Abon sapi khas Ciamis termasuk yang banyak dicari  para pemudik yang berburu oleh-oleh. Lihat saja outlet abon sapi dan mustopa Rajawali di Komplek Ruko Perumahan Puri Garden Asri di sisi Jalan Raya Ciamis-Banjar (km 2,5)  blok Zamzam, maupun di pabriknya Jalan Rancapetir. Selama seminggu liburan Lebaran ini nyaris tak pernah sepi dari pembeli.

“Alhamdulillah selama seminggu ini ramai terus, apalagi hari Rabu (22/8/2012) paling ramai. Hari Minggu ini masih banyak yang belanja,” ujar Novi Mustika Dewi, generasi ketiga pengelola abon asli Rajawali kepada Tribun, Minggu (26/8/2012).

Dibandingkan dengan hari libur biasa, kata Novi, permintaan abon, dendeng, maupun mustofa (irisan kentang goreng kering) selama liburan lebaran ini meningkat sampai delapan kali lipat. “Terutama abon. Yang paling banyak dicari memang abon. Tiap hari rata-rata habis sekitar 80 kg abon, dendeng sekitar 50 kg sementara permintaan mustofa banyak juga sampai 65 kg. Mustofa banyak yang beli sebelum lebaran,” katanya.

Menurut Novi, dari dua outlet tempat penjualan abon sapi Rajawali yang dikelolanya, outlet di komplek Ruko Perumahan Garden Asri di Jalan Raya Ciamis-Banjar, paling banyak dikunjungi pembeli. “Mungkin karena dekat dengan jalur mudik, persis disisi jalan raya, jadi mudah didatangi. Tapi yang ke rumah juga banyak yang datang, terutama para pelanggan,” ujarnya.

Dibandingkan dengan liburan Lebaran tahun lalu, kata Novi, omzet penjualan abon maupun dendeng Rajawali racikan bumbu warisan Hj Iloh (alm), tahun ini meningkat tajam.

Menghadapi lonjakan permintaan untuk liburan Lebaran tahun ini, kata Novi, ia telah menghabiskan sekitar 1,5 ton daging sapi untuk dibuat abon dan dendeng. Dengan dibantu lima pekerja, 1,5 ton daging sapi pilihan tersebut diolah jadi abon dan dendeng.

“Saat membuat abon itu daging sapinya pas lagi-lagi mahalnya. Seminggu menjelang lebaran, harga dagingnya sudah Rp 80.000 per kg. Setelah lebaran, sampai hari ini harga daging sapi masih mahal, belum normal kembali masih diatas Rp 80.000 per kg,” ujar Novi.

Lantaran harga daging sapi cukup mahal, harga abonnya pun kata Novi terpaksa disesuaikan yakni Rp 190.000 per kg, baik itu abon curah maupun yang sudah dikemas,  sedangkan dendeng Rp 180.000 per kg. Sementara mustofa (irisan kentang gore-ng kering balado) Rp 85.000 per kg.

“Ini sih untuk oleh-oleh buat rekan kerja di Bandung,” ujar Ahmad Soleh, pekerja swasta di Bandung, sembari menenteng  dua kantong besar berisi dendeng sapi abon Rajawali.

Salah seorang konsumen membeli abon sapi Rajawali di Komplek Ruko Perumahan Puri Garden Asri di sisi Jalan Raya Ciamis-Banjar, beberapa waktu lalu. Selama liburan Lebaran ini abon sapi khas Ciamis itu banyak diburu pemudik untuk oleh-oleh.

[alert style=”white”]referensi: tribunnews[/alert]