blogspot.com [/alert]

Oktober, Persib Gelar TC di Stadion Galuh Ciamis

Oktober, Persib Gelar TC di Stadion Galuh Ciamis

Tim Persib Bandung mengundur agenda pemusatan latihan atau training center (TC) di Ciamis. Semula, headcoach Persib Jajang Nurjaman sudah mengumumkan akan memulai TC pada 7 Oktober, namun diundur menjadi 11-18 Oktober. -simamaung 02/10/2012

Rencana Persib menggelar pemusatan latihan atau training center (TC) di awal bulan Oktober, nampaknya akan segera terealisasi. Hal itu didapat setelah pelatih kepala Maung Bandung Djadjang Nurdjaman menjatuhkan pilihan lokasi di Ciamis.

“Ya kita akan melakukan TC di Ciamis nanti,” kata Djadjang di Mes Persib Jalan Ahmad Yani Kota Bandung, Rabu (26/9/2012).

Djanur mengatakan dipilihnya Kabupaten Ciamis karena dapat memenuhi kriteria seperti yang diharapkan. Seperti faktor lapangan dan cuaca panas yang memang dibidik mantan asisten Pelita Jaya Karawang itu.

“TC nanti akan kita laksanakan di Stadion Galuh. Selain pertimbangan lapangan, kondisi cuaca panas menjadi pilihan untuk melakukan TC di Ciamis,” ucapnya.

Sebelumnya, Kota Cirebon sempat menjadi pertimbangan Maung Bandung menggelar TC. Namun karena berbagai pertimbangan, akhirnya Djanur lebih memilih Ciamis.

[alert style=”white”]referensi: inilahjabar[/alert]

Seminar IT Bareng Onno W Purbo di Gelar di Cijulang

Seminar IT Bareng Onno W Purbo di Gelar di Cijulang

Ratusan Murid sekolah tingkat SLTP dan SLTA se-Pangandaran mengikuti seminar yang bertajuk “GALOW IT” dengan tema OPEN BTS dan TECHNOPRENEUR bersama Onno W. Purbo dan Adi Sumaryadi selaku pakar dibidang IT di Gedung Dakwah Nusa Gede Kecamatan Cijulang (22/10/12).

Dari judul kegiatan “GALOW IT” yang sedikit berlebihan dan membuat penasaran, sekilas berkesan negatif dan membuat penasaran bagi sebagaian orang yang belum memahami maksud dan tujuannya, namun  “GALOW IT” adalah singkatan dari “Gaul Ama Onno W Purbo seputar dunia IT”.

Dari Kegiatan ini menggunakan judul bahasa gaul, memang ditargetkan untuk anak-anak SMA dan mahasiswa serta komunitas-komunitas anak muda di Pangandaran untuk lebih memahami apa itu dunia IT dan kegunaanya ungkap Dadang Panitia Pelakasana Seminar.

Onno W Purbo, atau yang akrab disebut Kang Onno adalah pakar IT yang namanya sudah tidak asing di Indonesia dan mancanegara, dalam kesempatan ini datang ke Pangandaran untuk berbagi ilmu kepada para siswa di Pangandaran, dengan guyonan khas kang Onno pun langsung akrab dengan para peserta seminar yang kebanyakan para siswa sekolah di kecamatan pangandaran dan cijulang.

Antusias para siswa yang kebanyakan dari jurusan TIK dan Mutlimedia dari berbagai sekolah Negeri dan Kejuruan di pangandaran dalam mengikuti seminar IT ini patut diacungi jempol, mereka rela berbondong-bondong mendatangi Gedung Dakwah Nusa Gede Kecamatan Cijulang demi belajar sambil mendengarkan seminar akbar dengan pembicara IT yang sudah punya nama di Indonesia.

