Ritual adat mapag cai karomah kahuripan

“Ritual Adat Mapag Cai Karomah Kahuripan, nu di bantun ti sarhaha gunung sbaraha tampian. nu di anggo jamas pusaka dina nyangku.”

Upacara Adat Nyangku adalah salah satu upacara adat tradisional warisan leluhur keturunan Panjalu, yang diamanatkan oleh Prabu Sanghyang  Borosngora, raja Panjalu Islam pertama yang menyebarkan agama Islam. 

“Nyangku” berasal dari bahasa Arab “Yanko”, yang artinya  membersihkan benda-benda pusaka keturunan Panjalu, dan lambang hubungan emosional antar sesama keturunan Panjalu, hubungan antar manusia serta kesadaran sesama keturunan Nabi Adam.

Upacara diselenggarakan sebagai pernyataan rasa syukur atas perjuangan untuk melaksanakan amanat Panjalu dalam menjaga kelestarian nilai sejarahnya yang menarik adalah pakaian para peserta upacara yang membawa benda pusaka dengan cara khas yaitu seperti membawa mayat anak kecil (diais). Mereka beriringan dari Bumi Alit menyebrangi Situ Lengkong menuju Nusa Gede.

Setelah berdoa di makam leluhur Panjalu kembali menyebrangi situ dan berakhir di halaman kantor Kecamatan Panjalu, benda-benda pusaka tersebut dicuci, upacara ini disertai dengan kkesenian gemyung dilanjutkan dengan kesenian debus, kesenian pencak silat.

Foto: Ilham Purwadipraja