 [alert style=”white”]referensi: mypangandaran [/alert]
Situs Pangcalikan Gunung Padang

Situs Pangcalikan Gunung Padang

Di Desa Sukaresik, Kecamatan Cikoneng terdapat semacam hutan lindung yang di dalamnya terdapat objek peninggalan purbakala yang oleh masyarakat setempat dinamakan pangcalikan. Lahan seluas sekitar 7 hektar ini kondisi geografisnya berupa perbukitan. Untuk mencapai lokasi ini setelah memasuki kawasan hutan lindung harus melalui jalan setapak berbatu yang menanjak.

Pada kompleks situs Pangcalikan Gunung Padang terdapat objek berupa bangunan berundak, makam, dan kolam. Bangunan berundak di Gunung Padang terpusat pada batu datar yang disebut pangcalikan. Batu ini berada di dalam bangunan semacam cungkup yang dibangun pada 1999 oleh kerabat juru pelihara. Bangunan cungkup menghadap ke arah selatan berukuran 4,42 x 4,62 m berdiri pada lahan yang lebih tinggi dari sekitarnya. Lahan tersebut dibatasi dengan benteng talud batu dengan ukuran panjang 11,76 m dan lebar 12,80 m. Batu pangcalikan terdiri dua bongkah. Batu yang besar berukuran panjang 114 cm, lebar 69 cm, dan tebal 14 m. Sedang batu yang lebih kecil berukuran panjang 45 cm, lebar 28 cm, dan tebal 10 cm. Di sebelah selatan pangcalikan terdapat enam batu tegak dan di sebelah utara terdapat satu batu tegak. Di sebelah utara (belakang) bangunan cungkup terdapat hamparan batu yang bentuk dan ukurannya bervariasi. Jarak dari batas benteng talud ke hamparan batu adalah 3,53 m .

Di sebelah utara bangunan terdapat makam. Makam ditandai dengan nisan berukuran tinggi 44 cm, lebar 25 cm dan tebal 16 cm. Jarak antara makam dengan benteng talud batu 4,85 m.

Di Situs Gunung Padang  terdapat 1 kolam yang disebut cikahuripan dan 3 sumur kecil sebagai sumber mata air. Kolam dan sumur kecil terletak di sebelah utara halaman inti. Kolam Cikahurupan berukuran panjang 4.80 m dan lebar 3.70 cm. Di sebelah utara kolam cikahuripan berjarak ± 4.90 m terdapat tiga sumur kecil sebagai sumber mata yang mengalir ke kolam kahuripan melalui bawah tanah.

Situs Pangcalikan Gunung Padang dikaitkan dengan Kerajaan Galuh. Diceritakan bahwa Sri Maharaja Adi Mulya adalah seorang raja dari kerjaan Galuh. Pada waktu ia memerintah sangat disegani rakyatnya. Beliau mempunyai dua orang istri yang pertama bernama Naga Ningrum berputra Ciung Wanara dan yang kedua Dewi Pangrengep yang berputra Hariang Banga. Sementara beliau memerintah dibantu oleh seorang patih bernama Aria Kebonan dan seorang longser. Aria Kebonan adalah seorang patih yang cukup cakap sehingga segala perintah raja dapat dilaksanakan dengan baik. Pada suatu hari dalam hati kecil Patih  berkeinginan menjadi raja. Keinginan ini kian menjadi sehingga dengan sekuat tenaga Kerajaan Galuh dapat direbutnya. Raja Sri Maharaja Adi Mulya merasa tersingkir dan akhirnya beliau pergi ke sebelah barat bermaksud mengasingkan diri dan bertapa di sebuah tempat dan menyamar dengan mengganti nama menjadi  Ki Hajar Sukaresi. Ada yang mengatakan untuk menghilangkan jejaknya sampai dua badan kasarnya juga dirubah menjadi ular yang sangat besar yang bernama Naga Wiru. Setelah bertapa, dengan dibantu oleh Giri Dawang, beliau berniat untuk merebut kembali tahta Kerjaan Galuh. Setelah kerajaan dapat direbut kembali kerajan itu diserahkan kepada putranya yaitu Ciung Wanara di sebelah barat dan Hariang Banga di sebelah timur. Tempat ketika bertapa dan menyusun kekuatan  inilah bernama Gunung Padang yang sampai sekarang masih bisa dilihat menjadi tempat berjiarah yang banyak dikunjungi.

Situs Pangcalikan Gunung Padang merupakan peninggalan purbakala yang berhubungan dengan bentuk sistem religi masyarakat masa lampau. Pengembangan untuk sektor pariwisata sebaiknya memperhatikan faktor lingkungan dan makna simbolis yang berkaitan dengan religi masa lampau. Jalan setapak berbatu menuju kompleks situs perlu dipertahankan agar tidak menghilangkan makna simbolis nilai-nilai budaya luhur.

[alert style=”white”]referensi: disparbud.jabarprov.go.id [/alert]

Situs Kertabumi

Situs Kertabumi

Situs Kertabumi berada di Desa Kertabumi, Kecamatan Cijeungjing tepatnya berada pada koordinat 7º20’43,4” LS dan 108º27’49,9” BT dengan luas sekitar 320 m2. Lokasi situs berada pada kawasan yang diapit Sungai Cileueur dan Sungai Cimuntur. Kedua sungai tersebut bertemu di sebelah timur laut Gunung Susuru. Gunung Susuru merupakan suatu tonjolan bukit yang terbentuk oleh batuan breksi vulkanik. Ketinggian daerah di Gunung Susuru dan sekitarnya kurang lebih 100 m di atas permukaan laut. Batas situs ini di sebelah utara adalah S. Cimuntur, timur pertemuan antara S. Cimuntur dengan Cileueur, selatan Sungai Cileueur, dan barat Kampung Bunder.

Kawasan Kertabumi pertama kali diketahui dari laporan Kantor Departemen Pendidikan Nasional Kabupaten Ciamis yang memberitakan bahwa telah ditemukan tinggalan arkeologi di Dusun Bunder, Desa Kertabumi, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis. Sehubungan dengan adanya laporan tersebut, Balai Arkeologi Bandung pada tahun 2000 mengadakan penelitian awal. Selanjutnya pada tahun 2001, diadakan penelitian yang lebih mendalam di Kawasan Kertabumi.

Kawasan Kertabumi mencakup dua situs yaitu situs Gunung Susuru dan situs Bojong Gandu. Di situs Gunung Susuru terdapat tiga batu datar terbuat dari batuan beku andesitik. Batu datar I berada di bagian timur laut Gunung Susuru, batu datar II berada di sebelah barat daya batu datar I berjarak sekitar 350 m, sedangkan batu datar III berada di sebelah barat daya batu datar II berjarak sekitar 100 m. Di dekat batu datar I terdapat batu bersusun terbentuk dari tiga bongkah batuan beku andesit.

Di Gunung Susuru juga terdapat tiga punden berundak. Punden I berada di atas bukit kecil pada ujung timur laut Gunung Susuru. Punden II berada di antara punden I dan punden III. Punden III berada pada bagian barat daya Gunung Susuru. Ketiga punden terbentuk dari susunan bongkah batuan beku andesitik.

Pada tebing Gunung Susuru terdapat 5 gua terbentuk dari batuan breksi vulkanik. Berdasarkan keadaan fisiknya, terlihat gua-gua tersebut merupakan gua buatan (artificial caves) yang ditoreh pada tebing di tepi Sungai Cimuntur dan Cileueur dengan kemiringan lereng  75°. Di dalam gua, penduduk pernah menemukan pecahan tembikar, gigi Bovidae (kerbau purba), gigi  Sus (babi), fragmen tulang, dan geraham manusia. Fragmen tulang dan gigi yang ditemukan di lokasi tersebut sudah mengalami proses pemfosilan (sub-fosil).

Situs Bojong Gandu berada di sebelah barat laut situs Gunung Susuru. Keadaan lahan di situs Bojong Gandu relatif datar. Tinggalan arkeologi di situs Bojong Gandu berupa sisa benteng yang terbuat dari susunan batu. Di situs Bojong Gandu banyak ditemukan fragmen keramik, fragmen tembikar, dan kerak besi. Fragmen keramik berasal dari Cina, Thailand, Vietnam, dan Eropa terbanyak berasal dari Cina masa dinasti Ming dan Qing.

Di Dusun Bunder terdapat beberapa objek arkeologis yaitu sumur taman, sumur batu, dan beberapa makam kuna. Sumur taman adalah dua sumur yang berada di pinggiran tebing batuan breksi, tepatnya pada 7?20’23,9” LS dan 108?27’26,3” BT di sisi selatan Cimuntur. Di seberang sungai (sisi timur) terdapat sumur batu. Sumur tersebut berupa bongkah batuan beku yang dilubangi. Lubang berada di sisi selatan dengan diameter lubang 50 cm. Berdasarkan hasil identifikasi objek, yang disebut sumur oleh masyarakat ternyata adalah lumpang batu. Makam kuna yang ada di Dusun Bunder dikenal dengan sebutan Makam Tanduran Ageung atau Tanduran Sari dan Komplek Makam Prabu Dimuntur.

Untuk mencapai kawasan ini sudah dibangun jalan aspal hingga menjelang Gunung Susuru. Untuk mencapai seluruh objek telah dibangun jalan setapak berplester semen. Lanskap kawasan sangat mendukung pengembangan wisata di kawasan ini, khususnya wisata minat khusus. Sementara ini wisatawan yang berkunjung ke kawasan ini baru sebatas pada wisata alam. Pengembangan paket wisata yang menyertakan aspek budaya perlu ditunjang dengan informasi mengenai peninggalan budaya masa lampau.

[alert style=”white”]referensi: disparbud.jabarprov.go.id [/alert]

Makam Jambansari, Raden Adipati Aria Koesoemadiningrat

Makam Jambansari, Raden Adipati Aria Koesoemadiningrat

Di tengah kota Ciamis tepatnya di Jl. Achmad Dahlan, lingkungan Rancapetir, Kelurahan Linggasari, Kecamatan Ciamis, tepatnya pada koordinat 0719’48,7” LS dan 10820’54,2” BT. terdapat komplek makam yang dikenal dengan nama Jambansari.

Situs ini berada pada ketinggian 233 m di atas permukaan laut. Sekitar komplek merupakan pemukiman penduduk kecuali di sebelah selatan yaitu berupa sawah. Situs ini merupakan kompleks makam Raden Adipati Aria Kusumadiningrat, Bupati Ciamis ke-16, yang berkuasa dari tahun 1839 – 1886. Situs berada di lahan seluas 4 hektar. Pada lahan tersebut selain terdapat kompleks makam juga terdapat tanah persawahan. Komplek makam Bupati Ciamis yang dikelola oleh Yayasan Kusumadiningrat ini dibangun pada tahun 1872.

Kompleks Jambansari dikelilingi pagar tembok yang tingginya sekitar 2 m. Pintu gerbang untuk masuk ke kompleks makam Jambansari berada di sisi timur, dengan bentuk bangunan seperti telor. Untuk masuk ke komplek makam melewati tangga trap. Di tengah komplek makam terdapat bangunan cungkup yang sangat kuat terbuat dari kayu jati. Atap cungkup berbentuk limas. Di dalam cungkup tersebut terdapat makam Kanjeng Prebu R.A.A. Koesoemadiningrat, Bupati Galuh Ciamis. Di sekeliling pemakaman terdapat beberapa makam kerabat dan para keturunan Prebu.

Di dalam Komplek terdapat bangunan penyimpanan benda-benda pusaka seperti yoni, lingga, menhir, Ganesha, gong, keris, keramik dan lain-lain. Selain di dalam bangunan penyimpanan benda-benda pusaka, arca-arca juga ada yang dikumpulkan di rerimbunan pohon weregu di samping bangunan itu. Total seluruh arca yang ada di kompleks tersebut adalah 13 arca. Menurut keterangan juru kunci makam, arca-arca yang terdapat di lokasi ini dikumpulkan oleh R.A.A Kusumadiningrat.

Pengumpulan ini dilakukan dalam rangka dakwah agama Islam, sehingga bagi yang mempunyai arca atau berhala diharuskan untuk dikumpulkan di lokasi tersebut. Arca-arca yang terdapat di lokasi ini di antaranya berbentuk arca megalitik, arca tipe Pajajaran, Nandi, Ganesha, dan lingga. Selain itu di lokasi ini juga terdapat lumpang batu dan lapik arca.

Dengan mengunjungi kompleks makam ini sebetulnya para peziarah akan mendapatkan dua informasi. Pertama mengenai sejarah perjuangan RAA Kusumadiningrat, dan kedua pola islamisasi yang dilaksanakan oleh RAA Kusumadiningrat. Bagaimana beliau menyikapi terhadap religi terdahulu tercermin dari kondisi arca-arca Hindu yang terkumpul di kompleks makam tersebut. Pengembangan ke aspek wisata ziarah di situs ini sangat didukung dari keletakannya yang di tengah kota serta tersedianya fasilitas bagi pengunjung di lokasi itu.

[alert style=”white”]referensi: nanangbewos.blogspot.com foto: flickr.com[/alert]

Wisata Alam Citumang Pangandaran

Wisata Alam Citumang Pangandaran

Obyek wisata alam Citumang merupakan obyek wisata yang memiliki daya tarik khusus, yaitu sungai Citumang yang mengalir membelah hutan jati dengan airnya yang bening kebiruan. Tepian sungai yang terdiri dari ornamen batu-batu padas dengan relung dalam dihiasi relief alam dan aliran sungai yang menembus ke dalam goa. Keheningan alam akan Anda jumpai disini. Musik alami berupa gemercik air sungai, bisikan angin sepoi yang menyelinap di antara pepohonan dan suara satwahutan yang tak pernah sepi. Obyek wisata ini terletak di Desa Bojong Kecamatan Parigi Ciamis, berjarang lebihJalan menuju lokasi kurang 15 km dari Pangandaran ke arah barat. Atau sekitar 4 km dari jalan raya Pangandaran – Cijulang. Jarak seluruhnya dari kota Ciamis sekitar 95 km.

CitumangDapat dicapai dengan kendaraan umum jurusan Cijulang, dilanjutkan dengan kendaraan ojeg, disambung dengan jalan kaki menelusuri tepi sungai dan kebun pendudukan sepanjang 500 meter.

Sisi lain CitumangSetelah melewati pintu masuk, kurang lebih 300 meter perjalanan yang harus Anda tempuh menuju titik tujuan. Sambil berjalan menuruh lokasi, perlu Anda ketahui bahwa nama Citumang berasal dari legenda tentang seekor buaya buntung, Si Tumang. Begitu kuatnya kepercayaan penduduk akan kehadirna buaya buntung tersebut sehingga sampai sekarang meninggalkan nama yang melekat kuat menjadi nama sungai. Versi lain kisah Citumang, berasal dari Cai (Bhs. Sunda = air) yang numpang (cai numpang) yang berkaitan dengan adalah air sungai yang mengalir di bawah tanah. Kata cai numpang ini seiringAir yang bening menanti Andaperjalanan waktu lama-lama berubah menjadi Citumang.

Ketika Anda jumpai sungai yang rimbun dengan pohon di tiap sisinya, lanjutkan perjalanan Anda agak ke hulu, karena di sanalah bening dan sejuknya air dapat segera Anda nikmati.Tibalah kita di tempat tujuan. Aliran air yang mengalir menanti Anda untuk segera turun menikmati bening dan sejuknya air.

Pada kedalaman tertentu Anda dapat menikmatinya dengan mandi dan berenang. Lima ratus meter dari lokasi pamandian ke arah hulu, dijumpai pesona alam berupa aliran sungai Citumang yang masuk ke dalam perut bumi dan keluar lagi di arah hilir. Aliran sungai yang masuk ke dalam goa ini diberi nama Goa Taringgul yang kemudian diberikan nama baru sebagai Sanghyang Tikoro (Batara Tenggorokan).

Menikmati Citumang, tidak sekedar mandi dan berenang seperti yang selama ini banyak dilakukan wisatawan asing, tapi dapat AndaAir keluar dari Sanghyang Tikorolakukan kegiatan lainnya seperti: menikmati suasana sepanjang sungai, petualangan ke dalam goa dan menikmati privacy di tengah alam yang asli, sejuk dan eksotis.Citumang

Tips Ketika Berkunjung ke Citumah

Sekedar kontribusi mengenai salah satu tempat yang asik buat Hunting Foto di Pantai Selatan Jawa Barat. Adalah Citumang nama desa kecil yang terletak disebelah barat laut desa Pangandaran Kabupaten Ciamis. Bagi anda yang punya GPS, masukan koordinat ini untuk membimbing anda menuju lokasi Citumang, S 07˚ 38.674˚ E 108˚ 32.090˚.

Rencanakan perjalanan anda 3H/2M agar acara hunting anda optimal dan tidak terlalu melelahkan. Waktu terbaik untuk menuju lokasi ini adalah musim kemarau, pada musim hujan biasanya langit selalu mendung, juga perjalanan ke lokasi yang basah dan licin.

Di Hari Pertama, arahkan kendaraan anda menuju ke Pangandaran yang tentu saja sudah tak asing lagi bagi anda. Berbagai jenis akomodasi bertebaran di saentero Pangandaran, saya rasa anda tidak akan kesulitan untuk mencari akomodasi ditempat ini.

Hari kedua, Berangkatlah pagi hari setelah sarapan pagi, jangan lupa bawa perbekalan untuk makan siang, karena di Citumang tidak ada Restaurant. Belilah juga air minum secukupnya, karena tidak ada warung di lokasi. Arahkan kendaraan anda kearah timur keluar kota Pangandaran menuju arah Parigi. Sekitar 15 km dari Pangandaran anda akan menjumpai petunjuk jalan kearah kanan yang menunjukan jalan ke Parigi. Harap diingat !, pelankan laju kendaraan anda setelah melewati SPBU, karena tanda penunjuk jalan dan jalan masuknya cukup kecil.

Memasuki jalan kecil menuju ke Citumang, anda bisa mencari objek-objek landscape dan human interest. Hamparan sawah, sungai, hutan, semuanya kumplit ada disini. Mau bikin foto refleksi air wah juga bisa, namun harus menunggu waktu sampai agak senja. Jalan kecil ini panjangnya kurang lebih 15 km, ditempuh kurang lebih 1 jam karena ada sebagian ruas jalannya agak buruk. Meskipun jalan ini agak buruk, kendaraan jenis Sedan masih bisa masuk meski agak riskan.

Setibanya di ujung jalan (buntu), parkirkan kendaraan anda, laporlah pada masyarakat setempat, berjalanlah kearah jembatan, bila anda belum pernah ke lokasi air terjun, sewa lah seorang guide untuk mengantarkan anda ke lokasi. Guide biasanya dibayar sukarela, tergantung kerelaan anda. Jarak jalan setapak dari lokasi parkir ke curug citumang kurang lebih 800m jalan kaki. Anda akan melintasi ladang, bukit2 kecil, untuk mencapai lokasi. Setibanya di airterjun, anda bisa renang, lompat indah dari akar-akar pohon yang tumbuh di langit-langit goa setinggi 5 meter. Air disini sangatlah segar, hati-hati batu-batunya agak licin. Setelah puas menikmati pemandangan citumang, jangan lupa lewat pantai barat bulak laut untuk mengabadikan sunset di pantai tsb.

Hari ketiga, Sempatkan makan di pasar ikan Pangandaran untuk hidangan seafood yang murah meriah sebelum pulang kembali ke kota anda.

[alert style=”white”]referensi: mypangandaran.com [/alert]